Suami Kedua

Suami Kedua
Mengerjai Viana


__ADS_3

Meskipun penghuni rumah terdiri dari kedua orang tua, adik-adiknya dan pembantu, Namun tanpa diketahui banyak orang diam-diam Chandra memasang kamera cctv di kamarnya. Kamera cctv itu berbeda dengan kamera cctv pada umumnya. Bentuknya sangat kecil dan ia letakkan di tempat yang sangat aman dan tidak bisa dijangkau orang. Namun bisa melihat semua kegiatan yang dilakukan dalam kamar itu.


Rasa lelah setelah seharian bekerja harusnya segera dipakai untuk istirahat, namun melihat rekaman cctv itu membuat Chandra sangat kesal. Bagaimana tidak kesal, selain melihat Viana yang telah lancang masuk kamarnya, ternyata gadis itu juga lancang membuka isi laptopnya. Chandra juga heran bagaimana bisa Viana tahu paswordnya.


Chandra kini beralih membuka laptop yang tadi dibuka Viana. Dia ingin meelihat riwayat data apa saja yang telah dibuka oleh adiknya. Chandra membelalakkan matanya saat begitu banyak data yang dibuka Viana. Dan terakhir ada satu folder yang dibuka, dimana folder itu berisi foto Feby.


“Sialll!!” umpatnya.


Meskipun demikian Chandra sedikit lega karena tidak menyimpan foto-foto Feby yang lainnya dalam laptop itu. Setidaknya dia cukup merasa aman. Tapi bagaimana pun juga adiknya itu harus tetap diberi hukuman.


Setelah itu Chandra mematikan laptopnya. Badannya sudah sangat lelah dan matanya tidak bisa diajak kompromi. Kemudian Chandra berganti baju secara kilat dan mencuci mukanya terlebih dulu baru tidur. Dan untuk hukuman Viana, akan dia pikirkan besok.


***


Pagi haarinya Chandra sudah terbangun lebih dulu. Hari ini dia bisa bersantai karena tidak ada pekerjaan. Setelah beberapa hari disibukkan dengan pekerjaan dari kantor Kenzo, hari ini Chandra mau have fun. Tentunya sambil memberikan hukuman pada adiknya yang telah lancang masuk kamar tanpa ijin.


Saat ini Chandra sedang duduk di meja makan sambil menunggu mamanya menyiapkan menu sarapan. Lidia menyiapkan segelas susu hangat untuk anak sulungnya itu. Sedangkan Chandra asyik memainkan gadgetnya.


“Tumben Kak sudah disini?” tanya Viana yang baru saja masuk ruang makan dengan memakai seragam sekolah.


“Hmmm” jawab Chandra singkat dengan mata tetap fokus pada layar ponselnya.


Tak lama kemudian disusul oleh Kavi dan Mirza yang juga sudah siap berangkat sekolah. Suasana meja makan tampak ramai dengan ketiga adik Chandra yang sedang berbincang-bincang.


“Kamu sudah sehat, Vi? Kalau masih pusing lebih baik istirahat dulu di rumah.” tanya Lidia.

__ADS_1


“Sudah, Ma. Hari ini Vian harus masuk karena ada ulangan harian.” Jawab Viana.


Chandra sejenak menghentikan aktivitasnya saat mendengar pertanyaan dari mamanya yang dilontarkan pada Viana. “Viana sakit? Jadi kemarin anak itu tidak masuk sekolah. Pantas saja dia bisa seenaknya masuk kamar tanpa ijin.” Batin Chandra sambil melirik adiknya dengan tatap sengit.


“Ya sudah kalau begitu. Oh ya, Chan nanti siangan dikit antar Mama belanja bulanan.” Pinta Lidia.


“Iya, Ma!”


Tak lama kemudian si kepala keluarga masuk ke ruang makan dengan setelan kerja yang sangat rapi. Siapa lagi kalau bukan Sean. Pria itu mengulas senyum tipis saat melihat kebersamaan anak-anaknya di meja makan. Lidia juga sudah selesai menyiapkan menu makanannya, kini tinggal menyantapnya bersama.


Usai sarapan, satu per satu adik-adik Chandra berangkat sekolah dengan diantar oleh sopir. Namun Chandra menghentikan langkah Viana saat gadis itu baru saja keluar dari ruang makan setelah berpamitan pada orang tuanya.


“Ada apa, Kak?”


Mata Viana berbinar. Dia menganggukkan kepala dengan antusias. Viana sangat senang kalau sekolah diantar oleh kakaknya.


“Sekalian nanti sore kalau kamu mau aku juga bisa menjemputmu.” Tambah Chandra.


“Mau banget, Kak. Ya sudah nanti jemput aku seperti biasanya.” Jawab Viana sambil melenggang keluar rumah. sedangkan Chandra masuk garasi untuk mengambil motornya.


Chandra sengaja melakukan trik seperti itu. Dia tidak ingin membuat adiknya curiga dengan tiba-tiba menjemputnya nanti saat pulang sekolah. Karena dia ingin mengerjai Viana saat jam pulang sekolah selesai. jadi Chandra ingin membuat hati adiknya senang terlebih dulu sebelum nanti sore mengerjai habis-habisan.


Viana tampak memeluk erat kakaknya saat Chandra memboncengnya. Chandra juga tampak asyik mengajak adiknya berbicara. dia juga sempat menyinggung kegiatan Viana kemarin ngapain saja saat sedang sakit.


“Ya istirahatlah, Kak. Namanya juga sedang nggak enak badan.”

__ADS_1


“Iya juga sih. Kamu kemarin siang keluar kamar nggak, Vi? Soalnya aku lupa kunci pintu kamar. apa Bi Lena masuk masuk kamar dan membersihkan kamarku?” tanya Chandra sambil melihat wajah adiknya dari balik kaca spion.


Viana gelagapan mendapati pertanyaan seperti dari kakaknya. Apakah kakaknya tahu kalau yang masuk kamar bukan Bi Lena, melainkan dirinya sendiri.


“Engg, aku nggak tahu, Kak. Seharian kemarin ak..aku di ka..mar saja.” Jawab Viana terbata.


“Oh nggak tahu, ya? Kenapa kamu jawabnya terbata seperti itu?”


“Kak berhenti!” teriak Viana saat motor Chandra haampir kelewatan berhenti.


Chandra menghentikan motornya lalu Viana segera berlari masuk ke sekolahannya demi menghindari pertanyaan kakaknya.


“Tunggu saja nanti, Vi!” gumamnya sambil tersenyum sinis.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


 

__ADS_1


__ADS_2