
Usai makan malam, Chandra tidak benar-benar melakukan apa yang baru saja ia katakan pada Feby. Pria itu cukup mengerti kalau istrinya benar-benar kelelahan. Kini mereka berdua hanya tiduran sambil berbincang santai.
Chandra mengatakan kalau selama tinggal di sini ia akan kembali bekerja ke perusahaan milik ayahnya yang saat ini masih dipegang oleh Fredy.
“Lalu jika kamu ke kantor, aku sendirian di rumah sebesar ini?” tanya Feby.
“Nggak, Sayang. Mana mungkin aku membiarkan kamu sendirian di rumah. kamu ikut aku ke kantor.” jawab Chandra sambil merapikan anak rambut Feby yang tampak berantakan.
Feby hanya mencebikkaan bibirnya saat mendengar jawaban Chandra. Dia membayangkan seperti apa bosannya nanti saat hanya diam dan duduk manis menunggu suaminya yang sedang sibuk dengan pekerjaan kantor.
“Hei, bibir kamu manyun seperti itu membuatku ingin ********** lagi.” ucap Chandra sambil mendekatkan wajahnya pada Feby.
“Nggak! Please jangan dulu, aku masih capek.” Ucap Feby sambil mendorong pelan dada Chandra.
“Baiklah, baiklah. Sekarang katakan, kenapa kamu tiba-tiba manyun seperti itu?”
Feby sedikit memperbaiki posisinya lalu mengutarakan isi hatinya jika nanti ikut pergi ke kantor menemani Chandra yang sibuk dengan pekerjaan. Pasti sangat membosankan.
“Sayang, kamu kan belum menjalaninya. Nanti akan aku tunjukkan bagaimana kantorku. Jika kamu masih merasa bosan, terserah kamu mau apa. Aku akan selalu menuruti keinginan kamu.” Jawab Chandra.
Feby tersenyum senang melihat perlakuan Chandra yang selalu hangat dan tampak sabar. Kemudian dia memeluk erat tubuh Chandra sebelum akhirnya mereka berdua terbang ke alam mimpi.
Keesokan paginya mereka berdua masih tampak nyenyak dalam tidur. Sejak semalam mereka berdua tidur saling memeluk seolah takut kehilangan.
Ngghh
__ADS_1
Feby terbangun lebih dulu. Namun ia juga masih merasa malas untuk bangun. Karena posisinya masih sangat nyaman.
Wanita yang sudah mendapat gelar sebagai istri itu tampak tersenyum bahagia memandangi wajah tampan suaminya yang masih nyenyak. Feby tidak menyangka jika takdir cintanya akan seperti ini. pria yang dulu sempat ia abaikan saat mengutarakan isi hatinya, kini telah menjadi pria satu-satunya dan selamanya yang akan menemani harinya sampai akhir hayat nanti.
Cup
Feby mengecup bibir suaminya yang sedikit terbuka. Namun Chandra sama sekali tidak bereaksi apapun. Dan hal itu semakin membuat Feby gemas sendiri. Feby pun mulai menjaili suaminya dengan memencet hidungnya, menoel-noel pipinya, dan terakhir mengecup lagi bibir Chandra. Namun di akhir kejailannya, Chandra tidak membiarkan istrinya selamat. Pria itu menahan tengkuk Feby untuk memperdalam ciumannya.
Feby sangat terkejut namun juga tidak bisa menghindar. Akhirnya ia menerima balasan serangan fajar dari Chandra. Nafas Feby terengah setelah pagutannya terlepas.
“Kenapa, hem? Itu hukuman buat orang yang sudah mengganggu tidurku.” Tanya Chandra dengan tersenyum jail.
“Iya deh iya, ampun Pak Suami! nggak ngulangi lagi.” jawab Feby.
Setelah itu mereka berdua bangun untuk cuci muka.
Feby yang merasa tidak enak dan sungkan dengan perlakuan suaminya, dia pun tidak mau diam begitu saja. wanita itu berjalan menuju lemari es untuk mengambil susu. Entahlah Feby sangat heran kenapa isi lemari es itu sangat lengkap. Padahal dia baru tiba sore kemarin.
“Kamu pasti heran kenapa isi lemari es sudah penuh?” tanya Chandra menjawab rasa penasaran Feby.
“Iya. Apa kamu mempunyai robot yang bisa menyediakan semuanya dengan cepat?” tanya Feby sambil terkekeh.
Chandra menjawab dengan gelengan kepala. “Tadi pagi orang suruhan Kak Fredy yang mengisi lemari es ini dengan berbagai macam kebutuhan yang kita perlukan.” Jawabnya.
Feby hanya ber-oh ria lalu duduk di hadapan Chandra setelah selesai menuang segelas susu segar ke dalam dua gelas. Chandra juga sudah selesai membuat sandwich.
__ADS_1
Mereka berdua tampak bahagia menikmati sarapannya paginya di hari kedua tinggal di luar negeri. mereka makan sambil sesekali melempar senyum.
Usai sarapan, Chandra membebaskan Feby mau melakukan apapun sesuka hatinya. Dia juga menawarkan pada istrinya untuk pergi jaalan-jalan. Namun Feby menolaknya. Dia masih ingin menikmati keindahan dalam rumah ini. lebih tepatnya Feby ingin berenang di kolam renang belakang rumah yang view-nya sangat indah dan sejuk.
“Baiklah, kamu pergilah dulu! Nanti aku akan menyusul.” Ucap Chandra.
Feby mengangguk lalu berganti pakaian dengan pakaian renangnya. Sementara Chandra masuk kamar untuk mengambil ponselnya.
Chandra ingin memantau bagaimana perkembangan perusahaan Tuan Ibra saat ini. khususnya setelah ia berhasil mengembalikan beberapa asset milik mertuanya. Tidak hanya itu, Chandra juga mempermainkan saham perusahaan Tuan Ibra untuk mengecoh agar pria itu tidak lagi fokus dengan misi busuknya.
Sean juga memberikan kabar bahwa ia sudah memberikan pengamanan yang cukup kuat di perusahaan Kenzo agar tidak mudah dijangkau oleh Tuan Ibra.
Setelah puas dengan pemantauannya hari ini, Chandra meletakkan ponselnya lalu menyusul Feby yang sedang berenang.
Dari jauh ia melihat sang istri yang baru saja naik dari dasar kolam. Jakun Chandra naik turun saat melihat tubuh seksii istrinya dengan balutan bikini yang begitu menggoda.
Chandra segera melepas semua bajunya dan hanya menyisakan celana dal*mnya saja. lalu menceburkan diri ke dalam kolam tanpa sepengetahuan Feby.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️