Suami Kedua

Suami Kedua
Menjemput Xander


__ADS_3

Weekend ini Sean sedang bersantai dengan anak istrinya di rumah. semenjak Chandra menjalani homeschooling, keadaan rumah Sean disulap menjadi tempat yang sangat nyaman untuk Chandra dan Viana bermain. Berbagai macam mainan Sean penuhi demi kedua anaknya. walau sesekali mereka akan menghabiskan waktu untuk jalan-jalan di luar. Namun Lidia lebih memilih tetap tinggal di rumah saja. Karena dia masih paranoid.


Saat ini Sean sedang berenang sendirian. Sedangkan kedua anaknya sedang asyik bermain di ruang bermain dengan ditemani oleh Bu Dewi. Lalu Lidia, dia sibuk di dapur membuatkan jus untuk anak-anaknya dan juga akan diberikan untuk sang suami.


Lidia berjalan menuju kolam renang dengan membawa segelas jus stroberi untuk sang suami. dari jauh Lidia melihat tubuh setengah telan-jang Sean yang menurut Lidia sangat seksii. Bahkan otaknya saat ini sudah traveling hanya dengan membayangkan roti sobek milik Sean.


Lidia meletakkan jus itu di atas meja yang terletak di teepian kolam. Dia tidak sadar kalau Sean baru saja keluar dari kolam dengan air yang masih mengucur ke tubuhnya. Pria itu mendekati Lidia dan mengambil jusnya.


Argh


Pekik Lidia terkejut saat kulit tangannya bersentuhan dengan tangan basah Sean. Sean meminum jusnya setelah itu bertanya pada Lidia. “Ada apa, hem?”


“Nggak. Aku hanya terkejut saja saat kamu tiba-tiba sudah berdiri di sampingku.” Jawab Lidia dengan muka memerah.


Sean meletakkan gelasnya lalu dengan cepat menarik tubuh Lidia pada kursi panjang yang ada di sisi kolam renang.


Sreekk


Grep


“Arghh… Sean apa-apaan kamu ini?” teriak Lidia saat tubuhnya sudah mendarat sempurna di atas tubuh Sean.


“Lihat aku! kenapa wajah kamu jadi memrah seperti itu? Apa kamu membayangkan sesuatu saat melihat tubuhku ini?” tanya Sean tepat sasaran dan semakin membuat Lidia merona.


“Nggak. Sudah, aku mau bangun. Nanti ada yang lihat.” Lidia mencoba bangun namun justru pergerakan pahanya menyentuh benda keramat milik Sean yang ada di balik celana renangnya yang basah itu.


Sean mengeram tertahan karena senjatanya kini sudah bangun. Dengan cepat dia menahan tengkuk Lidia lalu memberinya ciuman yang begitu dalam. Lidia pun menyambut ciuman itu. Lama-lama ritmenya semakin menuntut dan menginginkan yang lebih dari sekadar ciuman.

__ADS_1


“Jangan, Sean! Nanti ada yang melihat.” Ucap Lidia setelah berhasil melepas pagutannya.


Sean pun tersadar dimana saat ini dirinya sedang berada. Kemudian pria itu mengusap lembut bibir istrinya sebelum menuntunnya masuk ke dalam.


“Tunggu dulu!” ucap Lidia lalu mengambil bathrope untuk menutupi tubuh sang suami.


Sean tersenyum lalu menggandeng tangan istrinya. Sesampainya di dalam kamar, Sean buru-buru melepas bathropenya lalu menurunkan celana renangnya hingga nampaklah batang yang sudah berdiri kokoh. Sedangkan Lidia juga melucuti bajunya sendiri untuk mempercepat proses mencari kenikmatan itu.


Grep


Dengan sekali lompatan, Lidia sudah brada dalam gendongan sang suami. dengan cepat Lidia membungkam bibir Sean. Bahkan Lidia semakin terbakar gairahh saat sedang menikmati pagutannya, Sean memberikan rangsa-ngan dengan cara meremas kedua pantatnya.


Mereka masih dalam posisi berdiri. Sean mulai berusaha melakukan penyatuan dengan posisi itu. Lidia juga masih sibuk memberikan ciuman erotis dengan memegang kuat kedua bahu Sean agar tak terjatuh.


Desahann Lidia keluar begitu saja saat Sean berhasil memasukkan senjatanya ke dalam inti Lidia. Perlahan dia mulai bergerak seirama dengan pagutann yang sedang gencar dilakukan Lidia. Lama-lama gerakan Sean menaik-turunkan pantat Lidia semakin cepat. Lidia pun melepas tautan bibirnya untuk meraih oksigen sebanyak-banyaknya.


Setelah cukup lama dengan posisi seperti itu, kini mereka sudah berada di atas ranjang. Sean mulai memberi kenikmatan dengan cara lain pada Lidia. Lidia pun hanya bisa pasrah dan menikmatinya. Hingga akhirnya mereka berdua sama-sama mengalami pelepasan.


Saat nafas mereka masih terengah-engah, Sean mendengar dering ponselnya yang cukup nyaring. Untung saja percintaannya baru saja selesai. kalau tidak, pasti dia akan mengumpati habis-habisan pada orang yang sedang mengganggu kenikmatannya itu.


“Ya halo?” sapa Sean tanpa melihat id pemanggilnya.


“Aku sudah sampai di bandara dua puluh menit yang lalu. Kamu jadi jemput apa tidak?” tanya seseorang di balik sana yang terdengar begitu kesal.


“Astaga, aku sampai lupa kalau akan menjemputmu hari ini.” ucap Sean namun tangannya reflek mere-mas asset milik istrinya. Hingga tanpa sengaja Lidia mende-sah tertahan.


Tut…tut…tut…

__ADS_1


Xander memutus panggilannya secara sepihak setelah tak sengaja mendengar suara lucknut itu. Jadi alasan Sean lupa menjemputnya lantaran pria itu masih asyik bercinta dengan istrinya. Padahal saat ini masih jam sepuluh pagi.


“Sayang, sebentar lagi aku akan menjemput Xander ke bandara. Kamu istirahatlah kalau capek.” Ucap Sean.


“Buruan kamu mandi sana, biar aku siapkan baju ganti. Kasihan Xander menunggu lama.” Jawab Lidia mengabaikan ucapan Sean yang menyuruhnya istirahat.


Sean pun menurut lalu dia segera pergi ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Sean sudah berada di bandara. Terlihat dari jauh Xander sedang duduk sambil berbicara lewat panggilan telepon. Sean berjalan mendekati Xander tanpa mengganggu keasyikan pria itu.


“Ya sudah, kamu jangan merindukan aku!” pungkasnya diiringi senyuman tipis.


Sumpah demi apapun Sean terkejut melihat sahabatnya yang selama ini terkenal kaku dan dingin terhadap wanita kini bisa menggombal. Akhirnya Sean tidak kuat lagi menahan tawanya.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2