Suami Kedua

Suami Kedua
Jalan Cerita


__ADS_3

Sean berangkat menuju hotel dimana acara itu diadakan. Pria itu mengendarai mobilnya sendiri tanpa sopir. Sejak tadi tatapan Lidia fokus ke jalanan. Entah kenapa perasaannya sedikit tidak nyaman. Karena memang sejak dulu Lidia hampir tidak pernah diajak pergi ke acara seperti ini oleh mendiang suaminya. kecuali jika undangan makan malam.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah tiba. Sean segera mengajak istrinya masuk menuju ballroom hotel. Disana sudah tampak ramai tamu undangan yang sudah datang dan sebagian ada yang baru datang.


Sean mengajak Lidia menemui Tuan Ben selaku pemilik acara. Tuan Ben menyambut Sean dan Lidia dengan hormat. Lalu pria itu mempersilakan Sean untuk menikmati beberapa hidangan sebelum acara dimulai.


“Tuan Sean tunggu sebentar!” Panggil Tuan Ben menghentikan langkah Sean.


“Nanti saya minta waktu anda sebentar untuk menyapa beberapa tamu undangan. Saya akan menunjukkan pada tamu saya kalau saat ini perusahaan saya sedang menjalin kerjasama dengan seorang pengusaha sukses seperti anda.” Ucap Tuan Ben.


“Anda terlalu berlebihan, Tuan Ben. Kalau hanya menyapa saja, dengan senang hati akan saya kabulkan.” Ucap Sean menerima permintaan Tuan Ben.


“Baiklah. Nanti tunggu nama anda dipanggil oleh MC. Sekarang nikmati dulu waktu anda.”


Sean pun segera mengajak istrinya untuk mengambil minuman sambil bersantai dan sesekali menyapa tamu yang ia kenal. 


“Nanti kamu jangan pergi kemana-mana ya saat aku naik ke panggung menyapa tamu yang hadir.” Ucap Sean.


Lidia hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Bagaimanapun juga dia ikut senang karena suaminya dikenal sebagai pengusaha sukses. Namun dalam sudut hatinya yang terdalam, Lidia saat ini benar-benar merasa tidak nyaman.


Setelah menikmati beberapda makanan ringan, terdengar suara MC sudah memulai acara. Sean menggandeng Lidia untuk mendekat. Karena saat ini Tuan Ben masih memberikan sambutan dan ucapan terima kasih pada para tamu undangan yang hadir. Tak lama kemudian nama Sean dipanggil dan dimohon untuk menaiki panggung. Sambutan tepuk tangan meriah pada Sean saat pria tampan itu tengah berjalan menuju panggung.


Sesuai dengan permintaan Tuan Ben, Sean menyapa tamu undangan yang hadir. Kebanyakan daari mereka sangat antusias dengan kemuncuan Sean yang akhir-akhir ini masuk dalam jajaran sepuluh besar pengusaha sukses.

__ADS_1


Niat Sean hanya ingin menyapa, setelah itu turun. Namun, MC menahannya sebentar karena ingin bertanya-tanya sedikit mengenai sepak terjangnya di dunia bisnis. Sean pun akhirnya tetap berada disana sambil menjawab beberapa pertanyaan. Sungguh Sean tidak menyangka, padahal acara ini adalah acara pesta ulang tahun perusahaan Tuan Ben, namun seperti acara talkshow yang melibatkan dirinya sebagai bintang tamunya.


Lidia juga ikut bangga dengan predikat sang suami yang masuk dalam jajaran pengusaha sukses. Namun saat pertanyaan terakhir yang dilontarkan oleh MC mmebuat Lidia seperti kehilangan muka.


“Rumor pernikahan anda dengan mantan istri bos anda sudah banyak didengar oleh khalayak. Dan memang benar kenyataannya seperti itu?” tanya MC dan Sean menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis.


“Wah bagaimana bisa, Tuan? Bisakah anda menjelaskan sedikit jalan cerita hidup anda? Apakah mantan istri Tuan Billal saat itu merasa kesepian hingga meminta anda untuk menikahinya?” tanya si MC diiringi dengan nada bercanda. Tapi menurut Sean pertanyaan itu sangat tidak sopan.


“Terima kasih banyak atas kesempatannya. Tugas saya disini hanya menyapa para tamu undangan.” Ucap Sean menahan amarah lalu menuruni panggung.


Terdengar banyak kasak-kusuk dari beberapa tamu mengenai pertanyaan MC tadi. namun Sean tidak peduli. Dia kini mencari keberadaan istrinya yang tiba-tiba menghilang.


Sementara itu Lidia memilih tempat yang sepi. Hatinya sakit saat mendengar pertanyaan untuk Sean tadi. bahkan dia juga tidak tahu Sean akan menjawab apa. Karena saat itu juga Lidia segera keluar dari kerumunan.


“Bukan hanya masalah kecerdasannya. Namun banyak juga kaum hawa yang sejak dulu menginginkan Tuan Sean. Jadi tidak salah dengan pertanyaan MC tadi. mungkin anda salah satu dari kaum hawa yang menginginkan kehangatan Tuan Sean setelah anda ditinggal Tuan Billal.”


“Apa maksud anda bicara seperti itu?” tanya Lidia dengan suara lantang.


“Kalau boleh, saya bisa menggantikan posisi Tuan Sean. Saya juga tak kalah pintar dengan Tuan Sean jika masalah ranjang.” Jawabnya menyeringai.


Plakkk


Lidia menampar pipi pria itu cukup keras dan segera berlari keluar ballroom. Hatinya sangat sakit. Inilah alasan dia menolak pergi ke pesta ini. jika dulu Billal tidak mengajaknya karena suaminya itu yang sangat pencemburu, namun beda jika dengan Sean saat ini.

__ADS_1


Sementara pria itu kini memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Lidia.


“Sial!! Awas saja kau!" umpatnya


Lidia menangis tergugu di sebuah kursi taman di sekitar kawasan hotel. Tak lama kemudian ada seseorang yang datang duduk di sebelahnya.


“Kamu jangan dengarkan ucapan pria itu! Cinta Sean padamu sangat besar.” Ucapnya.


Grep


Lidia tiba-tiba berhambur ke pelukan pria itu dan menangis tersedu-sedu.


.


.


.


*TBC


Adududuhhhh siapa itu?


Alurnya slow dulu ya.. setelah itu dag dig dug lagi🤗🤗😂😂

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2