Suami Kedua

Suami Kedua
Pesan Dari Fico


__ADS_3

Sean menyenggol lengan istrinya lalu melihat sekeliling. Dia takut ucapan istrinya baru saja bisa mengundang amarah orang yang mendengarnya. Pasalnya ucapan Lidia seolah mendoakan pernikahan Feby dan Reza tidak akan berlangsung lama.


“Apa sih?’ tanya Lidia.


“Jaga bicara kamu, Sayang!” bisik Sean dengan suara tegas.


Lidia baru sadar dengan ucapannya, lalu ia menutup mulutnya dengan telapak tangan. Kemudian Sean mengajaknya menjauh dari kerumunan orang yang sedang menyaksikan prosesi sakral pernikahan yang akan dimulai itu.


Sean dan Lidia justru tampak menikmati hidangan pesta di saat yang lain sedang menyaksikan prosesi ijab qobul pernikahan Feby dan Reza.


“Sepertinya acara sudah selesai. ayo kita naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan pada mereka!” ajak Sean saat melihat kedua pengantin sudah menaiki pelaminan untuk menyambut tamu undangan.


“Tunggulah sebentar! Kamu tidak lihat, aku masih menikmati kue ini.” jawab Lida dengan mulut yang penuh dengan kue.


Sean menepuk jidatnya saat melihat istrinya makan kue sangat blepotan seperti Mirza. Andai saja sedang tidak berada di tempat remain seperti ini, Sean pasti akan membersihkan sisa kue yang blepotan itu dengan bibirnya. membayangkan itu, membuat Sean senyum-senyum sendiri.


Lidia mendadak was-was melihat suaminya yang tampak aneh. Seolah mengerti isi kepala Sean saat ini. setelah itu Lidia mengambil tisu dan membersihkan mulutnya dengan cepat. Lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Sean yang masih hanyut dalam bayangan mesumnya.


Banyak tamu yang sedang antre berbaris untuk memberikan ucapan selamat pada mempelai pengantin baru. Dan kini saatnya giliran pasangan Sean dan Lidia.


Mereka berdua lebih dulu menyalami kedua orang tua Feby yaitu Kenzo dan Pelangi yang berdiri tepat di sebelah Feby.


“Selamat untuk pernikahan anak kalian!” ucap Sean pada Kenzo.


Kenzo mengangguk dengan senyuman dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu giliran Lidia memberikan selamat pada Pelangi.


“Loh, kalian datang berdua saja? Kemana Chandra?” tanya Pelangi dan masih didengar oleh Feby.

__ADS_1


“Maaf, Chandra hanya titip salam saja. Karena dua hari yang lalu dia berangkat ke kota B.” jawab Lidia.


Deg


Ada rasa sesak dalam hati Feby. Ternyata ucapan Chandra saat itu yang mengatakan bahwa dia tidak akan hadir di pesta pernikahan ini. Feby semakin merasa bersalah karena tidak bisa membalas perasaan Chandra. Entahlah, semenjak saat itu justru perasaan Feby terhadap Chandra semakin kuat. Namun semuanya itu sudah terlambat. Terlebih kini dirinya sudah sah menjadi milik orang lain.


“Maafkan aku, Chan!” ucapnya dalam hati.


Setelah itu Lidia mendekati Feby untuk memberikan ucapan selamat. Lidia memeluk erat Feby seolah menyayangkan pernikahan Feby dengan Reza. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena nyatanya Chandra tidak berjodoh dengan Feby.


“Selamat ya, Sayang!” ucap Lidia dengan menahan tangis.


Feby hanya mengangguk dengan air mata yang sudah ia tahan kuat-kuat. Setelah itu Lidia menyalami Reza dan segera turun.


***


Chandra mendapat foto pernikahan Feby dari Viana yang tidak sengaja tadi dikirimi oleh Fico. Viana yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi antara kakakanya dengan Feby, gadis itu mengirim foto pernikahan Feby tanpa merasa bersalah. Dan tidak tahu bagaimana perasaan kakaknya saat ini.


“Kamu terlihat sangat Bahagia, Feb. semoga kamu selalu bahagia bersamanya.” Gumam Chandra sambil menatap haru foto Feby.


Tok tok tok


Ketuka pintu dari luar membuyarkan lamunan Chandra yang sedang memandangi foto pernikahan Feby. Chandra segera meletakkan ponselnya lalu membuka pintu. Ternyata itu adalah Daniel.


“Ada apa, Niel?”


“Ngapain sih kamu di dalam kamar terus? Kayak perawan lagi patah hati saja. Hang out yuk! Bosan di rumah.”

__ADS_1


“Ok. Tunggu sebentar!”


Chandra berganti baju dengan cepat setelah itu menyusul Daniel keluar. Lebih baik memang keluar mencari angin segar daripada terus memikirkan perempuan yang sudah pasti tidak bisa dimiliknya.


***


Selama tinggal di rumah Iqbal beberapa bulan, Chandra juga sesekali pergi ke kantor Iqbal untuk membantu beberapa pekerjaan. Sebelum kegiatan kuliahnya nanti aktif dan menyita banyak waktu.


Chandra sudah memutuskan kuliah di kampus yang sama dengan sepupunya yaitu Daniel. Dan kampus itu juga merupakan kampus tempat Gita, kakaknya Daniel kuliah. Hanya saja Gita sudah lulus beberapa waktu yang lalu.


Sebenarnya Chandra juga sangat merindukan kedua orang tuanya dan juga adik-adiknya. Namun dia belum bisa pulang. tapi dia sangat senang karena setelah ini akan bertemu dengan keluarganya saat pesta pernikahan sepupunya nanti.


Drt drt drt


Ponsel Chandra bergetar ada pesan masuk. Pesan itu dari Fico.


“Chan, kenapa sih kamu harus kuliah di luar kota? Aku jadi kesepian nih nggak punya teman. Ditambah lagi, kakakku sekarang tinggal di luar negeri. menyedihkan sekali nasibku.”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2