Suami Kedua

Suami Kedua
Meretas CCTV


__ADS_3

Jam pulang kantor tiba. Mia segera membereskan pekerjaannya setelah itu pulang. dia keluar dari ruang kerjanya dan bertemu dengan OB yang mengantar makan siangnya tadi. Mia bertanya mengenai orang yang akan mengembalikan kartu tanda pengenalnya. Namun OB itu mengatakan kalau tidak ada orang yang datang.


Mia heran. Apakah laki-laki itu lupa. Lagi pula tidak ada pesan darinya kalau tidak jadi mengembalikan kartu itu. Niat ingin menghubungi pun sempat terbayang, namun tidak sampai terjadi karena dia harus pulang cepat dan jangan sampai pulang terlambat.


Taksi yang biasa mengantar jemput sudah standby di depan. Mia segera masuk.


*


Sementara itu Chandra kini juga tengah bersiap untuk pulang. bukan pulang ke apartemennya melainkan ke apartemen perempuan yang bernama Mia. Hari ini juga ia akan menghilangkan rasa penasarannya tentang perempuan itu. Chandra berani mengambil resiko jika nanti terjadi sesuatu di luar kendalinya. Misalnya, suami perempuan itu akan menghajarnya atau satpam apartemen yang menghajar.


Chandra sengaja pulang agak telat. Dia tidak mau datang di saat Mia baru saja memasuki unit apartemennya. Chandra menghentikan sejenak motornya. Dia melihat ponselnya untuk mengetahui dimana letak unit apartemen Mia. Terpaksa Chandra meretas cctv apartemen dimana Mia tinggal hanya untuk melihat dimana letak unitnya.


Dan benar saja, lima belas menit yang lalu tampak Mia memasuki sebuah unit apartemen yang berada di lantai empat. Chandra kembali melajukan motornya menuju apartemen itu.


Rasanya niat Chandra tidak berjalan mulus begitu saja. Sesampainya di depan gerbang apartemen, dia dihentikan oleh satpam yang menanyai identitas dan maksud kedatangannya. Kemudian Chandra mengeluarkan kartu identitasnya dan mengatakan kalau akan bertemu dengan salah satu penghuni apartemen yang bernama Mia.


“Ada kepentingan apa anda bertemu dengan Nona Mia?” tanya satpam itu penuh intimidasi.


“Ada urusan penting antara Ayah saya dengan Papa Nona Mia, yaitu Tuan Kenzo.” jawab Chandra.


Entahlah, Chandra sungguh bingung mencari alasan yang tepat. Dia memakai nama Kenzo hanya sebagai pengalihan saja. Dan mengenai Mia yang menjadi anak Kenzo, Chandra tidak yakin. Dia juga sudah siap akan dihajar oleh satpam itu dengan alasan berita bohong.


“Baiklah, silakan masuk!” ucap Satpam itu kemudian.

__ADS_1


Chandra tercengang saat satpam itu mempersilakan masuk begitu saja. Jadi benar, Mia Allura adalah anak dari Kenzo. setahu Chandra anak Kenzo hanya Feby dan Fico. Perasaanya semakin tak karuan sekaligus cemas. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.


Chandra segera memarkirkan motornya, lalu menuju unit apartemen Mia. Dia berpikir keras bagaimana bisa masuk ke unit itu dengan mudah. Kalau perempuan bernama Mia itu memang sepertinya sangat dilindungi, sepertinya dia akan tahu siapa orang yang akan datang menemuinya. Chandra berharap satpam tadi tidak menghubungi Mia. Bisa gagal rencananya.


Kini Chandra sudah berada di lantai empat. Dia msih belum mendekati unit itu. Keadaan sekeliling juga sangat sepi, karena sepertinya lantai empat hanya dihuni perempuan itu.


“Bagaimana ini?” gumam Chandra.


Tak lama kemudian tampak seorang pria berjaket orange berjalan ke arahnya dengan membawa paper bag yang diduga adalah makanan yang dipesan oleh salah satu penghuni lantai empat.


“Mas, mau kirim makanan?” tanya Chandra.


“Iya. Kenapa?”


“Kirim ke unit no berapa? Soalnya saya sedang mencari teman saya tapi lupa no unitnya. Barangkali Mas menjadi langganan teman saya.” jawab Chandra dengan hati-hati.


“Mia” jawab Chandra spontan.


“Oh, ya benar di lantai ini. Nona Mia juga langganan tetap dengan saya. ya sudah ayo barengan saja, Mas!” ajak kurir itu kemudian.


Namun dengan cepat Chandra mencekal lengan kurir itu dan membisikkan sesuatu. Kurir itu tampak mengangguk paham, lalu Chandra memberikan beberapa lembar uang.


Semnatar itu Mia di dalam unit apartemennya tampak baru saja selesai mandi. perutnya sudah lapar tapi kurir makanan belum menunjukkan tanda-tanda akan datang. Dia tidak bisa melacak lokasi keberadaan kurir itu karena Mia memesannya secara offline dan sudah berlangganan tetap.

__ADS_1


Ting tong


Mia mendengar bel apartemen berbunyi. Sebelum membukakan pintu, dia melihat dulu dari lubang pintu, siapa yang datang. Dan ternyata kurir makanan.


Cklek


Mia membuka pintulalu menerima paper bag yang berisi makanan tanpa keluar dari unitnya. Hanya tangannya saja yang tampak.


“Terima kasih, Mas!” ucap Mia lalu kembali menutup pintu tanpa melihat kurir itu langsung pergi atau tidak.


Mia kesulitan menutup pintu karena merasa ada yang menghalanginya. Dia menoleh lalu pintu itu terdorong cukup kuat dan seseorang menutupnya lagi dan menguncinya.


“Hei siapa kamu?” pekik Mia ketakutan saat melihat pria asing memasuki unit apartmennya.


Pria itu berbaik badan lalu menatap lekat mata Mia. Mia sangat terkejut dengan sosok pria yang kini berdiri di hadapannya. Tetapi tidak dengan Chandra.


“Kamu!”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2