Suami Kedua

Suami Kedua
Dipingit


__ADS_3

Sean semakin bingung mengenai homeschooling Chandra. Setelah istrinya pergi, pria itu lantas mendatangi kamar Chandra untuk menanyakannya langsung. dan kebetulan saat ini Chandra sedang belajar di kamarnya.


“Anak Ayah lagi sibuk sekali ya?” tanya Sean yang kini sudah duduk di sebelah Chandra.


“Nggak kok, Yah. Ada apa, Yah?”


Sean pun akhirnya menanyakan pada Chandra tentang kegiatan belajarnya selama ini bersama Fredy. Anak itu justru sangat nyaman dengan system belajar homeschooling yang diterapkan oleh Fredy. Chandra juga menolak saat ayahnya menawarkan untuk melanjutkan sekolah formal.


Sean pun lega. Jadi ia bisa mengatakan pada istrinya kalau memang Chandra yang sudah terlanjur nyaman dengan system belajara seperti itu. Mungkin nanti jika memasuki masa kuliah, Sean akan meminta Chandra kuliah secara formal.


*


Hari ini Sean bersama anak istrinya tengah bersiap pulang ke tanah air untuk menghadiri pesta pernikahan Xander dan Silvia yang rencananya akan diadakan tiga hari lagi. Sean sebenarnya sudah mengajak Bibi Anne dan Uncle Jonathan, namun Bibi Anne sedang kurang sehat. Jadi mereka hanya menitipkan salam saja pada si mempelai pengantin.


Perjalanan Sean kali ini sangat menyenangkan, karena dia kini ditemani oleh istri dan tiga anaknya yang tampak ramai.


Jonathan mengantar mereka ke bandara. Sean juga berpesan pada pria paruh baya itu kalau ia akan menghabiskan waktunya selama seminggu saat pulang nanti. Karena selain menghadiri acara pernikahan Xander dan Silvia, Sean juga akan mengajak istri dan anak-anaknya berlibur.


“Tidak masalah. Kalian bersenang-senanglah. Palingan juga Anne yang merindukan anak-anak kamu.” Ucap Jo sebelum mobil yang ia kendarai tiba di bandara.


Tak lama kemudian Sean sudah berada di dalam pesawat yang sebentar lagi akan take off. Ini adalah penerbangan pertama kalinya bagi Kavi. Bayi mungil Lidya yang masih berusia sekitar kurang lebih lima bulan. Lidia sangat bersyukur Kavi sama sekali tidak rewel saat dalam perjalanan ini.


Penerbangan Sean akan langsung menuju kota B, dimana tempat tinggal Xander dan Silvia berada. Disana dia akan menginap di hotel tempat acara pernikahan sahabatnya diselenggarakan.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih lima belas jam, akhirnya Sean sudah tiba di bandara kota B. kedatangan mereka disambut langsung oleh Xander. Si calon mempelai pria.


Xander mengulas senyum saat melihat kedatangan Sean beserta istri dan anak-anaknya. terlebih melihat Chandra, karena anak itu yang terlebih dulu memeluk Xander.


“Hai jagoan Om! Apa kabar?” tanya Xander.


“Chan baik, Om.”


Rasanya Xander ingin menyapa anak-anak Sean bergantian. Namun sayang, Xander harus segera mengantar Sean dan keluarganya ke hotel. Karena dia juga masih ada urusan pekerjaan.


“Calon pengantin kok masih sibuk wira-wiri? Harusnya kamu itu dipingit.” Seloroh Lidia saat sudah berada dalam mobil.


Xander mengerutkan kening heran. “Dipingit itu seperti apa?” tanyanya bingung.


“Memangnya masih ada jaman sekarang adat seperti itu? Memangnya kamu dulu sama Sean siapa yang mingit? Perasaan kalian justru malah tinggal bersama.”


Skak mat.


Lidia terdiam, tidak bisa menjawab sanggahan Xander, karena memang kenyataannya seperti itu. Bahkan dengan mantan suaminya yang pertama dulu, nikahnya juga dadakan. Apalagi sama Sean. Pria itu justru tinggal di tempat yang sama dengannya.


“Bagaimana urusan kantor?” tanya Sean mengalihkan perdebatan kecil antara Xander dan Lidia.


“Semuanya sudah beres. Hari ini terakhir aku ada jadwal meeting dengan klien sebelum aku cuti selama beberapa hari ke depan.” Jawab Xander.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah sampai hotel. Xander hanya mengantar sampai depan lobby hotel, setelah itu dia akan kembali ke kantor. setelah itu Sean mengajak istri dan anak-anaknya masuk ke dalam kamar yang sudah ia sewa.


Sean menyewa dua kamar hotel yang berdampingan. Satu kamar dengan double bed untuk Chandra dan Viana, satu lagi untuk dirinya bersama sang istri dan anaknya yang masih bayi. Meski usia Viana masih kecil, namun Sean sengaja membiarkan ia tidur dengan ditemani oleh Chandra. Karena Sean yakin Chandra bisa menjaga adiknya.


Baru saja Lidia keluar dari kamar Chandra dan Viana, ia sudah dikejutkan dengan kedatangan Silvia yang sudah berdiri tepat di depan pintu.


“Astaga Silvia! Kamu ini calon pengantin, kok malah disini?”


“Aku sangat merindukan anak-anak kamu. Jadi aku putuskan hari ini sekalian aku meniginap disini untuk persiapan acara lusa.” Jawab Silvia.


“Ya sudah. Kalau mau bertemu dengan Chandra dan Viana, dia ada di dalam. Tapi kalau Kavi, dia sedang tidur.”


“Baiklah. Aku akan menemani Chandra dan Viana dulu. Kamu bisa istirahat.”


Lidia mengangguk lalu mempersilakan Silvia masuk ke dalam kamar Chandra dan Viana.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2