
Pasangan pengantin baru itu mengangguk setelah mendapat titah dari Kenzo. setelah acara selesai, kedua keluarga yang sudah membentuk keluarga besar itu menuju ruang makan untuk merayakan pesta pernikahan Chandra dan Feby yang terbilang cukup sederhana.
Meski keluarga Kenzo dalam keadaan tidak baik-baik saja, setidaknya dengan melangsungkan pernikahan Feby dan Chandra bisa membuatnya sedikit lega. Karena Kenzo sangat percaya bahwa Chandra bisa menjaga dan melindungi Feby dengan baik.
Usai makan bersama, mereka mereka pergi ke kamar masing-masing. Khususnya pasangan pengantin baru Chandra dan Feby yang harus beristirahat terlebih dulu sebelum nanti malam akan melakukan perjalanan jauh.
Chandra dan Feby akan terbang ke luar negeri. tepatnya di negara dimana dulu Chandra pernah tinggal. Chandra akan mengajak Feby tinggal di sana dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Sean lah yng menyarankan untuk tinggal di sana. Karena menurutnya itu tempat yang paling aman. Selain itu di rumahnya sudah dilengkapi dengan berbagai tekhnologi canggih yang sulit dijangkau oleh musuh.
Saat ini Feby tengah duduk di bibir ranjang sembari menunggu Chandra yang masih membersihkan tubuhnya. Sedangkan Feby baru saja selesai membersihkan sisa make upnya setelah melakukan prosesi sakral tadi.
Entahlah, kenapa Feby tiba-tiba sangat gugup seperti ini. biasanya ia sering berduaan dengan Chandra saat di apartemen. Namun kali ini rasanya sangat berbeda. Terlebih dengan statusnya yang sudah berganti.
Cklek
Chandra baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai boxer saja. sedangkan handuknya ia kalungkan di leher sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Feby membuang muka saat baru pertama kalinya melihat tubuh Chandra setengah telan***g. mukanya memerah malu. Namun si tersangkanya terlihat cuek dan merasa biasa saja.
“Sekarang kamu mandilah! Setelah itu istirahat.” Ucap Chandra tanpa melihat istrinya karena sibuk mencari pakaiannya.
Tanpa menjawab, Feby pun segera masuk kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Feby sudah menyelesaikan ritual mandinya. Dia melihat suaminya masih duduk santai sambil memainkan gedgetnya. Entah apa yang sedang Chandra kerjakan, Feby juga tidak tahu. Akhirnya Feby memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya terlebih dulu sebelum nanti malam akan berangkat.
Sedangkan Chandra saat ini sedang sibuk mengirimkan surat pengunduran dirinya di tempat ia bekerja. Masa kontrak kerja Chandra kurang satu bulan lagi sebelum ia memperpanjang masa kontraknya atau memilih mencari pekerjaan baru.
__ADS_1
Selesai mengirim email, Chandra meletakkan ponslenya dan melihat ke arah tempat tidur dimana saat ini istrinya sedang tidur dengan posisi membelakanginya. Chandra bahkan tidak sadar kalau Feby sudah selesai mandi. bukan. Bukan tidak sadar. Tapi lupa dengan statusnya yang baru beberapa menit yang lalu sudah menjadi suami Feby.
Chandra bergerak mendekati tempat tidur. Dia mendengar dengkuran halus Feby. Sepertinya perempuan itu benar-benar lelah. Lalu tak lama kemudian Chandra ikut menyusul Feby ke alam mimpi.
Chandra tidur dengan posisi memeluk tubuh istrinya dari belakang. Posisi yang sangat nyaman menurutnya. Karena ini adalah pengalaman pertama Chandra tidur dengan memeluk seorang perempuan yang sangat ia cintai dan sudah sah menjadi istrinya.
Pukul tujuh malam mereka berdua baru bangun. Dan itu pun karena suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Chandra mendengarnya, namun matanya masih enggan terbuka.
Ngghhh
Feby melenguh dan merasakan seperti ada sesuatu yang memeluknya erat. Tak lama kemudian matanya terbuka lebar saat menyadari ada lengan kekar yang memeluknya dengan posesif.
Arghhhh
Teriak Feby sambil melepaskan tangan yang sedang memeluknya. Jantungnya berdegup cepat karena takut ada orang asing menyelinap ke kamarnya. Sedangkan Chandra tampak menutup telinganya sambil mengerjapkan mata.
“Apa sih, Feb teriak-teriak?” ucap Chandra yang kini sudah duduk bersandar pada headboard.
Chandra diam tak menjawab. Lalu tangannya meraih tangan Feby dan menunjukkan jari manisnya yang ada cincin berlian melingkar di sana.
“Sudah ingat?” tanya Chandra dengan suara datar.
Feby mengangguk samar. Dia baru ingat kalau beberapa saat yang lalu sudah sah menjadi istri Chandra. Bisa-bisanya dia tidak ingat sama sekali.
Chandra memilih bangun terlebih dulu karena tidak enak dengan kedua orang tua dan mertuanya yang sudah menunggu untuk makan malam.
“Chan!” Feby menahan langkah Chandra saat melihat suaminya akan masuk kamar mandi untuk cuci muka.
__ADS_1
Chandra hanya menoleh dengan malas. Pasalnya di hari pertamanya menjadi suami Feby sudah mendapat sambutan kurang baik.
“Maafkan aku!” ucap Feby lalu mengecup pipi Chandra sambil berjinjit.
Cup
Rasa kesal dalam hati Chandra seketika menguap begitu saja. kini berganti dengan senyuman manis mengarah pada istrinya.
Cup
Chandra membalas kecupan Feby. Bukan di pipi ataupun di kening. Melainkan di bibir.
“Kita cuci muka dulu setelah itu makan malam.” ucap Chandra dan Feby mengangguk sambil tersenyum.
“Tapi tunggu dulu!” Chandra menjeda ucapannya hingga membuat Feby penasaran.
“Besok sesampainya kita di luar negeri, bolehkah aku meminta hakku?”
Feby terkejut sekaligus malu. Namun dia berusaha bersikap biasa saja. karena memang sudah kewajiban dia untuk memberikan haknya kepada sang suami.
“Boleh.” Jawab Feby.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️