Suami Kedua

Suami Kedua
Tidak Dianggap


__ADS_3

“Selamat siang!”


Ucap salah satu dari dua pria yang memasuki ruang rawat Chandra. Dua pria itu satu berusia kisaran lima puluh lima tahun. Sedangkan satunya berusia dua puluh enam tahun.


“Selamat siang juga Tuan Ibra. Silakan masuk. Saya tidak menyangka anda akan datang kesini.” Jawab Kenzo.


Feby yang posisinya sedang berdiri tepat di samping brankar Chandra hanya mengangguk sambil tersenyum. Sedangkan Chandra sama sekali tidak mengenali wajah kedua pria itu. Tapi tunggu, pria yang usianya muda sepertinya Chandra pernah melihat. Meski hanya postur tubuhnya saja yang ia ingat.


“Nak Feby bagaimana keadaannya? Om sangat khawatir saat mendengar kabar dari Papamu kalau calon mantu Om hampir saja celaka.” Ucap pria yang bernama Tuan Ibra.


Deg


Hati Chandra terasa sesak mendengar pria itu menyebut Feby sebagai calon mantu. Lalu apakah pria muda di sebelahnya itu calon suaminya Feby.


“Maaf, aku baru bisa datang Feb!” ucap Reza yang sejak tadi diam di sebelah Papanya.


Reza memang tak banyak bicara. Pembawaannya juga tenang dan sangat sopan. Feby hanya mengangguk samar.


Sedangkan Chandra merasa dirinya diabaikan. Padahal di sini dialah yang terluka parah saat menyelamatkan Feby. Tapi kenapa perhatian dua orang pria itu tertuju pada Feby yang keadaannya baik-baik saja. Oh iya, pantas saja mereka perhatian pada Feby. Karena Feby adalah calon anggota keluarga barunya.


“Terima kasih telah menyelamatkan Feby, sampai kamu yang terluka separah ini.” ucap Reza yang kini sudah mendekati Chandra.


Nada bicara Reza juga sangat sopan dan menunjukkan rasa simpatinya pada Chandra. Sedangkan Chandra hanya membalasnya dengan anggukan dan senyuman. Begitu juga dengan Tuan Ibra yang mengucapkan terima kasih pada Chandra.


Kenzo mengajak Tuan Ibra dan Reza duduk di sofa. Feby pun mau tak mau ikut bergabung di sana. Sedangkan Chandra dibiarkan seorang diri. Tapi bagi Chandra ini lebih baik. Justru dia berharap semua orang itu segera keluar dari ruangannya. Mau mengusir pun rasanya tidak sopan. Jadi dia memilih untuk tidur saja.

__ADS_1


Tidak terlalu lama Tuan Ibra dan Reza berada di ruang rawat Chandra. Karena masih sibuk dengan pekerjaan, mereka berdua pun segera berpamitan. Melihat Chandra yang sedang nyenyak tidur, membuat mereka mengurungkan niatnya untuk berpamitan pada Chandra.


Kenzo juga setelah itu pulang bersama istrinya, karena Kenzo mendapat kabar dari anak buahnya mengenai pelaku yang akan membunuh Feby.


“Papa dan Mama pulang dulu, ya. Nanti sampaikan salam pada orang tua Chandra kalau sudah kembali.” Ucap Kenzo.


“Baik, Pa. Feby akan di sini dulu menjaga Chandra.” Jawab Feby setelah itu Kenzo dan Pelangi pulang.


Kini Feby mendekati brankar Chandra. Perempuan itu menatap wajah Chandra yang terlihat nyenyak dalam tidurnya. Sedangkan Chandra sebenarnya tidak tidur. Dia hanya malas saja jika hanya berdua dengan Feby. Malas karena hatinya tidak ingin terlalu sakit saat mengetahui kenyataan bahwa Feby sudah memiliki calon suami.


Tidak lama kemudian Sean dan Lidia masuk. Feby mengatakan kalau kedua orang tuanya berpamitan pulang karena masih ada pekerjaan.


“Terima kasih banyak Nak Feby sudah menunggui Chandra. Sekarang biar Tante dan Om saja yang menjaganya. Nak Feby bisa pulang.” ucap Lidia.


“Tidak, Tante. Feby masih ingin di sini menemani Chandra.” Jawab Feby.


Sore harinya Chandra masih ditunggui oleh kedua oarng tuanya dan juga Feby. Keadaan Chandra juga semakin membaik. Namun dia lebih banyak diam jika diajak bicara sama Feby. Bukan dia tidak mau diperhatikan oleh Feby, hanya saja dia menjaga hati agar tidak semakin terluka. Sedangkan Feby yang melihat perubahan sikap Chandra juga merasa sedikit aneh, namun dia tidak mau menanyakannya langsung.


Malam harinya Feby berpamitan pulang. dia merasa keberadaannya tidak dianggap oleh Chandra. Pasalnya sejak tadi Chandra selalu mengabaikannya dan sibuk dengan adik-adiknya yang saat ini sedang menjenguknya.


“Nak Feby pulang sendirian?” tanya Lidia khawatir.


“Nggak, Tante. Feby sudah dijemput sopir.”


Feby pun berjalan mendekati brankar Chandra. Meskipun sejak tadi diabaikan, setidaknya dia masih berusaha bersikap biasa saja. “Chan, aku pulang dulu. Kamu cepat sembuh, ya?”

__ADS_1


“Hemm.. terima kasih.” Jawabnya singkat dengan menatap mata Feby sekilas lalu sibuk lagi dengan adik-adiknya.


Feby hanya mengangguk. Setelah itu pulang.


 


Hari berganti. Keadaan Chandra semakin membaik. Setelah dirawat selama seminggu pasca operasi, akhirnya hari ini Chandra diperbolehkan pulang. sean dan Lidia sangat senang akhirnya anaknya bisa kembali lagi ke rumah. dan selama dirawat di rumah sakit, Feby sudah tidak lagi datang menjenguk Chandra. Hanya Kenzo saja yang sesekali menjenguknya bersama istrinya. Karena dia juga sibuk dengan pekerjaan kantor.


Chandra kini sudah dalam perjalanan pulang. dia berada dalam mobil bersama kedua orang tuanya. Rasanya Chandra ingin segera sampai rumah dan bisa tidur di ranjangnya sendiri.


Sesampainya di rumah, Chandra terkejut saat melihat Kenzo sudah ada di rumah menyambut kedatangannya.


“Aku senang akhirnya Chandra pulang. maaf tidak bisa ikut menjemputnya.” Ucap Kenzo.


“Tidak apa-apa. Apa ada hal penting hinga membuatmu datang kesini?” tanya Sean.


Chandra yang masih diam, dia melihat tangan Kenzo seperti sedang membawa sesuatu yang akan diberikan pada Ayahnya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2