Suami Kedua

Suami Kedua
Berjanji


__ADS_3

Feby tampak berjalan tergesa-gesa setelah mobil yang dikemudikan Fredy baru saja sampai rumah sakit. Meskipun Fredy sudah mengatakan kalau Chandra hanya mengalami luka ringan, namun Feby tetap saja mengkhawatirkan keadaan suaminya.


“Papa!” panggil Feby saat melihat Kenzo sedang duduk di kursi tunggu ruang operasi.


Feby sunggu terkejut kenapa Papanya bisa berada di sana. Apakah suaminya mengalami luka serius saat menghadapi Tuan Ibra tadi. tapi kenapa Fredy mengatakan kalau Chandra baik-baik saja.


Feby juga melihat wajah Papanya terluka. Kemudian dia segera berhambur ke pelukan Kenzo. wanita hamil itu tampak terisak dala pelukan Papanya.


“Pa! apa yang terjadi dengan suami Feby? Om Fredy bilang kalau suamiku baik-baik saja, tapi kenapa harus berada dalam ruangan operasi.”


Kenzo mengusap lembut kepala Feby. Dia mengulas senyum saat mengetahui betapa perhatiannya Feby terhadap suaminya.


“Sayang, sejak kapan kamu di sini?” ucap seseorang dari belakang, yang tak lain adalah Chandra.


Feby segera mengurai pelukannya lalu melihat ke sumber suara yang memanggilnya, yang ternyata itu adalah Chandra. Lantas siapa yang sedang ditunggu Papanya? Siapa yang menjalani operasi?


Chandra memeluk istrinya dengan erat. Dia sangat bersyukur keadaannya baik-baik saja dan bisa bertemu kembali dengan istrinya.


“Aku sangat senang keadaan kamu baik-baik saja.” ucap Feby setelah mengurai pelukannya.


Chandra hanya tersenyum lalu mengecup kening istrinya. “Bukankah sudah aku katakan kalau semuanya akan baik-baik saja. tapi, justru Reza yang mengalami luka parah.” ucapnya kemudian.


Deg


Feby terkejut. Ternyata yang ada dalam ruangan operasi itu adalah Reza. Ada rasa iba dalam hati melihat keadaan mantan suaminya yang mendapatkan luka parah. ditambah lagi luka itu ia dapatkan saat melawan Papa tirinya yang selama ini ia anggap Papa kandungnya.


Feby mendekati Papanya untuk menanyakan lebih jelas bagaimana keadaan Reza. Namun Kenzo hanya menjawab kalau dokter masih mengusahakan yang terbaik.

__ADS_1


“Sayang, lebih baik kita doakan saja semoga Reza baik-baik saja. dan operasinya berjalan lancar.” Ucap Chandra menenangkan istrinya.


Tak lama kemudian Sean datang setelah menyelesaikan beberapa administrasi. Pria yang sebentar lagi akan mendapat gelar kakek itu juga tampak terkejut melihat kehadiran Feby. Karena Sean takut terjadi apa-apa dengan kandungan menantunya jika Feby kecapekan.


“Biar Ayah dan Papa kamu yang menjaga Reza. Kamu pulanglah bersama suamimu, Feb!”


Chandra mengangguk setuju dengan saran ayahnya. Lalu dia segera menggandeng istrinya untuk pulang. karena Chandra sendiri juga butuh istirahat.


**


Sesampainya di rumah, Feby segera menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi. meskipun wajah Chandra terdapat beberapa luka lebam, menurutnya akan lebih baik jika Chandra mandi dengan air hangat sebelum istirahat.


“Sayang, terima kasih banyak. Kamu sedang hamil, tapi kamu masih terus melayaniku. Apa kamu nggak kecapekan?” tanya Chandra merasa tak enak.


“Nggak apa-apa. Aku bisa mengontrol tubuhku sendiri. Jika aku merasa lelah, aku akan istirahat. Sekarang lebih baik kamu mandi dulu, aku akan menyiapkan makanan untukmu.”


Selesai dengan ritual mandinya, Chandra segera menuju ruang makan. Di sana juga tampak istrinya sedang duduk menunggunya dengan beberapa hidangan makanan sudah tersaji.


“Ayo kita makan bersama!” ajak Chandra setelah duduk di samping istrinya.


Feby menggelengkan kepalanya. Dan hal itu membuat Chandra heran sekaligus bingung.


“Chan, maafkan aku. bukan akua da maksud lain, tapi jujur aku khawatir dengan keadaan Reza. Aku harap kamu jangan salah paham tentang ini.”


“Iya. Aku mengerti. Nanti setelah makan, aku akan menanyakan keadaan Reza pada Ayah. Sekarang temani aku makan dulu, ya?”


Akhirnya Feby mengangguk. Dia pun mengambilkan makanan untuk Chandra. Setelah itu mengambil untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Sesuai janjinya, setelah makan, Chandra menghubungi ayahnya. Dia bisa bernafas lega kalau beberapa menit yang lalu operasi Reza sudah selesai dan berjalan lancar. Saat ini dia sedang berada dalam ruang perawatan untuk pemulihan.


Feby pun juga merasa lega setelah mendengar kabar itu.


“Ya sudah, ayo kita masuk ke kamar. temani aku istirahat. Aku benar-benar sangat lelah.”


Di dalam kamar, Chandra tampak manja sekali dengan istrinya. Pria itu tidur dengan meletakkan kepalanya di atas pangkuan istrinya. Padahal hanya beberapa jam saja tidak bertemu dengan Feby. Tapi bagi Chandra rasanya berhari-hari. Terlebih kepergiannya tadi demi menghempaskan orang-orang yang telah berbuat jahat terhadap keluarganya.


“Katanya lelah? Kenapa nggak tidur?” tanya Feby sambil mengusap lembut kepala suaminya.


“Lelahku hilang saat berada di dekat istriku yang paling cantik dan penyayang ini.” jawab Chandra sambil mengulas senyum, mendongak menatap Feby.


Kemudian Chandra menghadap perut Feby dan menciumnya. Feby juga tersenyum mendapat perhatian dari suaminya. perhatian yang tidak hanya ditujukan untuk dirinya saja, melainkan untuk janin yang sedang dalam kandungannya.


“Sayang, berjanjilah untuk terus berada di sampingku. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan kamu. Maafkan semua keegoisanku selama ini.” ucap Chandra.


“Aku berjanji akan selalu setia bersamamu dan kita rawat bersama anak-anak kita nanti.”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2