
Kenzo sangat marah setelah pelaku kejahatan di perusahaannya terungkap. Pria itu segera menghubungi anak buahnya untuk segera menangkap salah satu karyawannya yang bernama Raymond. Namun dia juga merasa lega karena pelakunya sudah ditemukan. Mungkin saat ini dia meminta anak buahnya untuk menyekap Ramond. Besoknya baru ia memberi pelajaran pada pria itu.
“Terima kasih banyak, Chan! Om tidak tahu harus membalas rasa terima kasih Om dengan cara apa. Yang penting Om sangat salut dengan cara kerja kamu.” Ucap Kenzo sambil menepuk bahu Chandra.
“Sama-sama, Om. Chan membantu Om dengan ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan. Sekarang rencana selanjutnya, Chan serahkan semuanya pada Om. Chan juga sudah memastikan kalau kondisi perusahaan Om sudah kembali normal.”
Benar yang dikatakan oleh Chandra. Kenzo benar-benar lega karena masalah perusahaan sudah teratasi. Kini tinggal memberikan pelajaran pada pelaku saja.
Setelah membereskan semua pekerjaannya, mereka berdua segera pulang. karena mobil Kenzo dibawa Feby pulang, jadi Chandra mengantar Kenzo pulang terlebih dulu.
Beberapa saat kemudian mobil Chandra vsudah berhenti di depan rumah Kenzo. pria paruh baya itu mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Chandra. Dan Chandra hanya menanggapinya dengan senyuman.
“Maaf Om tidak bisa mengajak kamu mampir, karena Om tahu kamu sangat capek dan butuh istirahat.”
“Iya, nggak apa-apa Om. Kalau begitu Chan langsung pamit pulang saja.” Jawabnya dengan sopan lalu dia membiarkan Kenzo masuk ke rumahnya terlebih dulu. Chandra takut ada orang jahat yang mengawasi Kenzo saat dirinya pulang begitu saja.
Setelah memastikan Kenzo masuk dan keadaan aman, Chandra masuk ke dalam mobil dan bersiap untuk pulang.
Tuk tuk tuk
Baru saja Chandra akan menyalakan mesin mobilnya, tiba-tiba saja ada seseorang mengetuk kaca mobilnya. Betapa terkejutnya saat dia melihat Feby sedang berdiri di samping mobilnya.
“Hei ngapain kamu malam-malam di luar seperti ini?” tanyanya khawatir.
__ADS_1
“Chan, maafkan atas sikapku hari ini.” ucap Feby mengabaikan pertanyaan Chandra.
“Sudah, lebih baik kamu segera masuk. Ini sangat dingin, apalagi kamu nggak pakai jaket.” Jawab Chandra sambil melihat penampilan Feby yang hanya memakai piyama tidur. Meskipun masih sopan, tapi baju tidur itu tetap membuatnya kedinginan.
“Aku hanya ingin minta maaf padamu, kalau kamu sudah memaafkan aku, aku akan langsung masuk rumah.” ucap Feby sambil mengepalkan tangannya menahan dingin.
Cup
Chandra mendekat ke arah Feby lalu mengecup kening perempuan itu. Feby pun sangat terkejut saat merasakan keningnya ada yang mengecup.
“Kamu sama sekali tidak salah. Justru aku yang lancang. Sudah cepat masuk sana! Pekerjaanku di kantor Papamu juga sudah selesai, jadi aku berani jamin selanjutnya kamu akan bekerja dengan nyaman.” Ucap Chandra sambil menarik tangan Feby dan membawanya masuk hingga pintu gerbang rumahnya. Lalu Chandra juga menutup pintu gerbang itu, walau sebenarnya itu tugas satpam.
“Selamat malam! tidurlah yang nyenyak!” pamit Chandra saat pintu gerbang itu hampir tertutup.
Sedangkan Feby memasuki kamarnya dengan perasaan yang tidak bisa didefinisikan. Hatinya menghangat saat Chandra baaru saja mengcup keningnya. Namun ada juga rasa gusar kala mengingat ucapan Chandra bahwa pekerjaan di kantor Papanya sudah selesai. apakah itu berarti Chandra sudah tidak lagi datang ke kantor. jadi dia tidak bisa bertemu lagi dengan Chandra.
Diam-diam Feby merasakan kehilangan. Aneh sekali. Padahal hanya beberapa kali saja bertemu dengan Chandra, tapi efeknya luar biasa. Apakah bisa dikatakan kalau dirinya sedang jatuh cinta pada sosok laki-laki yang pantas menjadi adiknya itu? Tapi memang sikap dewasa Chandra kurang pas dimiliki laki-laki seusianya.
Feby tiba-tiba teringat dengan kenangan masa kecilnya saat mengenal Chandra. Sejak dulu sosok Chandra selalu membuatnya hangat. Tidak hanya itu Chandra juga lah yang menenangkannya saat menjadi korban penculikan. Maka tidak ada salahnya jika sampai saat ini Feby masih mengagumi sosok Chandra.
Sementara itu Chandra yang baru saja sampai rumah, kedatangannhya disambut ayahnya yang memang senaga menunggunya sejak tadi.
“Ayah, tumben jam segini belum tidur?” tanya Chandra.
__ADS_1
“Ayah memang sengaja menunggumu. Bagaimana, apakah masalahnya masih begitu rumit?” tanya Sean penasaran.
Chandra duduk di sofa ruang tengah sejenak untuk berbicara dengan ayahnya. Sean sangat lega setelah mendengar kalau Chandra berhasil mengungkap pelaku yang telah membuat kacau perusahaan Kenzo. ternyata kemampuan Chandra tidak diragukan lagi. meski usianya masih sangat muda, anak itu benar-benar pandai dan cerdas.
“Baiklah, Ayah juga ikut senang mendengarnya. Sekarang kamu segeralah istirahat. Sudah malam.” ucap Sean lalu ia masuk ke kamarnya terkebih dulu.
Chandra melangkah gontai memasuki kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya sedikit terkejut karena pintu itu biasa ia kunci kalau sedang keluar, tapi kenapa sekarang bisa terbuka begitu saja.
“Oh iya, ini kuncinya masih nempel.” Gumamnya pelan.
Sebelum meletakkan laptopnya ke atas meja, Chandra lebih dulu melihat rekamn cctv kamarnya melalui ponsel pintarnya. Laki-laki itu sangat kesal saat melihat seseorang yang telah lancang memasuki kamarnya.
“Awas kamu, Viana!!”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1