Suami Kedua

Suami Kedua
Hubungan Pribadi


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit luar negeri saat ini tampak seorang pasien sedang berbaring di atas brankar ruangan ICU. Pria itu tak lain adalah Bryan. Semenjak menjalani operasi pasca kecelakaan, sampai saat ini keadaannya masih belum menampakkan tanda-tanda membaik. Justru semakin buruk. Berbagai macam pengobatan telah diupayakan. Namun tetap saja Bryan masih setia menutup matanya.


David, sang kakak pun sangat iba melihat keadaan adiknya. Tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya berdoa. Pria paruh baya itu merasa sangat bersalah karena selama ini menyerahkan semua urusannya pada Bryan. Termasuk berhasil merebut salah satu perusahaan milik Sean. Namun sayangnya, setelah usahanya sukses justru Bryan tertimpa musibah seperti ini.


Berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu anak buahnya, sebelum kecelakaan Bryan terlibat perkelahian dengan seorang pria bernama Xander. Dan Bryan juga menyekap seorang wanita bernama Silvia.


David tahu kalau Xander adalah sahabat Sean. Namun dia tidak sampai berpikiran kalau kecelakaan Bryan berhubungan dengan Sean. David mengira ada hubungan pribadi antara Bryan, Xander. Dan Silvia. Lagipula kecelakaan yang dialami Bryan saat itu tidak terbukti ada campur tangan dari Xander. Dan David tidak ingin membahas masalah itu terlebih dulu sebelum keadaan Bryan pulih.


“Bangunlah! Apa kamu nggak ingin menikmati harta kekayaan dari hasil jerih payahmu?” ucap David sambil menatap nanar pada sang adik.


***


Sementara itu sore ini tampak Xander sedang berada di bandara. Pria yang memakai kaos hitam dan kacamata hitam itu sedang duduk di kursi tunggu kedatangan penumpang pesawat yang sebentar lagi landing. Siapa lagi yang ditunggu kalau bukan sang pujaan hati.


Pesta ulang tahun perusahaan Tuan Kenzo akan digelar lusa. Namun Silvia mendapat ijin cuti lebih lama. Jadi dia berangkat ke kota J lebih awal.


Tak lama kemudian senyum terbit dari bibir manis pria yang terkenal berwajah kaku dan dingin itu saat melihat seorang perempuan sedang berjalan sambil mendorong kopernya. Silvia tampak kesusahan mencari keberadaan Xander. Dia pun merogoh ponsel dalam sakunya dan hendak menghubungi Xander.


“Ada yang bisa saya bantu, Nona? Mau diantar kemana?”


Pertanyaan dari seorang pria yang tak asing bagi Silvia itu menghentikan tangannya untuk mengambil ponsel. Silvia sungguh terpesona dengan pria yang sedang berdiri di sampingnya kini. Wajahnya terlihat begitu menawan meskipun aura dinginnya masih mendominasi.

__ADS_1


“Apa kamu terpesona dengan wajah tampan sopir taksi ini, Nona?” tanya Xander.


Silvia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis. “Ayo antar aku ke hotel. Aku sangat capek hari ini.” ucapnya berlalu untuk menutupi rasa malunya.


“Hei, aku sejak tadi menunggumu tapi kamu pergi begitu saja saat sudah sampai.” Xander tak terima kalau Silvia berjalan mendahuluinya. Kemudian dia menarik tangan Silvia agar bisa berjalan beriringan.


Tangan Silvia sangat dingin saat digenggam oleh Xander seperti ini. mungkin efek gugp dan sudah lama tidak pernah bertemu. Sedangkan Xander yang merasakan tangan dingin sang kekasih hanya diam saja. Dia memakluminya.


Sebelum mengantar Silvia ke hotel, Xander terlebih dulu mengajaknya makan. Sekalian ingin melepas rindu berbincang ringan. Karena kalau nanti di dalam kamar hotel, takutnya kelepasan.


“Bagaimana kabar kamu?” tanya Xander saat mereka berdua sudah duduk di salah satu meja restaurant.


“Baik. Seperti yang kamu lihat.” Jawabnya singkat.


“Ada Vano yang menjaganya. Dia kan kerjanya bebas. Jadi selama aku pergi, dia akan pulang lebih awal, agar bisa menjaga Deva dan Angel.”


“Oh begitu. Lalu apakah kamu tidak merindukanku?” tanya Xander dan sontak membuat Silvia diam seribu Bahasa. Buat apa juga Xander menanyakan hal yang sudah tahu jawabannya. Bukankah dirinya datang ke kota J lebih awal karena memang ingin menikmati waktu bersamanya dengan pria itu. Atau mungkin memang Xander ingin mendengar jawabannya langsung dari mulutnya.


“Iya, aku rindu.” Jawab Silvia singkat.


“Kok kamu jawabnya singkat? Apa kamu terpaksa menjawabnya?”

__ADS_1


Silvia melongo tak percaya dengan pertanyaan Xander yang terakhir. Sumpah demi apapun pria di hadapannya itu sangat berbeda seperti saat pertama kali dulu mengenalnya. Sekarang yang ia lihat kalau Xander sepertinya sedang kesambet setan bucin. Namun Silvia sangat senang akan hal itu.


“Iya. Aku sangat merindukanmu.” Silvia mengulang jawabannya sambil memegang lembut tangat Xander.


“Kalau kamu merindukanku, kenapa saat tiba di bandara tadi kamu tidak memelukku dan menciumku?”


Ya Tuhan… ingin rasanya Silvia menghilang dari hadapan Xander saat ini juga. beberapa bulan sejak resmi menjalin hubungan dan menjalani hubungan jarak jauh ternyata membawa efek bucin akut pada Xander.


Sebelum Silvia menjawab pertanyaan Xander, ada seorang pelayan datang membawakan menu pesanan mereka. Silvia menghela nafasnya lega. “Ya sudah ayo makan dulu, aku sangat lapar.” Ucap Silvia.


“Selesai makan, aku masih menunggu jawaban kamu.” Sahut Xander dan segera menikmati makanannya.


.


.


.


*TBC


Ayo dong terus dukung karya othor yg satu ini biar semakin banyak viewersnya. selalu tinggalkan like, komen, vote, dan giftnya🤗🤗😍😍

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2