
Nayla menarik gorden lalu membuka jendela kamar nya agar sirkulasi udara bisa bertukar dengan baik,mulai dari merapikan rumah hingga membuat sarapan di lakukan perempuan cantik ini.
Nayla tersenyum gemas melihat Aslan yang tengah tertidur pulas sambil memeluk Vero sang anak.
"Mas bangun,kamu harus ke kantor" bisik Nayla pelan takut membangunkan Vero yang masih tertidur.
"Hmmmmm lima menit lagi sayang"
Nayla menarik selimut lalu memencet hidung sang suami.
"Mas nanti telat loh"ujar Nayla tersenyum jahil
Nayla hendak pergi tapi tangan nya di tarik Aslan Membuat nya ikut terduduk di ranjang.
"Mas,nanti Vero bangun"ujar Nayla lagi
"Cium dulu sayang"
"Genit"
"Genit sama istri sendiri usia tidak ada larangan nya bukan"
Nayla tersenyum malu saat Aslan mencium bibir nya sekilas.
Nayla bangkit lalu berjalan mengambil handuk untuk Aslan.
"Mandi dulu terus sarapan,nanti kopi nya malah dingin"
Aslan memeluk tubuh sang istri dari belakang .
"Mas,kamu ini aku perhatikan nggak disiplin banget kerja nya, suka-suka kamu,ntar di pecat loh mas,Zaman sekarang susah cari kerjaan"
"Kalau aku pengangguran kamu nggak mau sama aku sayang?" tanya Aslan menatap lekat wajah sang istri.
"Bukan begitu mas,kamu kan sudah punya pekerjaan baik, sayang saja kalau di tinggal cuma karena jarang masuk"jelas Nayla
"Bos ku baik sayang jadi tidak mungkin di pecat"
"Meskipun baik nggak boleh seenaknya gitu mas,hargai kebaikan nya" ingat Nayla membuat Aslan hanya tersenyum kecil dan mengeratkan pelukannya lagi.
Aslan menjatuhkan dagu nya di pundak Nayla rasanya sangat nyaman.
Tapi tiba-tiba tangan Aslan menjalar ke bagian P*yud*ra Nayla hingga perempuan cantik itu refleks memekik sampai Vero terganggu dari tidur nya.
"Mas..... kebiasaan deh,lihat tu Vero jadi terusik karena kamu"
"Kok aku! Kamu yang jerit sayang"
__ADS_1
"Ya tapi kan karena kamu"
Aslan menggigit kecil pundak Nayla,dia gemas dengan sang istri.
"Ma-s" Gumam Nayla menahan suaranya
Aslan membuat tanda merah di leher Nayla, perempuan ini sedikit kesal karena suaminya ini selalu saja membuat mahakarya untung saja jika keluar rumah Nayla selalu memakai hijab hingga tak terlihat oleh orang lain.
"Ah.....Ma-s"
Aslan melakukan hal yang membuat Nayla benar-benar gila akan sentuhan sang suami,baru saja semalam mereka melakukan nya dan pagi ini Aslan Sudah meraba tubuh nya, selama pernikahan hanya beberapa kali saja mereka tidak melakukan nya.
Satu tangan Aslan Sudah berhasil memanjakan area sensitif Nayla hingga Nayla mendesah keenakan.
Posisi mereka sudah saling berhadapan membuat Nayla tidak tahan untuk tidak mencium tengkuk sang suami, Ciuman Nayla kali ini sedikit liar dia sudah mulai berani mengekspresikan dirinya hingga Aslan tersenyum puas.
Nayla memeluk tubuh sang suami,kaki nya terasa lemas saat Aslan mempercepat tempo permainan tangan nya hingga akhir nya Nayla gemetar dan menyerah kan tubuh nya pada Aslan.
Aslan menarik tangan nya keluar dan tersenyum manis.
"Mas kami jahat pagi-pagi sudah bikin aku lemas" rengek Nayla
"Temani aku mandi sayang" ajak Aslan dengan menaikkan satu alisnya,Nayla tau arti ucapan sang suami, pasti bukan hanya sekedar mandi biasa.
