Suami Kedua

Suami Kedua
menyesal


__ADS_3

Sebelum sore Yuda sudah datang membawa martabaknya.


"Bagus Yud,kerja kamu cepat" puji Bayu


"kamu langsung antar aja ke rumah Pak Aslan" ujar Bayu membuat Yudha kaget.


"Tapi Pak-"


"Tidak masalah kamu bilang saja titipan dari saya ya, saya masih ada pekerjaan penting"potong Bayu


Mau tidak mau Yuda harus mengantarkan martabak itu ke rumah pak Aslan sore ini juga.


"Kenapa harus ke sana sih" kesal Yudha tapi dia tidak bisa membantah,dia hanya seorang bawahan.


Sesampainya di rumah Aslan Yudha ingin kembali lagi karena dia terlalu gugup untuk bertemu Nayla.


"Kasih aja Yud dari pada ntar kamu dipecat"ujar Hendro


Yudha menggaruk kepalanya yang tidak gatal mau tak mau dia harus turun dari mobil saat ini.


Saat masuk ke depan pagar rumah Yudha melihat perempuan paruh baya yang sedang menyapu halaman rumah.


"Siapa ya?" tanya pembantu Nayla


"Mau cari pak Aslan bu"


"O.... sebentar ya"ujar Sang bibi ingin masuk tapi Nayla sudah keburu keluar rumah.


"Kenapa bi?"tanya Nayla


"Ada yang cari bapak bu"

__ADS_1


"Siapa?"


"Nggak tau"


Nayla berjalan keluar melihat Yudha yang memegang kantong kresek besar.


"Ma-s Yu-dha"


"Nayla"


"Panggil istri saya ibu" tekan Aslan yang baru keluar dari rumah membuat Yudha tertunduk takut.


"Maaf bu Nay-la" ujar Yudha pelan, hati nya tidak bisa menerima memanggil Nayla dengan sebutan ibu.


"Kenapa kamu kemari?"


"Ini pak mengantarkan pesanan pak Bayu buat bapak" jawab Yudha sambil mengulurkan kantong kresek nya


"Saya tidak tau pak,pak Bayu hanya pesan untuk membelikan itu di Bandung"


"Jadi Bayu meminta kamu yang ke Bandung?"tanya Aslan tak percaya dan di anggukki Yudha pelan


"Sini saya cek dulu kalau salah kamu pulang lagi ke Bandung" ujar Aslan sambil memeriksa pesanan nya itu, Jantung Yudha berdegup kencang saat Aslan menatap nya seolah ingin memangsa sedangkan Nayla hanya menggeleng kecil melihat kelakuan sang suami,dia tau kalau Aslan hanya menggertak saja tapi cukup membuat jantung Yudha tak karuan.


"Pas,kamu boleh pulang! Lain kali sopan jika bertamu ke tempat orang" ingat Aslan dan diangguki Yudha lalu segera pergi.


"Hufsss...." terdengar hembusan nafas lega saat Yudha memasuki mobil.


"Gimana?" tanya pak Hendro


"Keringat mas,udah yuk kita balik kantor aku capek"

__ADS_1


"Aku yang bawa mobil kok kamu yang capek sih yud"


"Capek pikiran capek Hati" jawab Yudha membuat pak Hendro terkekeh kecil, saat ini Yudha benar-benar menyesal melihat Nayla bersama orang lain.


"Mas nggak baik loh ketus gitu"


"Siapa yang ketus yang,cuma nggak suka cara dia panggil kamu aja"


"Ya kan bisa di bilang baik-baik"ujar Nayla


"Jadi ini buat apa mas, martabak sebayak ini?" tanya Nayla bingung melihat banyak nya kotak berisi martabak itu.


"Di bagikan saja yang ke tetangga,sisain dua kotak buat kita"


"Dua kotak kebanyakan mas"


"Buat bibi satu nya" jawab Aslan dan diangguki Nayla patuh


"Loh benar-benar bosan kerja ya Bay,gue minta nya elu tapi loe malah nyuruh Yudha"oceh Aslan melalui panggilan telepon


"Sorry bos,ada meeting penting yang nggak bisa gue tinggal tapi Yudha belinya bener kan"


"Bener sih tapi gue kesel lihat wajah dia "


"Gue sengaja minta dia buat pelajaran atas kesalahannya"


"Nggak masuk akan alasan loe, yang ada dia lihat Nayla dengan tatapan masih cinta"


"Wajar lah bro orang memang masih cinta tapi kan sekarang Nayla udah punya loe,gue sengaja biar Yudha lihat betapa bahagianya Nayla sama loe,bukan sama dia" ujar Bayu dari sebrang sana sambil terkekeh kecil dan Aslan mengangguk setuju.


"Ya udah gue masih ada kerjaan, makan aja martabak nya dulu kalau Ngidam yang aneh-aneh lagi kasih tau biar gue minta Yudha ke sana buat nganterin nya"

__ADS_1


"Sialan loe" ucap Aslan lalu menutup panggilan nya.


__ADS_2