Suami Kedua

Suami Kedua
Pembantu baru


__ADS_3

Beberapa hari di rumah sakit akhirnya Nayla sudah di perbolehkan pulang, setelah infus terlepas Aslan mendorong sang istri dengan kursi roda menuju parkiran.


"Alhamdulillah ya mas sudah bisa pulang aku kangen rumah"


"Iya sayang, hati-hati" ujar Aslan saat menuntun Nayla turun dari dalam mobil nnya.


"Mas itu siapa?" tanya Nayla pada Aslan,dia melihat ibu-ibu yang cukup berumur sedang merapikan rumah mereka.


"Dia mbok Darmi sayang, pembantu baru kita,mulai hari ini Mbok Darmi yang akan membantu kamu di rumah"


"Rumah kita kecil mas nggak perlu pakai pembantu segala aku bisa menyelesaikan nya sendiri"


"Sayang kamu dengar kan kata dokter nggak boleh kerja berat dulu,kamu harus banyak istirahat"


"Tapi mas-"

__ADS_1


"Sayang,kamu jangan pikirkan apapun,tugas kamu hanya di rumah menjaga Vero dan calon anak kita,aku tidak ingin terjadi apa-apa pada kalian" tegas Aslan membuat Nayla hanya bisa menghela nafas panjang


"Untuk saat ini mbok Darmi akan datang pagi dan pulang sore hari sayang, semua pekerjaan nya sudah aku katakan jadi kamu tidak usah membantah ya,aku ingin kamu dan calon anak kita sehat" jelas Aslan lagi,Nayla hanya bisa mengangguk pasrah.


"Untuk urusan dapur aku sudah serahkan pada mbok Darmi sayang,kamu boleh mengawasi nya tapi untuk sekarang jangan berkerja dulu ya sampai dokter mengatakan kandungan kamu benar-benar kuat,aku takut" ungkap Aslan lagi,bukan tanpa Alasan Aslan begini dia cukup trauma akan kejadian istri pertama nya dulu.


Aslan juga sudah mengatakan pada mamanya kalau Nayla saat ini tengah hamil muda jadi belum bisa di temui.


****


"Kamu yakin?"


"Ya bukan nya mas denger sendiri kemarin kalau dia cari pak Hendro di kantor ya jelas lah dia istri kedua pak Hendro mas,aku nggak sabar mau lihat pertunjukan nya,kamu juga ikut ya mas,siapa tau besok bu Murni khilaf menyerang ganas Nayla dan kamu bisa langsung ambil Vero"


"Kalau bukan gimana Cin?"

__ADS_1


"Terus istri siapa lagi dia mas kalau bukan pak Hendro! Udah deh kamu diam aja biar aku yang urus besok,kamu cukup tonton saja dan aman kan Vero dari wanita ****** itu"


"Terserah kamu saja,aku nurut"jawab Yudha karena jika benar Nayla istri kedua pasti Nayla akan di ceraikan pak Hendro besok secara Murni istri pak Hendro tidak akan terima suami nya punya istri lagi.


"Ya memang harus begitu mas,kamu nurut aja! Biar aku yang bergerak,aku bakalan buat dia malu mas,kapan perlu langsung di usir dari tempat tinggal nya yang sekarang biar balik ke kost buluk nya itu terus kamu bisa ambil Vero lagi deh tanpa sidang-sidang segala,pinter kan otak ku"


Yudha berpikir juga begitu jika Nayla sudah kembali ke kostnya otomatis dia akan menguasai Vero dan ibu nya tidak akan heboh lagi dengan anak itu,mau di apakan urusan belakangan saja yang jelas ambil dulu dari Nayla.


****


"Sayang,makan dulu tadi mbok Darmi sudah masak banyak"


"Vero mana mas?" tanya Nayla tak melihat anak lelakinya itu


"Vero sudah tidur di depan televisi,biarkan saja sayang setelah makan nanti aku pindahkan ke kamar"

__ADS_1


Nayla mengangguk patuh dan menuruti langkah l


__ADS_2