Suami Kedua

Suami Kedua
Ceroboh


__ADS_3

“Maaf, Kak. Saya tidak sengaja.” Ucap pelayan café yang tanpa sengaja menumpahkan minuman ke baju Chandra.


Pelayan café itu juga sedang memunguti pecahan gelas di lantai. Chandra juga tampak membersihkan noda minuman yang mengotori bajunya, walau sama sekali tidak membuatnya bersih, justru semakin kotor. Sedangkan si tersangka yang membuat ulah masih sibuk dengan gadgetnya.


“Nona, jika sibuk dengan gadget anda sebaiknya duduklah!” geram Chandra saat melihat perempuan itu masih belum menyadari kesalahannya.


“Hei, Nona! Apakah anda dengar? Atau anda memang tul-“


“Iya, ada apa?” potong perempuan itu setelah memasukkan ke dalam tasnya.


Rasa kesal Chandra menguap begitu saja saat bertemu kembali dengan perempuan saat di bandara dulu. Namun dengan kejadian yang sama seperti ini, Chandra berpikir bahwa memang perempuan itu sangat ceroboh.


“Apa anda tahu apa yang telah anda lakukan?” tanya Chandra dengan tegas.


Perempuan yang bernama Feby itu terdiam sesaat lalu melihat sekelilingnya. Ada seorang pelayan caafe sedang memunguti pecahan gelas dan membersihkan lantai. Lalu tatapan mata Feby tertuju pada baju Chandra yang berwarna merah akibat tumpahan minuman.


“Ma..maafkan saya. saya benar-benar tidak sengaja.” Ucap Feby sambil tertunduk.


“Sudahlah, semua sudah terlambat.” Ucap Chandra pura-pura kesal lalu segera menuju toilet.


Feby tampak termenung dan merasa semakin bersalah. Dia akhirnya meminta maaf pada pelayan café tadi dan segera menyusul Chandra untuk meminta maaf kembali.


Feby berjalan menuju toilet. Dia berhenti tepat di depan toilet pria. Karena tidak mungkin dia masuk begitu saja dan mencari Chandra. Setelah menunggu beberapa saat, Chandra keluar dari toilet. Seketika itu Feby menghalangi jalan Chandra dan memegang lengannya.


“Maaf! Maafkan aku. aku tadi benar-benar tidak sengaja.” Ucap Feby.

__ADS_1


Chandra diam sambil melihat lengannya yang sedang digenggam oleh Feby. Dan Feby langsung melepasnya.


“Aku akan mengganti kerugian yang telah aku perbuat. Aku akan mengganti baju kamu yang sudah terkena noda minuman itu.”


“Apa kamu tahu baju ini adalah baju pemberian dari cewekku? Bagaimana kalau dia tahu baju ini kotor dan terkena noda merah seperti ini? aku juga tidak yakin nodanya bisa hilang atau tidak.” Ucap Chandra pura-pura marah. Dia hanya ingin mengerjai Feby saja. Apakah perempuan itu sama sekali tidak ingat dengan dirinya yang dulunya sangat dekat.


“Lalu apa yang bisa aku lakukan?” tanya Feby.


“Aku tidak punya banyak waktu. Cepat beri nomor ponsel kamu! Akan aku pikirkan nanti dengan cara apa kamu mengganti rugi ini semua.” Jawab Chandra sambil menyodorkan ponsellnya pada Feby.


Feby pun menurut saja dan mengetikkan nomor ponselnya. Setelah itu mengembalikannya pada Chandra.


“Awas saja kalau kamu mencoba menghindar atau menolak panggilanku!” ucap Chandra lalu segera pergi meninggalkan Feby.


Chandra kini sudah kembali ke mejanya. Sedangkan Viana masih tampak asyik menikmati alunan music hiburan di café itu sambil menyesap minumannya.


“Nggak apa-apa. Tadi tidak sengaja ada pelayan café yang menumpahkan minuman.” Jawab Chandra santai lalu meneguk minuman yang ada di hadapannya.


Tak jauh dari tempat duduk Chandra dan Viana, tampak Feby yang sedang duduk bersama teman-temannya. Feby juga melihat dengan jelas bahwa Chandra sedang duduk bersama seorang perempuan cantik. Feby tahu kalau Chandra adalah pemuda yang ia temui saat di bandara dulu. Dan perempuan yang bersama Chandra saat ini adalah perempuan yang sama yang memeluk Chandra saat itu.


“Oh ternyata itu ceweknya. Pantas saja dia tadi sangat kecewa karena bajunya terkena noda. Dia juga pasti tidak ingin membuat ceweknya sedih dengan adanya noda pada baju pemberiannya.” Gumam Feby.


Setelah menghabiskan waktu lumayan lama, Chandra memutuskan untuk pulang. lagi-lagi Viana kembali menggandeng tangan kakaknya dengan manja. Dan hal itu tak lepas dari pandangan Feby yang masih berada di sana. Bahkan Feby terus memperhatikan kemesraan Chandra dan Viana yang ia kira sepasang kekasih.


**

__ADS_1


Chandra dan Viana sudah tiba di rumah. dan di garasi sudah ada mobil ayahnya yang terparkir. Itu tandanya Sean dan Lidia sudah pulang.


Di ruang tengah tampak ramai Kavi dan Mirza yang sedang bermain. Sedangkan Sean dan Lidia juga sedang menemani anak-anaknya bermain. Bahkan posisi Sean sedang tidur dengan kepalanya diletakkan pada pa-ha istrinya.


“Ehm..ehm… mesra sekali sih.” Ucap Viana yang tiba-tiba ikut bergabung dengan orang tuanya. Sedangkan Chandra memilih duduk tak jauh dari mereka.


“Ini buat contoh kalian nanti, meskipun sudah tua taapi tetap mesra dan romantic seperti Ayah dan Mama kamu.” Jawab Sean.


“Kalian dari mana?” tanya Lidia mematahkan kesombongan suaminya yang sedang pamer kemesraan.


“Dari hang out lah, Ma. Biar seperti yang lainnya. Ya nggak Kak?” jawab Viana sambil menaik turunkan alisnya menatap kakaknya.


“Dimana-mana tuh hang out sama ceweknya bukan sama adiknya. Kalau kamu nggak maksa juga aku ogah keluar tadi.” jawab Chandra sengaja mengerjai adiknya.


Bugh


Tiba-tiba saja bantal melayang mengenai tubuh Chandra.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2