Suami Kedua

Suami Kedua
Wisuda


__ADS_3

Setelah keluar dari toilet, Chandra melihat sekilas kartu tanda pengenal yang ia temukan tadi. “Mia Allura”. Itu adalah nama yang tertera dalam kartu itu. Dan dia adalah salah satu karyawan di sebuah perusahaan yang bagi Chandra tidak asing. Akhirnya Chandra mengantongi kembali. Entahlah sepertinya ada sesuatu yang mengganjal hatinya setelah bertemu dengan perempuan mirip Feby dan kartu tanda pengenal itu.


Kini Chandra sudah kembali ke private room dimana keluarganya berada. Chandra kembali berbincang-bincang dengan keluarganya. Tak lama kemudian mereka memutuskan untuk pulang.


Sementara waktu Sean dan keluarganya akan tinggal di rumah Iqbal sampai menunggu wisuda Chandra. Begitu juga dengan Chandra. Setelah wisuda dan bekerja, Chandra memutuskan untuk tinggal di apartemen milik Ayahnya yang sudah lama tidak pernah dipakai.


Setelah sampai rumah Iqbal, semua orang masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Sedangkan Chandra memilih bersantai di ruang tengah seorang diri sambil melihat kartu nama tadi. lalu tanpa sengaja dia melihat Iqbal yang hendak masuk ruang kerjanya. Chandra pun berinisiatif menanyakan tentang hal itu.


Chandra bertanya apakah Iqbal mengenal perusahaan itu. Jawaban Iqbal membuat Chandra terkejut. Karena perusahaan itu milik Kenzo, yang tak lain Papanya Feby. Perusahaan itu anak cabang yang baru saja berdiri tiga tahun yang lalu.


“Apakah Uncle juga bekerjasama dengan perusahaan itu?” tanya Chandra.


“Tidak. Dulu hanya bekerjasama dengan perusahaannya yang lain. Tapi kontrak kerjasama kita sudah selesai. memangnya ada apa, Chan?”


“Oh, nggak ada apa-apa Uncle. Teman Chan tadi tanya katanya mau melamar kerja di sana.” Jawab Chandra berbohong.


Setelah mendengar jawaban Chandra dan tidak ada lagi yang ditanyakan, Iqbal melanjutkan masuk ke ruang kerjanya.


Chandra masih tampak berpikir. Apakah benar kartu tanda pengenal itu adalah milik perempuan tadi. kalau benar, berarti perempuan tadi bekerja di perusahaan Kenzo. lalu apakah perempuan itu memiliki hubungan saudara dengan Feby. Entahlah, Chandra semakin dibuat penasaran. Mungkin nanti dia akan mencoba menghubungi no yang tertera dalam kartu itu.

__ADS_1


Dua minggu setelah Chandra sidang skripsi, hari ini juga acara wisudanya digelar. Chandra dan Daniel juga sudah bersiap pergi ke kampus mereka. Lalu disusul rombongan mobil Sean dan Iqbal.


Sean dan Lidia tidak menyangka kalau anak sulungnya sudah berada di posisi ini. rasanya dia bersyukur sekali karena berhasil mendidik anaknya sampai jenjang setinggi ini. bahkan prestasi yang diraih Chandra juga sangat membanggakan.


Usai wisuda, keesokan harinya Sean mengajak istri beserta anaknya kembali pulang ke kota J. karena pekerjaan Sean juga tidak bisa ditinggal terlalu lama. Beruntungnya ketiga anaknya sedang libur kenaikan kelas. Sedangkan Viana sudah selesai ujian akhir.


Hari itu juga Chandra pindah ke apartemen. Sebenarnya keluaga Iqbal tidak masalah jika Chandra tetap tinggal di rumahnya. Namun Sean lah yang merasa tidak enak. Sudah cukup Iqbal direpotkan selama kurang lebih empat tahun. Dan kini Chandra sudah lulus dan sudah bekerja, biarlah anak itu belajar hidup mandiri.


Chandra saat ini sedang berada di bandara untuk mengantar keberangkatan orang tua dan adik-adiknya. Sejak tadi Viana tampak murung karena masih ingin berlama-lama di kota ini. namun orang tuanya melarang.


“Nanti kalau sudah mendapat ijazah, Ayah sendiri yang akan mengantar kamu kesini.” Sean berusaha menenangkan kegundahan anak gadisnya.


“Tidak! Vian, hargai keputusan Ayah kamu. Nanti kamu akan diantar langsung ke rumah Om Xander. Saat ini Om Xander sedang ke luar kota. Tunggu nanti saat beliau pulang dan bertepatan dengan kamu mendapatkan ijazah.” Ucap Lidia dengan tegas.


Viana tidak lagi berkomentar kalau Mamanya sudah angkat bicara. Padahal dirinya tadi merengek pada sang Ayah. Tapi kenapa Mamanya ikut campur.


Chandra hanya mengacak rambut adiknya dengan gemas. Terlebih melihat ekspresi wajah Viana yang kusut seperti itu.


“Sabar! Nanti kalau kamu sudah tinggal di sini, Kakak akan sering ngajak kamu jalan-jalan.” Akhirnya ucapan kakaknya mampu membuat hati Viana sedikit bahagia. Dan tak lama kemudian mereka segera memasuki pesawat, karena sebentar lagi akan take off.

__ADS_1


Chandra kembali ke pulang ke rumah Iqbal untuk mengembalikan mobilnya. Karena selama kuliah, Chandra tidak mendapat fasilitas mobil dari orang tuanya. Sebenarnya bukan tidak mendapat mobil, hanya saja Chandra yang menolak. Dia hanya memakai motor sport saja. Dan itu pun ia beli dengan uang tabungannya sendiri dua tahun yang lalu.


Sebelum pulang ke rumah Iqbal, Chandra menyempatkan diri dulu untuk melihat keberadaan perusahaan milik Kenzo yang sejak kemarin membuatnya penasaran. Chandra sudah berhenti tidak jauh dari perusahaan itu berada. Kantornya memang tidak terlalu besar. Dan karyawannya juga masih sedikit. Karena saat ini bertepatan dengan jam pulang kantor.


Chandra mengawasi satu per satu karyawan yang keluar dari kantor itu. Berharap dia menemukan sesuatu yang mengganjal hatinya.


Deg


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


 

__ADS_1


__ADS_2