Suami Kedua

Suami Kedua
Surat


__ADS_3

David melangkah mendekati Sean. Sedangkan Sean sudah berjaga-jaga jika tiba-tiba saja pria itu menyerangnya.


“Ayo kita duduk ngobrol disana!” ajaknya.


“Cepat katakan, dimana anakku?” ucap Sean tegas.


“Segitu sayangnya kamu sama anak yang bukan darah daging kamu sendiri?” sahut David dengan tatapan mengejek.


“Aku nggak peduli. Cepat serahkan dimana Viana sekarang, atau aku akan-“


“Kamu akan membunuhku? Atau kamu akan menghancurkan perusahaanku, atau apa lagi?” lagi-lagi David tersenyum mengejek.


Kemudian David menghubugi seseorang dan tak lama kemudian seseorang yang sangat Sean kenal itu muncul dengan mendorong stoller dimana Viana sedang tidur terlelap. Sean mengepalkan tangannya kuat saat melihat baby sitter Viana itu terus menundukkan kepalanya.


“Bagaimana, Lik perjanjian kita kemarin?” David berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon


“…..”


“Wow!! Sangat fantastis untuk harga jantung anak kecil itu. Apalagi ditambah dengan hati dan ginjalnya.”


Sean semakin mengepalkan kuat tangannya setelah mendengar pembicaraan David entah dengan siapa. Yang pasti niat pria itu akan menjual organ tubuh anaknya. namun sayangnya di sekeliling Sean tampak anak buah David yang tengah berbaris rapi.


Tak lama kemudian David mengakhiri pembicaraannya. Lalu tersenyum menyeringai menatap Sean.


“Aku tahu kamu sudah mendengar semuanya, bukan? Aku mempunyai pilihan. Silakan pilih salah satu yang menurutmu terbaik.”

__ADS_1


“Aku nggak akan pernah memilih semuanya. Aku akan membawa anakku pulang dengan caraku sendiri.”


“Wow!! Inilah yang aku suka dari kamu, Sean. Tegas, pemberani dan pantang menyerah. Tapi sayangnya saat ini kamu harus memilih. Jika kamu memilih membawa anak kamu pulang dengan selamat, aku biarkan. Namun coba kamu lihat pria ini!” ucap David sambil menunjukkan foto wajah Ricky.


“Ricky akan menjemput istri kamu sekarang juga lalu aku akan bersenang-senang dengan istri kamu dan akan mengajak berkeliling dunia, memberikannya banyak kepuasan ranjang.”


Amarah Sean semakin meluap, dia segera maju hendak memberi pelajaran pada David. Namun dengan cepat anak buah David menghadangnya.


“Baj****n!! aku nggak akan biarkan kamu menyentuh istriku.” Umpat Sean sambil meronta.


“Lalu, apakah kamu akan merelakan organ tubuh anak kamu aku jual? Dan hasilnya kita bagi rata?”


“Berengsekkk!! Apa maumu baj****n?” sekali lagi Sean memberontak kuat penuh amarah.


“Fix. Kamu memilih pilihan yang terakhir bukan? Baiklah. Aku akan mengembalikan anak kamu pulang dengan selamat. Begitu juga dengan istrimu. Tapi, mulai sekarang hidup dan matimu berada dalam genggamanku. Kamu akan menjadi pengabdiku yang akan mengantarkanku merajai seluruh perusahaan di negara ini.”


“Bagaimana?” tanya David memastikan.


“Baiklah. Aku pilih pilihan yang terakhir. Tapi aku harus memastikan sendiri kalau anakku pulang dalam keadaan selamat.”


“Tidak masalah. Malam ini juga aku akan mengembalikan anak kamu ke rumah. dan kamu bisa memantaunya sendiri.” Ucap David.


***


Sementara itu sejak membuka matanya tadi pagi, Lidia terkejut saat menemukan keberadaan sang suami. masih teringat jelas percintaannya semalam yang penuh dengan emosi dan cinta. Bahkan sisa percintaannya masih terlihat jelas di tubuhnya.

__ADS_1


Lidia melihat ada ponsel Sean tergeletak di atas nakas. Dia meyakini kalau suaminya pasti sedang berada di ruang kerjanya. Namun ternyata tidak. Sean tidak ada di rumah. Lidia melihat rekaman cctv kalau tadi pagi setelah kegiatan percintaannya, terlihat Sean pergi meninggalkan rumah. dia hanya melihat rekaman di luar rumah dimana Sean keluar dengan mengendarai mobilnya.


Dan sampai malam ini, Lidia tak kunjung mendapatkan kabar mengenai Sean. Hatinya semakin sakit. Viana sudah diculik, sekarang suaminya pergi entah kemana. Pikiran buruk terus menghantuinya kala teringat ucapan Sean semalam yang memintanya berjanji untuk menunggunya dan akan menyelamatkan Viana. Lidia takut terjadi hal buruk dengan Sean maupun Viana.


Xander yang baru pulang dari perjalanan bisnisnya pun terkejut saat mendapat kabar dari Silvia dan ada titipan surat dari Sean.


“Sepertinya surat ini tidak diketahui oleh Nyonya Lidia. Dan sifatnya sangat rahasia.” Ucap Silvia.


“Baiklah. Terima kasih. Lalu bagaimana keadaan Lidia sekarang?” tanya Xander cemas.


“Nyonya Lidia sejak tadi mengurung diri di kamar. bahkan Chandra yang ingin menemuinya saja tidak bisa.”


“Coba sekarang kamu bujuk lagi dan bawakan makanan ke kamarnya. Yakinkan kalau semuanya baik-baik saja.” Ucap Xander, dan Silvia segera menuruti perintah kekasihnya.


Setelah Silvia pergi, Xander duduk di sofa ruang tangah. Dia segera membuka surat yang diberikan Sean.


“Xander, aku akan pergi menyelamatkan Viana. Tolong setelah Viana pulang dalam keadaan selamat, cepat bawa anak istriku pergi ke luar negeri. di sana ada tempat tinggal yang aman peninggalan kedua orang tuaku. Tolong jaga keluargaku, Xander. Jika semuanya sudah beres, aku akan datang dan menjemput Lidia kesana.”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2