"Tapi Vero"
"Nanti kamu terlambat loh mas"
"Nggak papa sayang,telat dikit juga"
Akhirnya Nayla mengalah mengikuti langkah sang suami ke kamar mandi.
****
"Kamu datangi Nayla,Yud. jangan keenakan dia di sana, lagian kamu juga bodoh memberikan Vero pada Nayla jadi nya begini kan!" oceh sang ibu
"Biar kan saja bu sampai Nayla. Menyerah sendiri,suami baru nya tidak akan mungkin mampu menghidupi Vero"
"Bagaimana jika Nayla hamil? Itu justru tidak akan mungkin dia kembali pada kamu Yud"
Yudha terdiam sejenak,ya bagaimana jika Nayla hamil, selama ini Yudha yang selalu memakai pengaman karena memang mereka yang sepakat belum mau menambah sedang kan ini suami baru nya sudah pasti mereka bermain tanpa pengalaman.
****
"Kan udah dingin kamu sih mas pake acara main segala"oceh Nayla
"Nggak papa sayang asal kamu yang buat tetap enak kok"
__ADS_1
"Gombal" cebik Nayla membuat Aslan terkekeh kecil
Tiba-tiba ponsel Aslan berbunyi dan dia segera mengangkat nya.
"Ya Bay" jawab Aslan
"Ya gue ke kantor sekarang" ujar nya lagi lalu menutup ponselnya
"Kenapa mas?"
"Ada klien yang mau bertemu pagi ini"
"Kan aku bilang juga apa,mas belum sarapan!"
"Aku berangkat sekarang saja sayang nanti macet" ucap Aslan melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Aku bekalin aja ya mas,takut nya kamu malah telat makan nanti"
"Ya sayang,kamu pengertian banget deh jadi makin cinta" jawab Aslan meneguk kopi yang sudah dingin buatan istri nya ini
Nayla dengan cekatan menyalin sarapan ke dalam T*pperw*re agar sang suami bis makan di kantor nanti.
"Papa" panggil Vero membuat Aslan yang hendak berangkat menoleh ke arah kamar,Vero sudah berdiri di depan pintu kamar sambil cemberut.
"Kenapa sayang? Papa mau ke kantor" sahut Nayla
"Papa" panggil Vero lagi
"Iya sayang papa ke kantor dulu ya, nanti kita main setelah papa pulang dari kantor" jawab Aslan lembut, lelaki tampan itu mendekat ke arah anak sambung nya ini dan mencium pipi Vero.
"Bau acam,Vero mandi dulu ya sayang setelah itu makan biar kuat"bujuk Aslan
"Tapi Vero mau ikut"
"Papa kerja dulu sayang,cari uang buat kita,Vero sama bunda ya" ujar Nayla ikut mendekat setelah meletakkan bekal Aslan diatas meja.
Vero benar-benar tidak bisa jauh dari Aslan saat ini, justru dia merasa Aslan lah ayah kandung nya padahal beru beberapa hari bersama mereka sudah sangat dekat.
"Vero mau mainan kan? Papa cari uang nya dulu sayang,papa janji akan cepat pulang" bujuk Aslan
"Janji ya pa"
"Iya,jangan nakal ya! Jaga mama di rumah" ucap Aslan dan di anggukki Vero
Aslan mencium pipi Nayla dan Vero berganti lalu mengambil kotak bekal nya dan segera berangkat.
Hati Nayla benar-benar terenyuh melihat Vero melambaikan tangan pada Aslan,Nayla merasa keluarga nya kini sangat sempurna akan kah dia tega membuat semua ini berantakan jika di kembali pada Yudha.
__ADS_1
Nayla menghela nafas panjang seperti nya dia aka bicara pada Yudha kalau dia tidak bisa melanjutkan hubungan lagi dengan lelaki itu dan dia akan perjuangkan hak asuh Vero karena Aslan seperti nya sudah mendukung nya untuk mengambil Vero dari Yudha.