Suami Kedua

Suami Kedua
Meragukan Cintanya


__ADS_3

“Sayang, perjalanan kita masih jauh. Bagaimana kalau kita melakukannya disini?”


Silvia terkesiap. Dia sadar kalau Xander pasti sudah melihat tubuhnya. Kemudian Silvia mengambil jarak untuk menjauh dari Xander dengan tangannya berusaha mencari selimut sebagai penutup tubuhnya. Namun sayang, pergerakannya sudah dibaca oleh Xander.


Grep


Xander menarik tubuh Silvia ke dalam pelukannya. Mereka berdua saling menatap dalam.


“Bukankah tadi kamu bilang sudah siap melakukannya sekarang? kenapa sekarang menhindar? Bagaimana sebenarnya hati kamu untukku, Silvia?” tanya Xander dengan suara tegas.


“Maaf. Aku.. aku hanya..”


Xander melepas pelukannya dengan pelan. Lalu pria itu berdiri seperti mencari bajunya. Melihat reaksi sang istri seperti itu, hatinya kecewa. Xander merasa Silvia masih meragukan cintanya.


Sedangkan Silvia yang melihat raut kekecewaan sang suami, membuat dia kebingungan. Memang ini salahnya. Namun sebenarnya dia tidak menolak, hanya saja sedang gugup.


Silvia berdiri menghampiri Xander yang sedang sibuk mencari pakaiannya, lalu memeluknya dari belakang.


“Maafkan aku, Xander. Aku telah membuatmu kecewa. Aku tidak meragukan cintamu. Sama sekali tidak. Baiklah, kita melakukannya sekarang juga.” ucap Silvia dengan suara menahan sedih.


Xander melepas pelukan istrinya lalu berbalik badan. Pria itu tersenyum tipis sambil melihat tubuh istrinya yang hanya berbalut dalaman saja.


“Nggak apa-apa. Kita bisa melakukannya nanti. Sekarang lebih baik pakai bajumu. Kita istirahat saja. Kamu sangat lelah bukan?” ujarnya sambil tersenyum.


Air mata Silvia sudah menggenang di pelupuk matanya kala mendengar penolakan dari Xander. Kalau sudah begini dia tidak tahu harus berbuat apa. Meskipun Xander bilang baik-baik saja, namun Silvia yakin kalau Xander benar-benar kecewa.

__ADS_1


Silvia mengusap air matanya yang ternyata sudah jatuh tanpa bisa ditahan. Xander hanya melihatnya.


“Baiklah. Maafkan aku. semua salahku. Aku akan berganti baju dan meminta pilot membatalkan perjalanan ini.” ucapnya dengan tegas, lalu membuka koper dan mencari pakaiannya.


Xander terkesiap. Dia segera menahan tangan Silvia yang sedang mencari pakaian. Maksud Xander mengatakan untuk melakukan malam pertamanya saat di tempat tujuan karena hanya ingin memberikan waktu pada istrinya agar lebih rileks. Namun ternyata reaksi Silvia seperti itu.


“Sayang! Bukan seperti itu maksudku. Kamu tidak salah. Aku hanya ingin agar kamu bisa istir- mmphhhh”


Belum sempat Xander melanjutkan kalimatnya, Silvia dengan cepat membungkam mulut Xander dengan bibirnya. bahkan tidak hanya membungkam. Silvia justru dengan berani meneroboskan lidahnya ke dalam mulut Xander lalu membelit lidah sang suami dengan sensuall. Xander pun terbuai. Dia membalas pagutan lembut yang diberikan oleh Silvia.


Rasa kecewa yang sempat bersarang dalam hati masing-masing, kini menguap begitu saja. Xander segera mengangkat tubuh Silvia dan membawanya ke atas ranjang.


Sekarang posisi tubuh Silvia berada di bawah kungkungan Xander. Dan Xander lah yang kini lebih mendominasi permainan. Namun Silvia juga ikut aktif menyeimbangi ulah Xander yang semakin meresahkan.


Xander melepas pagutannya. Tangannya menelusup ke punggung Silvia untuk melepas pengait yang sejak tadi menghalangi aktivitasnya saat ingin meraup kenikmatan dua buah asset berharga milik Silvia.


Serpihan kejadian dimana Xander pernah hampir melecehkan Silvia, kini memenuhi pikirannya saat melakukan kegiatan yang sama seperti dulu.


“Sayang, maafkan aku. aku janji tidak akan melukaimu.” Gumamnya pelan sambil menatap mata Silvia begitu dalam.


Silvia mengerti akan kegundahan yang sedang Xander rasakan. Perempuan itu hanya mengangguk tersenyum.


“Aku percaya denganmu, lakukanlah! Seluruh tubuh dan hati ini sudah menjadi milikmu seorang, Suamiku!” Balasnya dengan tersenyum.


Perasaan Xander begitu lega. Dia pun segera melanjutkan tugasnya untuk memenuhi kebutuhan biologis sang istri.

__ADS_1


Akhirnya malam itu, di dalam sebuah pesawat pribadi, Xander dan Silvia melakukan malam pertamanya sebagai sepasang pengantin baru.


Erangan demi erangan keluar dari bibir keduanya saat puncak kenikmatan mereka dapatkan. Bahkan Xander tak puas hanya satu kali melakukan penyatuannya. Silvia juga yang awalnya merasa tidak nyaman dan kesakitan, akhirnya lama-lama ia merasakan kenikmatan itu.


Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari saat mereka baru saja menyelesaikan pelepasannya yang terakhir. Entah saat ini pesawat yang membawa mereka berada di ketinggian berapa kaki dan sudah sampai di negara mana, Xander dan Silvia tidak tahu. Yang Xander tahu, pesawat yang membawanya akan tiba di sebuah pulau sekitar tiga jam lagi. jadi dia dan Silvia masih mempunyai cukup banyak waktu untuk beristirahat.


Cup


Xander mengecup kening istrinya sebelum menarik selimut yang akan menutupi tubuh polos mereka.


“Lebih baik kita tidur dulu. Masih ada waktu lumayan banyak sebelum kita sampai pulau.”


Silvia hanya mengangguk lemah. Karena badannya benar-benar lelah setelah digempur habis-habisan oleh Xander.


“Maafkan aku membuatmu lelah, Sayang! Istirahatlah! Sesampainya di pulau, kita bisa mengulanginya lagi.”


.


.


.


*TBC


Duhhh duhhh.... bulan madunya so sweet bgt😜😜😂😂

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2