Suami Kedua

Suami Kedua
Melarikan Diri


__ADS_3

Akhirnya siang itu di tengah hujan deras yang tengah membasahi bumi, ada sepasang manusia yang sedang menikmati pergumulan panjangnya. Baik Sean maupun Lidia sama-sama merasakan bahwa tubuh mereka masing-masing sudah seperti candu. Namun sampai saat ini Sean masih terus menggunakan pengaman agar istrinya tidak hamil.


Sean dan Lidia benar-benar menjaga komitmen yang telah disepakati berdua bahwa tidak akan mengandung terlebih dulu sebelum waktu yang ditentukan oleh dokter kala itu. Selain itu juga, Viana masih kecil dan masih membutuhkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya.


Cup


“Sekarang lebih baik kitab tidur.” Ucap Sean setelah mengakhiri drama percintaannya.


Lidia mengangguk lalu tidur dalam pelukan sang suami. karena badannya benar-benar terasa lemas. Begitu juga dengan Sean. Namun Sean hanya tidur sebentar. Dia harus melanjutkan pekerjaannya.


Sean mengambil ponsel yang ada dalam saku jasnya. Disana banyak sekali panggilan masuk dari Xander. Lantas pria itu bergegas masuk ke ruang kerjanya untuk menghubungi Xander.


“Ada apa?” tanya Sean saat teleponnya baru tersambung.


“Cih, dari mana saja sejak tadi sangat susah dihubungi”


“Lagi menikmati suasana panas di tengah hujan deras yang melanda.”


Xander yang mengerti maksud dari ucapan sahabatnya hanya bisa mencebik sebal. Pasalnya Sean seperti sedang meledek dirinya yang sudah lama menjadi jomlo dan tak kunjung menikah.


“Sorry-sorry nggak ada maksud meledek, hanya membenarkan saja.” Ucap Sean diakhiri gelak tawa dan semakin membuat Xander naik darah.


Setelah itu Sean mengubah pembicaraannya ke mode serius. Xander menghubunginya hanya ingin memberi tahu informasi mengenai keadaan Bryan.


“Ada apa lagi dengan baj****n itu?”


“Dia sudah tidak lagi dirawat di rumah sakit. Entah tiba-tiba saja dia menghilang dan aku tidak tahu kemana. Terakhir dokter yang menanganinya mengatakan kalau keadaannya semakin memburuk.”

__ADS_1


“Aku tahu. Pasti dibawa oleh David ke luar negeri. baguslah kalau begitu kamu sudah tidak perlu susah-susah mencari kabar terbaru darinya.”


“Baiklah. Setidaknya mulai sekarang aku akan bekerja dengan nyaman. Kalau kamu memerlukan bantuanku jangan sungkan-sungkan lagi.”


“Tunggu dulu! Kamu kerja apa? Kamu sudah aku kontrak seumur hidup untuk kerja denganku. Jangan macam-macam kamu, Xander!” ancam Sean.


“Mana ada seperti itu. Lagipula perusahaan kamu yang disini sudah bukan lagi milik kamu.”


“Kamu datanglah kesini. Tidak ada penolakan.”


Tut tut tut


Sean memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak, karena dia tahu Xander pasti akan menolak tawarannya untuk bekerja di kantor pusat. Mengingat saat ini sahabatnya itu tengah denkat dengan mantan sekretarisnya. Sebenarnya sudah lama Sean mengetahui itu semua, dia justru sangat senang Xander bisa kembali bersikap hangat terhadap wanita. Namun dia tidak mau terlalu ikut campur dengan hubungan mereka.


Sean mengecek beberapa email masuk dari berbagai rekan bisnisnya yang saat ini sedang menjalin kerjasama dengan perusahaannya. Beberapa tahun terakhir ini perkembangan perusahaan semakin baik. Walau kepemimpinan Sean belum ada setahun. Tapi setidaknya dengan kemajuan ini, dengan cepat Sean bisa membuka cabang perusahaan baru lagi.


“Secepatnya aku harus menemui pria itu sebelum dia pergi melarikan diri. Apalagi setelah tahu bahwa bosnya sudah dibawa pergi ke luar negeri.” gumamnya.


Sean keluar dari ruang kerjanya lalu masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sekalian berendam dengan air hangat. Lidia sudah tidak ada di kamar. sepertinya wanita itu sedang sibuk membantu Bi Rani di dapur, atau mungkin sedang bersama anak-anaknya di ruang tengah.


Cklek


Lidia masuk ke kamar sambil menggendong Viana seperti hendak mengambil sesuatu. Dan bertepatan dengan Sean yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Kamu sudah mandi? aku kira masih sibuk di ruang kerja.” Tanya Lidia.


“Tunggu sebentar, aku siapkan baju ganti dulu.” Lanjutnya lalu mengambilkan baju ganti untuk Sean. Sedangkan Viana diletakkan di atas kasur.

__ADS_1


Sean segera bergabung dengan putri cantiknya yang sedang tertawa kegirangan di atas kasur dengan membawa mainan di tangannya. Sean menciumi pipi gembul Viana yang sangat menggemaskan.


Lidia yang selesai mengambilkan baju untuk suaminya tertegun melihat interaksi anak dan ayah itu. Viana terlihat senang saat bercanda dengan ayahnya.


“Lebih baik kamu ganti baju dulu!” ucap Lidia.


“Sebentar, aku masih ingin bermain dengan Viana. Aku sangat bersalah padanya karena akhir-akhir ini aku sering mengabaikannya.” Jawab Sean yang kini sudah menggendong Viana lalu diajaknya berjalan menuju balkon.


Lidia mengikuti langkah suaminya ke balkon yang menggendong Viana. Dia pun ikut memeluk Viana sambil menyandarkan kepalanya di lengan sang suami.


“Kalian semua adalah semangat hidupku. Jangan pernah lelah menemaniku baik dalam suka maupun duka. Jangan pernah bosan!” ucap Sean sambil melihat mata lentik Viana yang sangat mirip dengan Lidia.


“Ayahhhhhhh, Mamaaaaaaaaaaaaa!!!!”


Teriak anak kecil yang baru saja masuk ke kamar orang tuanya.


.


.


.


*TBC


Nah Othor dah up 3eps loh gaesss.... jangan lupa tinggalkan jejaknya. like, komen, vote, dan gift sebanyak-banyaknya ya🤗🤗😁


Happy Reading‼️

__ADS_1


 


__ADS_2