Suami Kedua

Suami Kedua
Tidak Bisa Dilacak


__ADS_3

Lidia memaksakan senyum pada anak sulungnya. Lalu dia meraih piring dari tangan Sean kemudian menyuapkan sendiri makanan itu.


Sean dan Chandra lega melihat istrinya mau makan. Setelah itu Sean meminta Chandra agar menemani Mamanya. Karena kebetulan hari ini hari minggu dan Chandra tidak ada kegiatan belajar.


Sean memilih masuk ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pencariannya yang semalam sempat terhenti. Tidak hanya itu, Sean juga menghubungi anak buahnya untuk menanyakan kabar terbaru tentang pencarian Viana. Namun masih belum membuahkan hasil.


Sementara itu di luar rumah tampak Xander dan Silvia sedang duduk di kursi teras rumah. sejak tadi mereka berdua berdiam diri tanpa melakukan pembicaraan apapun. Terlebih setelah Silvia mengatakan bahwa hari ini dia akan pulang ke kota B.


“Aku harus professional, Xander. Aku saat ini bekerja di perusahaaan Tuan Kenzo. aku tidak bisa semudah itu meminta perpanjangan cuti.” Ucap Silvia.


“Aku mohon kamu tetaplah disini. Lidia sangat membutuhkan teman. Sedangkan aku dan Sean juga sedang berusaha mencari penculik Viana.” Ucap Xander.


Niat Xander menahan kepulangan kekasihnya karena dia tidak ingin berjauhan dengan Silvia. Namun Silvia mengartikan lain. Xander menahannya pulang lantaran Lidia sedang membutuhkan teman. Walau memang benar kenyataannya seperti itu, namun entah kenapa hati Silvia sedikit terusik.


“Aku akan bicara dengan Tuan Kenzo. akan aku ijinkan kamu agar bisa lebih lama disini. Atau kalau perlu kamu aku tarik untuk kerja di perusahaan cabang baru.” Ucap Xander.


“Kamu jangan egois, Xander. Apa kamu lupa kalau aku mempunyai dua adik yang masih kecil dan membutuhkanku?” Silvia berbicara dengan nada kesal.


“Maaf. Baiklah kalau kamu hari ini memutuskan untuk pulang. aku juga akan bersiap-siap.”


“Nggak perlu. Aku bisa berangkat sendiri ke bandara. Kamu tetaplah disini membantu Tuan Sean.” Tolak Silvia.


“Siapa yang bilang aku mengantar kamu ke bandara? Aku akan bersiap ikut pulang denganmu ke kota B. aku akan bilang ke Sean kalau aku tidak bisa membantunya lagi.” ucap Xander lalu beranjak dari duduknya.

__ADS_1


“Xander! Kamu gila ya? Tuan Sean sangat membutuhkanmu. Dan kamu sahabatnya.”


“Ya. Memang aku gila. Lebih tepatnya gila karena kamu. Aku akan menemui Sean dan kita akan bersiap-siap pulang.”


Xander melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Silvia benar-benar dilemma dengan keputusan Xander. Bagaimanapun juga dia masih ingat kalau Sean juga pernah memberinya pekerjaan.


“Tunggu, Xander!!” Silvia mencekal lengan Xander, dan pria itu menoleh sedikit.


“Baiklah, aku akan tetap disini.” Ucap Silvia.


Xander memutar badannya hingga berhadapan dengan Silvia. Pria itu segera memeluk Silvia dan mengucapkan terima kasih atas keputusannya.


“Sekarang lebih baik kamu temani Lidia, dan aku akan membantu Sean.” Ucapnya setelah melepas pelukannya. Silvia mengangguk samar dengan memaksakan senyum.


Xander memasuki ruang kerja Sean. Terlihat Sean masih sibuk dengan pencariannya. Setelah menunggu lama untuk memulihkan data rekaman cctv di rumah dan sepanjang jalan kawasan komplek perumahan akhirnya Sean mendapatkan hasil. Namun raut kekesalan kembali terpancar dari wajah tampannya.


“Baby sitter itu memang membawa Viana kabur dengan dijemput sebuah mobil yang berada tak jauh dari rumah.” ucap Sean sambil menunjukkan rekaman yang baru saja ia dapat.


Sebuah mobil hitam memang sedang terlihat berhenti tak jauh dari rumah Sean. Namun penumpangnya tidak keluar sama sekali. Hanya terlihat Bu Dewi berlari sambil mendorong stoller dimana Viana ada di dalamnya.


“Lalu plat nomor mobil itu? Bukannya kamu bisa melacaknya?” tanya Xander.


“Itu plat mobil palsu. Jadi tidak bisa dilacak. Dan keberadaan mobil itu juga tidak bisa dilacak lagi setelah keluar darin area kompleks perumahan. Seluruh cctv yang ada di kota pun tidak bisa menemukan mobil itu. Entah penculik itu telah berganti mobil atau memang dalang di balik ini semua bukan orang sembarangan.” Ucap Sean.

__ADS_1


“Apa kamu sudah menyelidiki David? Apakah pria itu yang melakukan ini semua?” tanya Xander.


“Entahlah. Aku akan menyelidikinya nanti.” Jawab Sean lesu.


Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar. Ternyata Silvia mengatakan kalau saat ini sedang ada Tuan Kenzo beserta istrinya yang sedang bertamu.


Sean dan Xander pun memutuskan untuk menemui Tuan Kenzo. kedatangan Tuan Kenzo dan istrinya untuk melihat keadaan Lidia setelah semalam jatuh pingsan di acara pesta perusahaannya.


Ternyata Lidia sudah lebih dulu ada di ruang tamu menyambut kedatangan Tuan Kenzo. Lidia berbincang ringan dengan Pelangi. Lidia mengatakan kalau dirinya sudah baik-baik saja.


Selain untuk melihat keadaan Lidia, Tuan Kenzo juga mengucapkan rasa simpatinya atas musibah yang sedang menimpa keluarga Sean.


“Aku akan membantumu mencari Viana, Sean.” Ucap Kenzo tulus.


“Aku nggak mau merepotkan kamu, Ken. Terima kasih banyak sebelumnya.” Tolak Sean dengan halus.


“Maaf. Tapi aku tidak menerima penolakan.” Ucapnya mantap.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2