
Keesokan harinya Chandra bangun tidur dengan badan yang lebih segar dari sebelumnya. Setelah bertemu dengan perempuan pujaan hatinya ternyata membawa energi positif untuk dirinya. Ya, meskipun masih ada sesuatu yang mengganjal hati Chandra mengenai status Feby sekarang. mengingat hasil data diri pribadi yang ia retas menunjukkan kalau Feby berstatus menikah.
“Ah bodo amat!!” gerutu Chandra sambil mengacak rambutnya lalu bergegas masuk kamar mandi.
Hari ini Chandar akan bekerja seperti biasa. Dan nanti pulang dari kerja ia akan kembali datang ke apartemen Feby.
Beberapa menit di kamar mandi, Chandra segera masuk dapur untuk membuat sesuatu yang bisa ia makan sebagai menu sarapan paginya. Hari ini dia hanya memasak nasi goreng dan telur mata sapi. Menu andalan untuk mempersingkat waktu dan juga paling simple.
Setelah menyelesaikan semua ritual sebelum pergi bekerja, kinin Chandra sudah menenteng helmnya dan bersiap keluar unit apatemennya. Sejenak ia merasa getaran dalam saku celananya. Ternyata ada notif pesan dari adiknya yang mengatakan kalau dia Viana sudah merasa nyaman tinggal di rumah Om Xander.
Chandra bersyukur. Memang dia tahu apa yang adiknya rasakan sebelum tinggal di rumah Omnya. Dan beyang-bayang kekhawatirannya itu tidak menjadi kenyataan. Karena pada dasarnya Om Xander dan Tante Silvia adalah orang baik.
Selesai membalas pesan Viana, Chandra segera berangkat ke bekerja.
***
Sementara itu saat ini tampak seorang perempuan cantik juga sudah bersiap pergi ke kantor. siapa lagi kalau bukan Mia alias Feby.
Sambil menunggu taksi langganannya, Feby duduk termenung membayangkan pertemuannya semalam dengan Chandra. Laki-laki yang harusnya pantas menjadi adiknya, namun entah sejak kapan bisa membuat perasaan Feby sangat berbeda. Diam-diam Feby juga mencintai Chandra tanpa sepengetahuannya. Bahkan sampai sekarang.
Semenjak tiga tahun terakhir ini. khusunya sejak perceraiannya dengan Reza, hidup Feby merasa hampa dan sangat tidak nyaman. Hampa bukan karena kehilangan Reza. Tapi dia baru sadar tentang perasaannya terhadap Chandra.
Feby juga tidak pernah mengira kalau ia akan terdampar di kota ini. namun siapa sangka, ternyata tinggal di kota ini memberikan hikmah tersendiri bagi dirinya. Yaitu bisa bertemu dengan Chandra.
Tiba-tiba ada keraguan dalam hati Feby mengenai statusnya. Apakah Chandra akan menerima dirinya jika kini statusnya telah berbeda. Lalu Feby juga takut dengan bahaya yang siap mengancamnya jika identitas aslinya diketahui orang lain jika dia bersama Chandra. Otomatis nyawa Chandra juga ikut terancam.
__ADS_1
“Tidak!” gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.
Cukup lama melamun, suara deringan ponselnya cukup mengganggu. Itu adalah panggilan sopir taksi langganannya yang sudah menunggu di depan apartemen. Feby pun segera berangkat ke kantor.
Hari ini pekerjaan Feby lumayan padat. Karena memang menjadi sekretaris tidaklah mudah. Terkadang ia juga yang mewakili atasannya untuk meeting dengan beberapa kliennya. Terkadang juga menghandle semua pekerjaan atasannya jika sedang ditinggal ke luar kota. Namun Feby sangat menikmati pekerjaan itu semua meskipun jauh dari kedua orang tuanya.
Beberapa menit setelah menempuh perjalanan dari apartemen ke kantor, Feby segera memasuki ruangannya. Dia melihat ada pesan dari seseorang yang sempat membuat hatinya berbunga-bunga tadi malam.
“Selamat pagi! selamat beraktivitas! Semoga harimu menyenangkan!”
Bunyi pesan singkat dari Chandra membuatnya seketika tersenyum tipis. Feby pun segera membalas pesan yang bermakna sama.
“Sealamat beraktivitas juga. semoga harimu juga indah dan menyenangkan!”
*
Chandra menaiki motornya keluar dari area kampus. Dia mampir sebentar untuk membeli makanan yang akan ia bawa ke apartemen Feby.
Tepat sekali saat Chandra hampir sampai apartemen Feby, dia melihat perempuan itu baru saja turun dari taksi. Chandra pun sedikit mempercepat laju motornya agar cepat sampai.
“Chan?” ucap Feby saat melihat Chandra berhenti tepat di depan pos satpam. Chandra juga tidak perlu susah-susah meminta ijin pada satpam seperti kemarin.
“Pak, tolong diingat wajah Mas ini. ini teman saya, jadi kalau mau masuk ke apartemen tidak perlu ijin dulu ke Bapak.” Ucap Feby pada satpam apartemen.
“Baik, Non!” jawabnya.
__ADS_1
Setelah itu Feby melangkah masuk dengan diikuti Chandra yang mendorong motornya sampai basement.
***
Di kota lain khusunya di sebuah rumah besar milik pengusaha kaya, sedang terlihat seorang pria berusia hampir enam puluh tahun sedang duduk di ruang kerjanya menunggu laporan dari asisten pribadinya.
“Perusahaan Tuan yang saat ini dipegang oleh Tuan Reza berjalan lancar, Tuan.”
“Lalu bagaimana dengan rumah tangga anakku?”
“Saya memang tidak pernah melihat keberadaan menantu anda, Tuan. Namun sampai saat ini rumah tangga putra anda baik-baik saja.” Jawabnya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1