Suami Kedua

Suami Kedua
Patah Hati


__ADS_3

Belum sempat hilang keterkejutan Feby saat mengetahui bahwa Chandra sudah berada di rumahnya, kini ditambah lagi dengan ucapan Papanya kalau harus berangkat ke kantor dengan Chandra.


Tidak ingin kembali tersedak yang kedua kalinya, Feby mengunyah makanannya dengan cepat lalu hendak memanggil Papanya agar tak berangkat terlebih dulu, karena dia akan ikut bersama Papanya saja daripada dengan Chandra.


Namun sayang, Kenzo sudah keluar dari ruangan itu begitu cepat. Pelangi yang melihat anaknya terburu-buru juga mersa heran.


“Kenapa buru-buru?”


“Oh, nggak kok Ma. Ya sudah kalau begitu Feby berangkat dulu.” Pamitnya lalu mencium pipi mamanya.


Saat baru saja keluar dari ruang makan, Feby melihat Chandra sedang duduk dengan tenang di sofa ruang tengah. Feby bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa diantara dirinya dengan Chandra.


“Tante permisi, Chan ijin berangkat dulu.” Ucap Chandra dengan sopan pada Pelangi yang sedang berjalan di belakang Feby.


“Iya. Hati-hati di jalan. Kenapa juga buru-buru sih, lagian ini masih pagi. Tante baru saja mau ngajak kamu sarpan bersama.”


“Feby banyak kerjaan kantor, Ma. Kalau Chandra mau sarapan dulu ya nggak apa-apa. Feby bisa berangkat naik taksi.”


“Maaf, Tente. Lain kali saja, Chan juga sedang buru-buru.” Sahut Chandra dengan cepat karena ia tak ingin kehilangan kesempatan bersama Feby.


Feby berjalan keluar rumah terlebih dulu. Saat Chandra menekan remote sensor pintu mobilnya, Feby segera masuk ke mobil bagian belakang. Dia enggan duduk di samping Chandra.


Sedangkan Chandra berusaha bersikap biasa walau dengan Feby duduk di jog belakang membuatnya seperti seorang sopir.


Perlahan Chandra mengemudikan mobilnya keluar dari area kompleks perumahan Feby. Keduanya sama-sama diam. Chandra yang sejak tadi sudah berniat ingin meminta maaf pada Feby terpaksa ia tunda dulu saat melihat situasi yang tidak memungkinkan. Sedangkan Feby lebih memilih menyibukkan diri dengan gadgetnya.


Saat mobil Chandra sedang melaju, tiba-tiba saja terlihat keramaian di jalan hingga menyebabkan kemacetan. Chandra membuka jendela lalu bertanya pada salah satu pejalan kaki yang sedang melintas.

__ADS_1


“Ada apa, Pak kok sangat macet?”


“Ada kecelakaan parah Mas disana. Lebih baik Mas putar baik saja, sebelum kendaraan di belakang mobil Mas semakin bertambah banyak. Kasihan juga majikan anda jika harus berlama-lama di dalam mobil.” Jawab pria pejalan kaki itu sambil melihat penumpang yang duduk di bangku belakang. Yaitu Feby.


Chandra hanya mengangguk sambil mengucapkan terima kasih. Setelah itu dia memutar balik mobilnya dan mencari jalan lain.


Sedangkan Feby merasa tidak enak dengan ucapan pria tdi yang mengira dirinya adalah majikan Chandra. Padahal dirinya lah yang sedang menumpang di mobil Chandra.


“Berhenti sebentar!” ucap Feby tiba-tiba.


Chandra segera menepikan mobilnya. Untung saja jalanan tampak lengang setelah ia memilih putar balik. Setelah mobilnya berhenti, Feby membuka pintu mobil dan berpindah posisi di samping Chandra.


“Kenapa pindah?”


“Aku bukan majikan kamu.” Jawab Fenby singkat lalu kembali sibuk dengan gadgetnya.


Tanpa bertanya lagi, Chandra kembali melajukan mobilnya menuju kantor. sekitar lima belas menit kemudian mobil Chandra sudah sampai basement. Keadaan kantor masih sepi. Dan mereka berdua berangkat kepagian. Sedangkan Kenzo berangkat pagi karena ada meeting di luar kantor dan tempatnya sedikit jauh.


“Feb, maaafkan aku. maafkan tentang kejadian semalam!” ucap Chandra dengan sungguh-sungguh.


“Lupakan saja. Anggap kejadian tadi malam tidak pernah ada. Dan jika kamu masih berurusan dengan Papa, lebih baik bersikaplah profesional. Sekarang buka pintunya!” ucap Feby dengan tegas.


Deg


Ada perasaan kecewa dalam hati Chandra setelah mendengar pernyataan Feby baru saja. Belum juga dia memulai misinya, tapi sudah mendapatkan penolakan. Sakit sekali hati Chandra. Karena baru kali ini juga ia merasakan patah hati.


Klik

__ADS_1


Chandra membuka kunci mobilnya lalu membiarkan Feby keluar begitu saja tanpa mengucapkan sesuatu. Sedangkan Feby merasa bahwa ucapannya baru saja sangat menyakiti hati Chandra. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Chandra keluar dari mobil dengan membawa kotak nasi yang tadi sudah dibawakan oleh Mamanya. Chandra memilih sarapan di pos satpam saja daripada di ruangan Kenzo. karena selama ia Kenzo membutuhkan bantuannya, pria itu mengijinkan Chandra keluar masuk ke dalam ruangannya.


“Pak numpang tempat untuk sarapan ya?” Chandra meminta ijin pada satpam.


“Iya, Tuan silakan!" Jawabnya sopan.


Chandra membuka kotak bekalnya lalu menikmati makanan buatan mamanya. Meskipun masakan mamanya sangat enak, taapi pagi ini Chandra merasakan masakan itu hambar. Apakah itu karena suasana hatinya yang sedang tidak baik.


Selesai sarapan, Chandra segera keluar dari pos satpan lalu masuk ke dalam menuju ruang kerja Kenzo. Chandra mulai melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu data pribadi karyawan yang sudah ia minta.


Hari ini Hengky sudah berjanji akan membawakan salinan data yang diminta Kenzo. dan memintanya langsung menemui Chandra di ruangannya.


Tak lama kemudian pintu diketuk dari luar, lalu Hengky masuk. Dan saat itu Chandra sedang sibuk memandangi foto Feby yang ia jadikan sebagai wallpapernya.


“Ini data pribadi sesuai yang diminta oleh Tuan Kenzo!” ucap Hengky sambil menyodorkan beberapa lembar kertas kepada Chandra.


“Baiklah, terima kasih.” Jawab Chandra lalu meletakkan ponselnya di atas meja.


“Kenapa ada foto Feby di ponsel anda?”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2