
“Yah, Ma, Chan memutuskan kalau nanti Chan akan kuliah di kota B saja.”
Deg
Lidia terkejut mendengarnya. Bahkan wajahnya sudah memerah karena marah. Bukankah dulu dia dulu sudah melarang Chandra agar memilih tempat kuliah yang dekat saja. Tapi kenapa sekarang memilih tempat yang jauh. Meskipun masih di negara yang sama. Lidia tetap tidak akan mengijinkan. Dan dia tahu alasan Chandra memilih kuliah di kota B karena demi menghindari Feby.
“Bukankah Mama sudah menatakan kalau Mama tidak mengijinkan kamu jauh lagi dengan Mama, Chan? Tapi kenapa kamu tiba-tiba memutuskan ini secara mendadak tanpa berunding dulu dengan Mama maupun Ayah? Mama tetap tidak akan mengijinkan. Sudah cukup lama kamu tinggal jauh dengan Mama, sekarang tidak akan lagi Mama biarkan.” Lidia berbicara dengan menggebu-gebu.
Sedangkan Sean masih diam. Dia juga tidak tahu apa alaan Chandra yang tiba-tiba memutuskan untuk kuliah di kota B.
“Ma, Chandra sudah dewasa. Tidak selamanya akan tinggal dan bergantung pada Ayah dan Mama. Tolong ngertiin Chandra. Chandra bukan lagi anak kecil yang bisa diatur-atur.” Ucap Chandra dengan nada selembut mungkin agar tidak melukai perasaan Mamanya.
“Kamu sekarang sudah pandai membantah ya, Chan? Apakah semua ini gara-gara Fe-“
“Uncle Iqbal yang meminta Chan untuk kuliah di sana, Ma. Uncle Iqbal ingin Chan membantu perusahaannya.” Sahut Chandra dengan cepat.
Lidia masih terdiam. Dia belum sepenuhnya percaya dengan alasan Chandra. Mungkin nanti akan ia tanyakan langsung pada Iqbal atau Jenny.
“Sudah, kalian jangan berdebat. Sayang, Chandra baru saja sembuh.” Sean menjeda ucapannya sambil mengkode istrinya agar bisa menurunkan egonya. “Nanti kita bicarakan lagi. dan kamu, Chan, fokus dengan kesehatan kamu saja dulu.” Lanjut Sean kemudian.
Chandra hanya mengangguk samar. Begitu juga dengan Ludia. Namun di hatinya masih menganggap kalau alasan Chandra ingin kuliah di kota B karena ingin menghindari Feby.
__ADS_1
Malam harinya semua keluar Sean tampak sedang menikmati makan malam bersama. Suasana sudah kembali mencair setelah perdebatan kecil yang terjadi antara Chandra dan Lidia tadi. namun Chandra memilih lebih banyak diam.
Sean pun tidak terlalu memikirkan tentang keputusan Chandra tadi. masih ada waktu yang panjang. Mungkin nanti ia akan bicara berdua dengan Chandra di saat yang tepat.
Saat sedang menikmati makan malamnya, Lidia mengamati satu per satu anak-anaknya. dia merasa sangat bahagia bisa berkumpul lagi seperti ini setelah berhari-hari melewatkan kegiatan makan malam seperti ini. namun tiba-tiba saja pandangan Lidia tertuju pada anak perempuannya.
“Vi, kemana kalung kamu?”
“Oh, itu Ma ada di kamar. tadi Vian lupa melepasnya saat akan mandi.” jawab Viana setenang mungkin. Karena sebenarnya kalung pemberian Mamanya itu hilang entah kemana. Sudah di cari ke setiap sudut ruangan kamarnya, namun tak kunjung ditemukan.
Lidia hanya mengangguk. Kemudian kembali melanjutkan makannya.
***
Sean pun juga kembali disibukkan dengan pekerjaan kantor dan beberapa meeting dengan beberapa kliennya.
Diam-diam Sean menyelidiki kasus yang menimpa Feby tempo hari. Meskipun itu bukan menjadi haknya, kalau bukan Chandra yang ikut terkena dampakanya, Sean juga tidak akan bertindak seperti itu.
Sean cukup lega saat mengetahui bahwa Kenzo memang benar-benar sudah mengatasi masalah itu sendiri. Dia juga tahu kalau Kenzo sudah berhasil menangkap pelaku yang hendak menusuk Feby saat itu. Mungkin Kenzo memang sengaja tidak memberitahu Sean karena pria itu merasa sangat bersalah dan tidak ingin melibatkan Sean dalam masalahnya. Cukup Chandra yang menjadi korban. Jadi Kenzo mengatasi masalahnya sendiri.
Lagi pula saat ini yang Sean tahu kalau sahabatnya itu sedang sibuk dengan proyek barunya dengan salah satu rekan bisnisnya yang merupakan pengusaha sukses.
__ADS_1
***
Hari pertunangan Feby tiba. Meski ada keraguan dalam hatinya, namun Feby tetap memilih bertunangan dengan Reza. Pria yang tidak lama ia kenal dan juga belum tahu banyak tentang kepribadiannya. Karena selama persiapan pertunangannya, Reza dan Feby sangat jarang sekali bertemu. Hal itu dikarenakan Reza yang sibuk dengan pekerjaannya.
Saat ini Feby sudah tampil cantik menyambut hari pertunangannya. Perempuan berusia dua puluh satu tahun itu sejak tadi tampak gugup saat sudah memasuki ballroom hotel dimana acaranya digelar.
Kenzo tidak mengundanng banyak tamu. Hanya beberapa rekan bisnisnya saja. Namun pihak dari Tuan Ibra lah yang mengudang banyak rekan bisnisnya.
Tak ada getaran kuat dalam hati Feby saat melihat kedatangan calon tunangannya yang tampan itu. Kegugupan Feby lantaran takut jika Chandra ikut hadir di pesta ini.
Benar saja, degupan jantung Feby semakin cepat saat netranya baru saja menangkap sosok laki-laki yang akhir-akhir ini memenuhi isi kepalanya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1