Suami Kedua

Suami Kedua
Mengirim Pesan


__ADS_3

“Tidak, Sayang! Ayo, aku lupa masih ada satu pekerjaan yang belum selesai tadi.” jawab Chandra beralasan.


Padahal sebenarnya dia sedang bingung dan serba salah harus menjawab seperti apa. Apakah memang seperti ini menghadapi makhluk PMS.


“Apakah kamu hanya beralasan? Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu hanya ingin menuruti kemauanku?”


Oh astaga!! Chandra benar-benar dilema. Kenapa istrinya juga seperti seorang cenayang begini. Chandra pun akhirnya berhenti dan menatap lekat mata istrinya.


“Sayang, maafkan aku. coba katakan, sekarang baiknya harus bagaimana?” tanya Chandra dengan nada selembut mungkin.


“Terserah kamu kalau mau tetap melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. aku akan pulang sendiri.” Jawab Feby dengan nada jutek dan pergi meninggalkan suaminya begitu saja.


Chandra pun tidak mungkin membiarkan istrinya pulang sendiri. Akhirnya dia mengikuti Feby yang berjalan memasuki lift.


“Katanya kamu masih ada pekerjaan? Jadi orang plin-mmmpphhh”


Tak kuat dengan amukan istrinya, dengan cepat Chandra membungkam bibir istrinya. Lalu ********** dengan kasar bibir yang telah membuatnya candu itu. Bahkan ia tidak mempedulikan Feby yang terus menepuk dadanya. Beruntungnya saat ini mereka berdua sudah berada dalam lift, hingga tak seorang pun mengetahui aksi mesumnya.


Argghhh


Bruk


Feby terpaksa menggigit bibir Chandra lalu mendorongnya kuat hingga membentur dinding lift. Nafas Feby masih terengah dengan lipstick yang sedikit belepotan.


“Kenapa? Mau protes lagi? aku akan melakukannya sekarang juga di dalam lift ini.” ancam Chandra dengan menahan gairahnya. Tangannya pun sudah siap melepas resleting celananya.


“Stop!! Ok maafkan aku. jangan lakukan di sini.” tolak Feby waspada.

__ADS_1


Chandra pun tidak jadi melanjutkan aksinya. Namun ia harus kuat menahan gairahnya sampai rumah setelah itu akan menghabisi istrinya tanpa ampun.


Keduanya kini saling terdiam dalam lift yang membawanya turun ke lantai dasar. Feby sama sekali tidak berani menatap wajah suaminya setelah mendapat ancaman tadi. sedangkan Chandra tidak menatap istrinya karena sedang menahan kuat sesuatu yang saat ini tampak sesak di balik celananya.


Ting


Pintu lift terbuka. Mereka berdua keluar dan berjalan beriringan. Sesampainya sampai basement pun Feby dan Chandra masih bertahan dalam diamnya.


Pandagan Chandra lurus ke dapan fokus dengan jalanan. Sedangkan Feby memilih melihat pemandangan dari luar kaca jendela.


Sesampainya di rumah, Feby keluar mobil terlebih dulu. Dia ingin segera membersihkan tubuhnya. Mungkin dengan seperti akan menghilangkan sedikit penat akibat perdebatan kecil dengan suaminya tadi. Chandra pun diam-diam mengejar istrinya.


Cklek


Feby memasuki kamarnya. Namun saat hendak menutup pintu, Chandra sudah terlebih dulu masuk. Dan Feby tidak mengetahuinya.


Chandra memeluk istrinya dari belakang lalu memutar tubuh Feby sampai berhadapan dengannya.


“Kenapa sejak tadi kamu diam? Apa kamu marah denganku? Apa kamu tidak suka dengan ciumanku lagi? kenapa sejak tadi kamu mengabaikanku? Kenapa? Katakan!” tanya Chandra dengan suara pelan namun tegas.


Feby menggelengkan kepala menahan air matanya agar tidak tumpah. “Aku… aku hanya tidak ingin kamu melakukan itu –“


“Kamu tidak ingin aku melakukannya? Apa kamu sudah bosan? Apa aku selama ini telah menyakitimu?” tanyanya lagi.


Feby kembali menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mau kamu melakukannya di tempat umum. Terlebih kamu sedang dalam keadaan emosi. Maafkan aku telah memancing emosimu tadi.” jawab Feby diiringi isakan kecil.


Chandra segera memeluk erat istrinya. Dia juga merasa bersalah akan sikap impulsifnya tadi.

__ADS_1


Setelah beberapa saat pelukannya terurai, Chandra mulai mencium bibir istrinya dengan sangat lembut. Ciuman yang mampu membuat Feby kembali terbuai dan menghilangkan rasa takut akan kemarahan suaminya baru saja. hingga akhirnya ciuman itu berubah semakin menuntut dan meminta untuk melakukan lebih dari sekadar permainan lidah.


“Sayang, puaskan aku!” lirih Chandra dengan mata sayunya.


Feby yang sedikit demi sedikit sudah pintar pun dengan perlahan melepas kancing baju suaminya. dia mulai bekerja aktif sesuai permintaan sang suami. feby lebih mendominasi permainan panas itu.


Dengan dirinya yang lebih aktif, Feby memilih posisi yang paling menjadi kesukaaannya. Namun, bukannya Chandra yang meminta dipuaskan oleh sang istri tadi?, tapi kenapa sekarang justru Feby yang lebih dulu mendapatkan pelepasannya. Tapi hal itu sama sekali tidak membuat Chandra marah atau tidak suka. Justru dia semakin tertantang dengan aksi istrinya yang sangat liar di atas tubuhnya.


Seperti biasa, jika Feby selesai mengalami pelepasannya, dengan cepat Chandra mengubah posisinya. Namun kali ini dengan sekali gerakan, ia mampu membalik tubuh istrinya dengan posisi membelakanginya. Setelah itu Chandra mengarahkan junior kesayangannya menuju inti Feby.


Inti Feby yang masih sangat sensitif dan berdenyut, kini rasanya sudah tidak bisa lagi dibayangkan. Hentakan demi hentakan yang dilakukan suaminya ternyata mampu membuatnya kembali mengalami pelepasan. Hingga mereka berdua mengeluarkan cairan hangat itu bersamaan.


***


Sementara itu saat ini seorang pria sedang duduk di ruang kerja apartemennya. Pria itu sedang megirim pesan ke nomor mantan istrinya. Namun pesannya tak kunjung terkirim. Padahal ada sesuatu yang sangat penting yang ingin ia sampaikan.


“Ayolah, Feb! cepat aktifkan ponsel kamu.” Gumam Reza setelah mengirim pesan itu.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2