
Penampilan Chandra malam ini sangat tampan. Meskipun usianya masih sangat muda, namun tak banyak orang yang tahu. Justru orang-orang menganggap kalau Chandra adalah salah satu pengusaha muda yang menjadi tamu undangan Kenzo.
Chandra datang bersama kedua orang tuanya. Awalnya Lidia melarang Chandra ikut hadir dalam acara itu karena alasan kesehatan, walau sebenarnya dia tidak ingin melihat anaknya terluka. Namun alasan Chandra yang tidak enak dengan Kenzo, akhirnya dia mengijinkan Chandra ikut hadir.
Sean dan Lidia menghampiri si pemilik acara yaitu Kenzo dan Pelangi. Disana terlihat Kenzo juga sedang berbincang-bincang dengan calon besannya. Alhasil Sean dan Lidia juga ikut dikenalkan dengan calon besan Kenzo yang merupakan pengusaha sukses.
Sedangkan Chandra memilih bergabung dengan Fico. Chandra juga tidak berminat untuk menemui Feby ataupun memberikan ucapan selamat. Mungkin nanti hanya akan menemui Kenzo dan Pelangi saja.
Acara pun dimulai. Tamu undangan terdiam sejenak saat MC membuka acara tersebut. Rangkaian acara dibacakan, mulai dari memperkenalkan sosok Reza dan juga Feby yang sama-sama anak dari pengusaha sukses. Setelah itu barulah acara tukar cincin.
Chandra hanya melihat sepasang calon pengantin itu dari jauh sambil menyesap minumannya. Tak ada yang tahu bagaimana perasaan Chandra saat ini. karena laki-laki itu sangat pandai menyembunyikan luka di hatinya.
Chandra tetap berusaha tegar saat Reza menyematkan cincin pertungan di jari manis Feby. Bahkan tatapan Feby sekilas tertuju pada Chandra. Namun Chandra bersikap seolah tidak peduli.
Tepuk tangan sangat meriah dari tamu undangan saat Feby dan Reza baru saja melakukan tukar cincin. Lalu untuk acara pernikahan mereka juga diumunkan kalau akan segera digelar dua bulan lagi.
MC menutup acara inti. Setelah itu mempersilakan tamu undangan menikmati hidangan yang sudah disajikan.
Lidia dan Sean tampak berjalan beriringan untuk memberikan ucapan pada Feby.
“Selamat ya, Nak Feby! Semoga lancar sampai hari H.” ucap Lidia sambil memeluk Feby.
“Terima kasih, banyak Tante.” Jawabnya dengan membalas pelukan hangat Lidia.
__ADS_1
Setelah itu memberi ucapan pada Reza. Pria yang menjadi tunangan Feby itu sangat sopan dengan semua tamu. Senyum ramahnya juga sangat meneduhkan.
Acara itu sangat meriah dengan menampilkan beberapa penyanyi papan atas yang menghibur tamu undangan. Feby juga ikut berbaur dengan rekan bisnis Reza yang ikut diundang. Namun sejak tadi netranya sempat mencari keberadaan Chandra yang sama sekali tidak nampak. Kedua orang tuanya saja masih berada di sana, lalu kemana Chandra? Apakah sudah pulang terlebih dulu.
Feby berbisik tepat di telinga Reza. Setelah Reza menganggukkan kepalanya, Feby berjalan menjauhi kerumunan itu. Sekarang ia berjalan menuju toilet.
Feby hanya ingin menjauh sebentar dari keramaian dengan pergi ke toilet, walau hanya memperbaiki tatanan rambut dan make up-nya.
Feby melihat jari manisnya yang kini sudah melingkar sebuah cincin bertahta berlian. Cincin itu sudah mengikatnya. Dan tidak lama lagi statusnya akan berganti menjadi istri. Sampai saat ini hati Feby masih meragu dengan pertunangannya. Apakah dia benar-benar siap menikah dengan Reza. Feby masih terus menatap cincin itu.
Cklek
Tiba-tiba saja pintu toilet terbuka. Feby mengira itu adalah salah satu tamu yang hendak buang air. Dia pun kembali berpura-pura memperbaiki make up-nya sambil melihat cermin.
“Chan? Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Feby dengan raut muka tidak tenang. Pasalnya saat ini Chandra sedang memasuki toilet khusus wanita. Bagaimana jika ada orang lain tahu.
“Tidak ada. Aku hanya ingin memberikan ucapan selamat atas pertunangan kamu.” Jawab Chandra dengan perlahan melangkah mendekati Feby.
Feby semakin cemas saat melihat Chandra semakin dekat. Bahkan saat ini jarak mereka berdua semakin terkikis. Dia juga bisa merasakan hembusan nafas Chandra yang menerpa kulit wajahnya. Namun dengan cepat Feby memalingkan muka.
“Chan, tolong jangan seperti ini. bagaimana nanti kalau ada yang lih- hmmmpppp”
Dengan cepat Chandra membungkam bibir Feby dengan bibirnya. Chandra melu-mat bibir manis Feby dengan lembut. Secara reflek pun Feby menutup matanya dan dengan tidak tahu malunya malah menikmati ciuman itu.
__ADS_1
Cukup lama mereka berdua bertukar saliva mencurahkan isi hatinya. Hingga akhirnya membuat Feby menepuk pelan da-da Chandra karena kehabisan pasokan oksigen.
“Chan, ini tidak benar! Please aku mohon jangan seperti ini.” ucap Feby dengan nafas tersengal dan berusaha lepas dari kungkungan Chandra.
Chandra semakin mempererat pelukannya. Justru kini ia menempelkan keningnya dengan kening Feby.
“Feb, aku hanya ingin kamu mengetahui tentang perasaanku sebenarnya. Aku tidak peduli kamu percaya atau tidak. Aku sangat mencintaimu, Feb. kamu adalah perempuan pertama yang berhasil mengisi hatiku. Walau aku tak bisa memilikimu.”
Feby menitikan air matanya saat mendengar ucapan tulus Chandra. Bibirnya kelu tak sanggup lagi berkata-kata.
“Semoga kamu bahagia dengannya! Maaf aku tak sanggup untuk menyaksikan pernikahan kamu nanti. Namun doaku selalu menyertaimu.” Ucap Chandra lalu kembali melu-mat bibir Feby dengan lembut penuh perasaan.
Tanpa mereka berdua sadari, ada seseorang yang melihat itu semua.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1