
Chandra mengeratkan pelukannya setelah Feby menceritakan tentang mantan suaminya. “Sudah, yang terpenting saat ini aku sangat bahagia. Aku bisa memilikimu seutuhnya. Aku berjanji akan selalu menjaga cinta kita, Sayang.” Ucap Chandra.
“Terima kasih, Chan! Mafkan aku yang dulu pernah mengabaikan perasaanmu.” Jawab Feby.
Mereka berdua saling memeluk memberi kehangatan. Tak lama kemudian terdengar suara keroncongan dari perut Chandra. Dan hal itu sontak membuat Feby menahan senyum.
“Aku akan memesan makanan untuk makan malam kita.” Ucap Chandra lalu meraih ponselnya.
Sedangkan Feby memilih bangkit dari pembaringannya untuk membersihkan tubuhnya. Karena ia merasa badannya sangat lengket karena keringat dan sisa percintaannya.
Aww
Feby meringis saat merasakan bagian intinya sangat sakit. Untuk bergerak sedikit saja rasanya ngilu.
Chandra yang baru saja memesan makanan, dengan cepat meletakkan ponselnya di atas nakas dan membantu istrinya pergi ke kamar mandi.
Tubuh Chandra juga masih dalam keadaan polos saat menggendong Feby menuju kamar mandi. sesampainya di sana, Chandra menurunkan Feby sejenak untuk mengisi bathtub dengan air hangat. Setelah itu mereka berdua masuk.
“Chan, kenapa begini? Aku bisa mandi sendiri.” Tolak Feby.
“Sudahlah, untuk mempersingkaat waktu. Aku sudah sangat kelaparan.” Jawab Chandra lalu tangannya meraih botol sabun dan mulai menggosok punggung istrinya.
Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya. Feby merasa menjadi wanita istimewa saat diperlakukan hangat seperti itu oleh suaminya. meskipun dia masih canggung.
Tangan Chandra yang tadinya menggosok punggung, kini perlahan bergerak ke depan hingga berhenti tepat pada dua asset berharga milik Feby. Feby sedikit tersentak. Mencoba menahan tangan Chandra yang mulai nakal.
__ADS_1
“Aku menginginkamu lagi, Sayang!” bisiknya dengan suara serak tertahan.
Feby meenggelengkan kepala, “Ini masih sangat sakit.” Jawabnya lirih.
“Aku akan bermain dengan pelan. Kalau kamu sudah terbiasa pasti tidak akan sakit lagi.” bujuk Chandra.
Feby pun tidak banyak berkomentar, karena sentuhan yang suaminya berikan sudah membuat gelenyar aneh dalam tubuhnya keluar lagi. dia hanya bisa pasrah.
Melihat istrinya yang sangat menikmati sentuhannya, Chandra pun semakin tertantang untuk melakukan yang lebih. Setelah memberikan pijatan lembut di area dada, kini Chandra mulai mengecup leher jenjang istrinya yang begitu menawan. Tangannya pun kini beralih ke pusat inti milik Feby.
Suara desahann Feby akhirnya lolos begitu saja saat jari jemari suaminya mulai bermain lembut di sana. Memberikan sentuhan dan rangsangann yang membuat Feby terbang melayang.
Cukup lama Chandra memberikan setuhannya hingga membuat Feby kembali on. Feby juga sudah merasakan sesuatu yang keras menempel pada bagian pinggangnya. Lalu Chandra dengan cepat bertukar posisi.
Feby kini dalam posisi setengah terlentang dengan tangan memegang sisi bathtub. Sedangkan Chandra berlutut di hadapan istrinya dan mengarahkan si junior agar bisa masuk tepat pada liang surga milik Feby.
Rasa sakit yang tadi Feby rasakan kini sudah perlahan menghilang. Namun dia masih merasakan sesak di area intinya. Selain karena miliknya masih sempit, junior Chandra juga memiliki ukuran yang besar menurut versi Feby.
Akhirnya penyatuan mereka terjadi lagi di dalam kamar mandi. lebih tepatnya di dalam bathtub. Keduanya sama-sama puas setelah melakukan beberapa kali pelepasan. Walau dalam permainan itu Chandra lah yang paling mendominasi. Mungkin karena Feby masih belum pandai dan belum terbiasa untuk aktif. Tapi yakinlah, beberapa hari lagi Chandra bertekat akan membuat istrinya juga ikut berperan aktif.
Selesai melakukan penyatuan, Chandra membawa istrinya ke bawah shower untuk membilas tubuhnya. Feby yang masih kesulitan berdiri akibat kelelahan, dia hanya berpegangan pada dinding kamar mandi dan Chandra yang membilas tubuhnya.
“Maafkan aku selalu merepotkan!” ucap Feby saat berada dalam gendongan suaminya.
“Aku sangat senang kamu buat repot asal yang menyenangkan.” Balasnya sambil mengecup bibir Feby.
__ADS_1
Selesai berganti pakaian, Chandra meminta Feby agar tetap berbaring di atas tempat tidur. Sedangkan Chandra akan keluar untuk mengambil pesanan makanan yang sudah datang sedari tadi.
Tak lama kemudian Chandra sudah kembali masuk ke kamar dengan membawa makanan beserta minuman. Dia meletakkan makanan itu di atas nampan dan menyuapkannya pada Feby.
“Chan, jangan seperti ini. aku masih bisa makan sendiri. Dan aku bukan orang sakit yang harus dilayani seperti ini.” ucap Feby merasa tak enak dengan perlakuan suaminya yang berlebihan.
“Oh kamu bukan orang sakit?” tanya Chandra dengan tangan yang menyuapkan nasi ke mulut Feby. Feby menerima suapan itu sambil menggelengkan kepala.
“Kalau bukan orang sakit berarti sudah tidak sakit lagi. dan kita bisa melakukannya lagi setelah ini.”
Uhukkk
Seketika itu Feby tersedak makanannya. Chandra dengan cepat memberikan minum pada Feby.
“Sabar dong, Sayang! Jangan buru-buru! Tenang, aku makan dulu baru kita bisa memulainya lagi.” jawab Chandra dengan tenang tanpa rasa bersalah.
Awwww
Feby mencubit perut suminya cukup keras.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️