Suami Kedua

Suami Kedua
Rumah sakit


__ADS_3

"Maaf kan aku sayang" ujar Aslan mencium tangan Nayla,saat ini Nayla tengah berada di rumah sakit,Mita mengambil ponsel Nayla dan menghubungi suaminya tanpa sepengetahuan Nayla lalu mengatakan kalau Nayla harus di larikan ke rumah sakit.


Dari semalam memang Aslan berniat ingin pulang karena perasaan nya tidak enak bahkan semua pekerjaan nya di tinggal kan oleh Aslan,dia memikirkan Nayla,saat sampai di Bandara justru ponsel nya berbunyi dia memberanikan diri mengangkat nya ternyata Mita teman Nayla yang mengabarkan Nayla masuk rumah sakit.


Aslan melihat sang anak sambung yang masih tertidur di sofa,dia memang meminta Nayla di tempat kan di kamar yang besar agar Vero nyaman,malam tadi Mita sempat menawarkan pada Aslan untuk membawa Vero tapi Aslan menolak dia rindu pada anak tirinya ini.


Dokter memang belum menjelaskan pada Mita tentang kondisi pasien karena Mita merasa bukan renah nya dan pagi ini dokter akan datang memeriksa kembali sekaligus bertemu langsung dengan Aslan suami Nayla.


"Ughh....." Nayla melenguh kecil


"Sayang,kamu sudah bangun" ucap Aslan


"Ma-s Hen-dra" gumam Nayla merasa kalau ini mimpi,Nayla meraba pipi sang suami.


"Ya sayang ini aku! maaf kan aku sayang sudah meninggal kamu"pinta Aslan sambil mencium tangan Nayla berkali-kali memohon maaf dari perempuan yang dia cintai ini.


"Ma-s kepala ku pusing"keluh Nayla saat hendak bangkit


"Sayang jangan bergerak dulu, sebentar ya aku panggil kan dokter"


"Tidak usah mas"larang Nayla menggenggam tangan Aslan

__ADS_1


"Kenapa? Bukan nya kepala kau sakit sayang"


"Ak-u mau mas di si-ni" ujar Nayla malu membuat Aslan duduk kembali di sebelah ranjang sang istri.


"Mas,aku ingin bicara"


"Sayang,jangan membahas apapun sekarang,nanti saja kamu masih sakit"


"Pusing nya sudah sedikit berkurang mas,oh ya mana Mita lalu kenapa kamu bisa di sini?"


"Semalam teman mu menghubungi mas dan meminta mas langsung ke rumah sakit, beruntung mas sudah sampai di Jakarta" jelas Aslan


"Mas kenapa ke Lombok? Mau menghindar dari ku?"cecar Nayla


"Kata Bayu kamu datang ke kantor?"


"Ya,aku ingin menjelaskan nya mas tapi mas keburu kabur"Sindir Nayla


"Bukan kabur sayang,tapi memang harus ke Lombok,mas ingin pulang tapi mas ingin kamu berpikir dulu tentang permasalahan rumah tangga kita"


"Mas maaf kan aku"

__ADS_1


"Sayang jangan bicara itu dulu fokus pada kesehatan mu"


"Apa kata dokter mas?"


"Semalam mas datang sudah larut malam jadi tidak bertemu dokter nya tapi pagi ini dokter akan datang"


"Papa!" seru Vero saat melihat Aslan yang sedang berbicara dengan dengan bunda nya


"Sayang papa"


Bocah tiga tahun itu langsung berlari kearah Aslan dan memeluk nya.


"Papa sudah pulang?"


"Iya sayang,maaf kan papa ya pergi terlalu lama"


"Iya pa bunda nangis terus" ungkap bocah itu membuat Nayla tertunduk malu,ya sejak kepergian Alsan Nayla memang tidak lagi bergairah dia banyak murung hingga kantung mata nya terlihat jelas karena selalu menangis.


"Maaf kan papa ya sayang jadi bikin kamu dan bunda menunggu,papa janji tidak akan pergi lagi"


"Janji ya pa,Vero kangen papa"

__ADS_1


"Papa juga kangen Vero" ujar Aslan mencium pipi anak sambung nya ini,Vero tidak mau menjauh dari Aslan dia ingin terus di dekat ayah tirinya ini bahkan Nayla merasa Aslan mengabaikan nya karena lebih mementingkan Vero tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin Nayla merajuk karena merasa Vero saingan nya.


__ADS_2