
"Saya akan jelaskan siapa perempuan di sebelah saya ini"ujar Aslan tegas,saat ini sudah ada Yudha, Cindy dan Murni di dalam ruangan nya bahkan ada juga Vero yang sedang bermain bersama Bayu agar tidak menangis.
"Nayla ini istri sah saya dan saat ini dia tengah mengandung anak saya jadi jangan coba-coba ada yang menyakiti nya" jelas Aslan membuat Yudha terdiam sedang kan Nayla hanya menunduk kan kepala nya..
"Tidak ada istri kedua atau perselingkuhan karena kami menikah murni dalam keadaan lajang" lanjut Aslan lagi membuat Yudha menggeleng kecil,kenapa bisa Aslan yang menjadi suami Nayla karena kecil kemungkinan Yudha bisa merebut nya dari Alsan.
"Jadi siapa yang mengatakan Nayla istri kedua pak Hendro bu Murni?" tanya Aslan
"Cin-dy pak" jawab Murni gugup
"Bu-kan pak,kenapa jadi saya bu,saya hanya mengatakan kalau bu Nayla mencari pak Hendro bukan istri kedua" sanggah Cindy membela diri
"Tapi kau dan Yudha yang datang menyakini saya" tunjuk bu Murni
"Ma,jangan emosi" bisik Pak Hendro pada istrinya ini
__ADS_1
"Tapi memang mereka biang nya pa"
"Ya tapi tidak perlu emosi ma, tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan emosi"
"Lalu sekarang kalian ingin bagaimana?" tanya Aslan lagi
"Pak saya minta maaf atas kesalahan istri saya pak tapi dia sama sekali tidak bermaksud untuk melabrak bu Nayla, tolong beri saya kesempatan pak"
"Saya bisa saja memberikan kesempatan pak Hendro tapi apa istri saya mau? secara beliau sedang hamil muda saat ini dan tentunya dengan kejadian ini dia menjadi syock"
Yudha menatap lekat pada Nayla yang hanya diam saja, berkali-kali Aslan menegaskan kalau sang istri sedang hamil anak nya jadi tidak mungkin ada harapan untuk Yudha bisa bersama Nayla lagi.
"Iya bu Nayla ma-af kan saya" ujar Murni menangkup kedua tangan nya
"Saya maaf kan pak bu,tapi untuk menjadi pelajaran bagi kalian mencari kebenaran kasus nya terlebih dahulu baru bertindak sekarang banyak sekali teman yang lempar batu sembunyi tangan" sindir Nayla membuat Cindy ikut menunduk takut.
__ADS_1
"Iya bu,saya khilaf kalau saja bukan Cindy yang datang menghasut sudah pasti saya tidak akan begini bu"
"Ya sudah semua nya di jadikan pelajaran saja ya bu,jangan suka menyimpulkan sesuatu dengan emosi jadi nya tidak bak" ujar Nayla dan di anggukki Murni,Murni benar-benar minta maaf pada Nayla karena sudah salah sangka sedangkan Yudha dan Cindy hanya diam tak mau mengakui kesalahan mereka.
Aslan mengizinkan murni dan suaminya untuk pulang sedangkan Aslan dan Cindy masih di tahan di ruangan nya.
"Jika kalian tidak menyukai saya ataupun istri saya kalian bisa angkat kaki dari perusahaan ini"
"Pak- sa-ya tidak bermaksud demikian,ini hanya kesalah pahaman saja pak"
"Untuk satu Minggu kedepan kalian tidak usah masuk dan gaji kalian saya potong,jika tidak suka silahkan angkat kaki"
Yudha mengepalkan tangannya kuat,tak ada yang bisa dia perbuat saat ini melawan juga percuma dia pasti akan kalah dengan orang yang beruang.
Nayla tidak sedikit pun melihat kearah Yudha begitu juga Vero yang tengah asik bermain dengan Bayu,hati Yudha sedikit sakit karena Vero tak mau menyapa nya,ntah apa yang di berikan Nayla pada anak nya hingga Yudha merasa Vero menjauh dari nya.
__ADS_1
"Saya rasa semua nya selesai kalian boleh keluar" ucap Aslan, Yudha dan Cindy segera keluar dari ruangan Alsan dengan perasaan kesal.
"Sial!" gumam Yudha pelan saat berjalan keluar.