Suami Kedua

Suami Kedua
Tetap Bersama


__ADS_3

Kini mobil Reza yang membawa Feby sudah tiba di rumah sakit dan disusul dengan mobil Fredy yang membawa Chandra.


Kedua korban itu segera mendapat penanganan intensif dari pihak rumah sakit. Reza dan Ferdy pun menunggu di depan ruangan dan berharap Feby dan Chandra baik-baik saja.


Tak lama kemudian dokter yang menangani Chandra keluar terlebih dulu. Dokter mengatakan kalau Chandra masih belum sadarkan diri. Namun secera keseluruhan tidak ada luka yang cukup serius pada tubuhnya. Dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat inap sampai menunggu Chandra siuman.


“Kamu tunggu di sini dulu, biar aku ikut ke ruangan Chandra.” Ucap Fredy pada Reza.


Reza mengangguk kemudian kembali duduk dengan perasaan cemas menunggu hasil pemeriksaan Feby. Reza tahu kalau lengan Feby mendapat tembakan dari Papanya. Dia berharap peluru itu segera bisa diambil dan tidak menimbulkan efek yang serius.


Cklek


Dokter yang menangani Feby pun keluar setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Reza langsung menanyakan keadaan mantan istrinya itu.


“Istri anda mendapat luka tembak di bagian lengannya dan peluru itu harus segera diambil. Namun kondisi istri anda saat ini sedang hamil, jadi akan sangat beresiko untuk melakukan tindakan operasi.” Jawab dokter dengan raut wajah yang sulit diartikan dan mengira Reza adalah suami Feby.


Mendengar kenyataan Feby sedang mengandung, membuat harapan Reza pupus begitu saja. meskipun dia sudah tahu kalau Feby sudah menikah, dia masih berharap untuk bisa memperbaiki kesalahannya dengan Feby. Namun jika saat ini Feby sedang hamil, mau tak mau Reza harus mundur. Dia tidak setega itu akan merebut istri orang lain.


“Saya mohon lakukan yang terbaik, dok! Selamatkan dia!” ucap Reza penuh permohonan.


“Baiklah. Akan saya usahakan.”


***


Waktu berglir begitu cepat. Feby sudah selesai menjalani operasi pengambilan peluru dalam lengannya. Beruntungnya peluru itu tidak terlalu dalam menembus, jadi operasi itu tidak mengganggu janin Feby.


Sedangkan keadaan Chandra juga berangsur pulih. Namun ia masih merasakan nyeri di seluruh tubuhnya akibat pukulan dari anak buah Tuan Ibra.

__ADS_1


“Kak Fred, bagaimana keadaan istriku?” tanya Chandra.


Fredy yang sejak tadi sibuk mengurus Chandra dan beberapa pekerjaan kantor membuatnya lupa dengan keadaan Feby. Yang ia tahu tadi Feby sudah menjalani operasi pengambilan peluru yang menembus lengannya.


“Istri kamu baik-baik saja.” jawab Fredy singkat.


“Antar aku menemui Feby, Kak!” pinta Chandra.


Fredy tak lekas memenuhi keinginan Feby. Ia menanyakan kepada dokter terlebih dulu apakah Chandra diperbolehkan keluar ruangan untuk menjenguk Feby. Dan tak lama kemudian Fredy memasuki ruangan Chandra dengan membawa kursi roda.


Fredy membawa Chandra ke ruangan Feby. Hati Chandra sakit saat melihat istrinya sedang disuapi oleh mantan suaminya. bahkan mereka berdua terlihat sangat akrab. Berbagai pikiran buruk muncul dalam benak Chandra.


“Bagaimana keadaan kamu, Feb?” tanya Fredy tiba-tiba.


Keduanya terkejut saat melihat keberadaan Chandra ada di ruangan itu. Reza pun berdiri dan sedikit menjauh dari Feby untuk memberikan tempat buat Chandra melihat keadaan Feby.


“Bagaimana keadaan kamu?” Chandra lebih dulu membuka obrolan.


“Aku baik-baik saja.” jawab Feby singkat sambil terus menatap lekat wajah suaminya yang masih tampak lebam.


“Harusnya kamu nggak perlu melindungiku. Biarkan saja tadi aku yang terkena tembak, agar kamu bisa kembali bersamanya.” Ucap Chandra dengan segenap luka di hatinya saat kembali teringat kebersamaan istrinya bersama Reza.


Feby tak mampu berucap. Air matanya terus menetes saat mendengar ucapan suaminya baru saja.


“Kamu salah paham, Chan!” jawab Feby dengan bibir bergetar.


“Maafkan aku, Feb. aku gagal menyelamatkan kamu. Bahkan kamu juga sempat mengatakan pada Tuan Ibra kalau kamu mau menanda tangani surat perceraian itu. Kalau memang benar kamu ingin kembali dengan mantan suamimu, aku rela melepasmu dengan ikhlas.”

__ADS_1


Feby menggelengkan kepalanya. “Sampai kapanpun aku akan tetap bersamamu, Chan! Aku-“


“Tapi nyatanya Reza yang lebih peduli dan dia juga yang menyelamatkanmu, Feb. tenanglah, aku akan lebih bahagia jika kamu bahagia bersamanya.”


“Tidak!! Kamu salah paham, Chan! Reza hanya menolongku. Tidak ada maksud lain. Aku tidak serius dengan ucapanku untuk menanda tangani-“


“Tapi kenyataannya kamu terlihat serius dengan-“


“Sampai kapan pun kita tidak akan pernah berpisah karena saat ini ada calon buah hati kita dalam rahimku!” ucap Feby dengan suara lantang dan berderai air mata.


Chandra yang sejak tadi emosi kini sangat terkejut setelah mendengar sebuah fakta kalau saat ini istrinya tengah mengandung. Tak lama kemudian Chandra mendekatkan kursi rodanya ke brankar Feby. Lalu tangannya gemetar menyentuh perut rata istrinya.


“Ap..apa benar? Apa benar yang kamu katakan? Apa benar saat ini ada anakku di sini?”


Feby memegang lembut tangan suaminya yang saat ini sedang berada di atas perutnya, “Iya, ada anak kita di sini. jadi sampai kapan pun kita akan tetap bersama.” Ucap Feby.


“Sayang, maaf… maafkan aku!!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2