
Entahlah perasaan Feby semakin gamang setelah selesai berbincang dengan kedua orang tuanya yang membahas masalah perjodohan. Feby tahu bagaimana dulu kisah kedua orang tuanya, yang sejak awal sama-sama tidak suka dan tidak saling cinta karena perjodohan. Apakah nasibnya nanti akan sama jika dirinya menikah dengan Reza.
Feby merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar. bayang-bayang wajah Chandra selalu terlintas di benaknya di saat malam seperti ini. apakah yang sedang dilakukan Chandra sekarang. kemana saja anak itu hingga ia sama sekali tidak tahu kabarnya. Bahkan Feby sering scrolling akun media sosial Chandra juga tidak pernah ada apa-apa.
Tiba-tiba saja Feby membuka akun medsos milik Chandra sekadar ingin melihat fotonya. Walau yang tersimpan disana hanya foto lama saja, karena Chandra hampir jarang sekali update dengan akunnya.
Feby terkejut saat melihat story Chandra sedang foto berdua dengan seorang perempuan cantik bernama Brigita. Bukan Chandra yang upload foto itu, melainkan hanya ditandai oleh akun bernama Brigita. Lalu melihat lokasinya, saat ini Chandra sedang berada di kota B.
“Oh pantas saja tidak ada kabarnya. Ternyata dia sedang sibuk dengan cewek barunya.” Gumamnya dengan nada kesal lalu menonaktifkan ponselnya.
***
Semenjak mengetahui foto Chandra dengan perempuan cantik, semenjak saat itu Feby perlahan melupakan Chandra. Dia lebih sibuk dengan pekerjaan kantornya. Karena semenjak kasus di perusahaan Papanya terselesaikan, Feby dan karyawan lainnya tampak sibuk. Kenzo juga bisa memastikan kalau perusahaannya saat ini sudah aman. Si pelaku juga sudah mendapat hukuman yang setimpal.
Feby juga menerima rencana perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Karena tidak ada salahnya jika saling mengenal terlebih dulu.
*
Sedangkan Chandra yang sedang berada di kota B, dia sangat menikmati kebersamaannya dengan keluarga Jenny. Sejak kecil juga Chandra sudah akrab dengan dua sepupunya yaitu Gita dan Daniel.
__ADS_1
Selama seminggu di kota B, Chandra yang menceritakan rencananya akan kuliah tahun depan sempat mendapat tawaran dari sepupunya, Daniel. Dia mengajak Chandra agar kuliah di kota B saja. Dan hal itu juga semakin di kuatkan oleh Iqbal, Papa Daniel. Iqbal juga berharap kalau Chandra mau kuliah bersama Daniel, karena pria itu membutuhkan bantuan Chandra di perusahaan.
Chandra tidak lantas mengiyakan tawaran itu. Karena selain sudah mempertimbangkan akan kuliah di kota J saja, Mamanya dulu sudah berpesan agar tidak tinggal jauh dari orang tua.
Waktu seminggu di rumah Jenny sudah berakhir. Hari ini Chandra akan pulang ke rumahnya. Setelah itu dia akan ikut bekerja rutin di kantor Ayahnya.
Chandra berangkat ke bandara diantar oleh Iqbal. sekalian hari itu Iqbal juga ada kerjaan ke luar kota dan kebetulan melewati bandara.
“Terima kasih, Uncle. Chan pulang dulu.” Pamitnya.
“Kamu hati-hati ya, Chan! Salam pada kedua orang tua kamu. Kalau ada waktu nanti Uncle akan berkunjung ke sana.”
Setelah itu Chandra berangkat.
Chandra makan siang seorang diri. Kebetulan di restaurant itu sedang lumayan ramai karena bertepatan dengan jam makan siang.
Chandra memilih tempat duduk di bagian luar restaurant. Dan saat makanannya hampir habis, tidak sengaja dia melihat perempuan yang sangat tidak asing baginya sedang berada di restaurant itu. Dia adalah Feby.
Feby terlihat baru saja selesai makan siang. Namun ada pemandangan lain yang membuat hati Chandra terusik. Feby terlihat jalan bersama dengan seorang laki-laki. Dan sesampainya di parkiran, Feby berpisah dengan laki-laki itu. Karena laki-laki itu sepertinya sudah dijemput oleh sopirnya.
__ADS_1
“Apakah benar Feby akan menikah? Dan itu adalah calon suaminya?” batin Chandra masih terus mengawasi Feby.
Karena posisi duduk Chandra juga bisa menjangkau ke arah parkiran, jadi dia juga melihat Feby yang sedang berjalan menuju mobilnya. Entah kenapa tiba-tiba feeling Chandra tidak enak. Sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi Feby. Dan benar, dari jarak sekitar sepuluh meter dari keberadaan Feby, Chandra melihat seorang pria bermasker terus melihat gerak-gerik Feby. Chandra pun dengan cepat mengeluarkan beberapa lembar uang lalu ia taruh di atas meja.
Chandra segera berlari mendekati Feby. Sedangkan pria bermasker itu juga kini sudah berjalan ke arah Feby sambil melihat situasi sekitar yang tampak lengang. Bahkan pria itu terlihat jelas sedang menyembunyikan senjata tajam di balik saku jaketnya.
Chandra semakin mempercepat langkahnya. Dan pria itu melihat Chandra yang akan menyelamatkan Feby juga ikut mempercepat langkahnya.
“Feby! Awas!!!” teriak Chandra saat sudah mendekati posisi Feby.
Bruk
Jleb
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️