Suami Kedua

Suami Kedua
Di usir


__ADS_3

"Gimana Nay?" tanya mama Aslan


"Udah mendingan ma,sakit nya sudah mulai berkurang"


"Apa lebih baik kalian menginap di sini saja,di sini ada bibi yang bisa mengurus Nayla"


"Di rumah juga ada ma" jawa Aslan cepat


"Tapi Vero bagaimana Lan,kalau di sini mama bisa bantu kamu"


Aslan menatap sang istri tapi Nayla hanya diam saja.


"Nanti aku bicara kan dulu dengan Nayla ma"jawab Aslan


"Vero main dulu sama Oma ya sayang,nanti kita beli mobilan baru,mau" bujuk mama Aslan dan di anggukki Vero cepat


Aslan melihat sang mama yang seperti nya tulus pada Vero, tidak mungkin mama nya tega mencelakai Nayla secara dia juga tau Nayla tengah hamil anak nya saat ini.


"Sayang,kamu mau tidur di sini?" tanya Aslan


"Pulang saja ya mas, soalnya aku nggak nyaman" aku Nayla


"Ya sudah kalau gitu kamu tunggu di sini ya,akuu temui mama dulu,jangan ke mana-mana,kaki nya masih sakit" ingat Aslan dan diangguki Nayla


Aslan keluar kamar ingin mencari mama nya tapi dia melihat kamar Dina terbuka,apa Dina ada di rumah? Jika ada kenapa dia tidak keluar.


Aslan mendekat ke kamar Dina.

__ADS_1


"Mas Aslan bawa istri nya ma,benci banget deh"


"Iya,,aku nggak suka! Aku nggak mau ketemu dia" ujar Dina berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon


"Aku dengar istri nya hamil,makin susah buat rebut mas Aslan lagi ma,tadi aku udah coba buat celakai istri nya tapi nggak berhasil,mas Aslan cepat bantuin dia padahal aku pengen banget lihat dia jatuh terus keguguran biar bisa ngerebut mas Aslan lagi"ucap Dina membuat Aslan mengepalkan tangan nya geram ternyata perempuan yang ini yang sudah mencoba mencelakai istri nya,dia sempat curiga pada mama nya sendiri.


Brugk..... pintu terbuka, terlihat wajah Aslan yang memerah karena marah.


"Ma-s"


"Ma sudah dulu ya nanti aku hubungi lagi" ujar nya menutup telpon


"Jadi kamu dalang nya,berani sekali kamu ingin mencelakai istri saya"


"Bu-kan mas,ma-s salah paham"


"Mas kamu salah paham,aku ti-dak"


"Plak" Aslan menampar wajah Dina membuat pipi nya memerah


"Kamu tampar aku mas? Kamu tampar aku hanya karena wanita murahan itu! Kita masih Keluarga mas sedangkan dia baru kamu temui"


"Jangan karena aku lelaki kamu kira aku tidak berani berbuat kasar pada mu,aku akan melakukan apapun untuk istri ku, apalagi sekarang Nayla sedang mengandung anak ku"tegas Aslan


"Aslan! Ada apa ini?" tanya mama nya yang mendengar keributan di kamar Dina


"Ternyata dia yang mencoba mencelakai Nayla ma,dia yang menumpahkan minyak di lantai itu" tunjuk Aslan

__ADS_1


"Dina!"


"Nggak tante,itu fitnah mas Aslan salah sangka " ujar Dina mengelak


"Masih mencoba berbohong kamu,atau saya harus lapor ke polisi agar polisi yang mencari bukti sendiri,terakhir bekas tangan siapa di botol minyak itu" ancam Aslan membuat Dina gugup,jelas bekas tangan nya karena bibi sudah selesai memasak.


"Dina tante tidak menyangka kamu begini"


"Ini semua karena Tante yang tidak bisa membujuk mas Aslan menikah dengan ku"


"Tante sudah jelaskan berkali-kali pada kamu Din,tante menyayangi kamu tapi tante juga ingin melihat Aslan bahagia"


Nayla yang juga mendengar keributan segera keluar, meskipun berjalan tertatih dia ingin tau kejadian apa yang tengah terjadi tapi Nayla hanya berdiri di depan pintu kamar saja.


"Aku mencintai istri ku Din, tidak ada yang bisa memaksa kami untuk berpisah meskipun itu kamu"


"Mas,aku rela jadi istri kedua kamu mas, Asal kan aku bisa menikah dengan kamu,Aku yang lebih pantas mendampingi kamu mas bukan wanita kampungan itu,dia hanya seorang Janda"


"Plak"Satu tamparan melayang di pipi Dina lagi, kali ini bukan Aslan yang memberikan nya melainkan Mama Aslan,dia tidak suka Dina menghina menantu nya.


"Tante!"


"Tidak ada yang salah dari status janda, mereka manusia biasa sama dengan kita,kemasi barang-barang mu dan pergi dari sini" usir mama Aslan,Nayla segera kembali ke kamar Aslan lagi dia tidak ingin mertua dan suaminya tau kalau dia mengintip.


Aslan juga segera meninggalkan kamar tersebut.


"Tante" pekik Dina saat mama Aslan ikut keluar tapi tak di hiraukan perempuan tua itu.

__ADS_1


"Perempuan kampung sialan, tunggu saja pembalasan ku" ujar Dina kesal karena dia di usir dari rumah Aslan.


__ADS_2