Suami Kedua

Suami Kedua
Tidak Tenang


__ADS_3

Keesokan harinya Chandra masih tampak pulas dalam tidurnya. Mumpung hari ini minggu, jadi dia masih ingin menikmati waktu santainya sebelum besok akan kembali disibukkan dengan pekerjaan. Namun baru saja mimpinya berganti bertemu dengan sosok perempuan misterius yang semalam ia cari informasinya, tiba-tiba saja terdengar suara gedoran pintu kamar yang cukup nyaring dan memekakkan telinga. Seketika Chandra bangun lalu membukakan pintu.


Cklek


“Astaga, Kak Chan!! Ini sudah jam sembilan dan Kakak baru bangun?” pekik Viana.


Chandra masih mengucek matanya. dia lupa kalau hari ini janji akan mengajak adiknya jalan lagi sebelum nanti malam mengantarnya ke rumah Om Xander.


“Iya, iya… kamu tunggu sebentar. Kakak mau mandi dulu.” Ucap Chandra dan langsung menutup pintu begitu saja tanpa mempedulikan Viana yang terjingkat kaget.


Lima belas menit kemudian kakak beradik itu keluar dari apartemen dengan menenteng helm masing-masing. Tujuan Chandra pertama adalah mengisi perutnya. Karena tidak mungkin dan juga tidak sempat dia memasak untuk sarapannya. Begitu juga dengan Viana yang pastinya tidak bisa memasak.


Chandra dan Viana berhenti di sebuah warung makan yang tidak begitu ramai. Karena memang jam sarapan kebanyakan orang sudah lewat. Mereka berdua duduk lalu memesan makanan.


Cukup singkat mereka berdua makan. Setelah itu Chandra segera melanjutkan perjalanannya. Kemarin sudah cukup ia menghabiskan waktu di mall. Sekarang saatnya menikmati pemandangan alam. Chandra mengajak adiknya pergi ke salah satu pantai yang dulu sering ia kunjungi.


Viana tampak takjub dengan pemandangan pantai. Lama tinggal di kota metropolitan, membuatnya jarang sekali menikmati pemandangan alam seperti ini. selain itu juga dia tidak memiliki banyak waktu untuk berkunjung ke tempat seperti ini.


“Bagus sekali, Kak! Mata Vian dimanjakan dengan hawa sejuk pemandangan pantai ini.” ucap Viana sambil berjalan menikmati deburan air laut yang menyentuh kulit kakinya.


Memang benar yang dikatakan oleh Viana. Meskipun cuaca panas, namun udara di pantai itu sangat sejuk. Ditambah lagi tidak begitu banyak orang yang berkunjung. Chandra dulu sering menghabiskan waktu luangnya di pantai ini jika sedang penat dengan tugas kuliah yang memusingkan.

__ADS_1


Waktu beranjak semakin sore. Bahkan matahari hampir kembali ke peraduannya. Seharian penuh Chandra dan adiknya menghabiskan waktu di pantai. Hingga akhirnya Chandra mengajak Viana pulang. untuk segera bersiap ke rumah Om Xander.


*


Viana sudah siap dengan koper besar yang akan ia bawa ke rumah Xander. Dia memantapkan hati demi cita-citanya, Viana bertekat akan patuh dan tunduk pada semua aturan yang akan diberikan oleh Omnya nanti.


Beberapa saat kemudian, taksi yang mengantar mereka berdua sudah sampai di depan rumah besar milik Xander. Kedatangan Chandra dan Viana sudah disambut hangat oleh wanita cantik yang sejak dulu sangat menyayanginya.


“Selamat datang keponakan Tante yang tampan dan Cantik!” ucap Silvia sambil memeluk mereka berdua bergantian.


Silvia mengajak Chandra dan Viana masuk. Di dalam juga sudah nampak kedua anak Silvia dan Xander yang sedang asyik bermain. Ada sedikit ketentraman pada hati Viana saat melihat kedua anak Silvia yang menurutnya sangat asyik. Karena kedua anak Silvia sama-sama perempuan. Berbeda dengan dua adik laki-lakinya yang sama-sma menjengkelkan.


Tak lama setelah dipersilakan duduk, Xander keluar dari ruang kerjanya. Pria paruh baya seusia Ayahnya itu juga tampak tersenyum hangat menyambut kedatangan dua keponakannya. Khususnya Viana.


“Kamu baik-baik di sini. nanti kalau waktu, Kakak pasti datang kesini.” Bisik Chandra pada Viana. Sedangkan Viana hanya menganggukkan kepalanya.


***


Hari sudah berganti. Dua hari menikmati waktu libur menurut Chandra sudah lebih dari cukup. Sekarang waktunya kembali beraktivitas seperti biasa.


Chandra sudah bersiap untuk pergi bekerja. Tak lupa ia membawa kartu tanda pengenal milik Mia, yang akan ia kembalikan nanti saat jam pulang kerja.

__ADS_1


Pekerjaan Chandra bersama timnya di awal bulan ini tidak begitu padat. Mereka yang terdiri dari lima orang itu memiliki sedikit waktu luang, meskipun masih berada di ruang kerja. Selama bekerja dengan timnya, Chandra lebih banyak mendapatkan ilmu dari para seniornya. Tidak hanya ilmu dalam dunia IT, tetapi ilmu kehidupan juga. karena keempat teman Chandra semua sudah berumah tangga.


Sementara itu tampak seorang perempuan yang sedang duduk termenung di ruang kerjanya. Sejak tadi pikirannya tidak tenang. Terlebih jam makan siang akan tiba. Perempuan itu takut jika orang yang mengembalikan kartu tanda pengenalnya adalah orang yang ia kenal. Dia masih ingat jelas dengan suara laki-laki itu sama dengan suara laki-laki masa lalunya.


Tok tok tok


Ketukan pintu dari luarnya membuatnya terkejut. Dia langsung menyuruh orang itu masuk. Dan ternyata yang datang adalah OB.


“Ini pesanan makan siang Nona Mia!”


“Iya. Terima kasih, Pak. Oh iya Pak, nanti kalau ada orang laki-laki datang dan mencari saya, tolong bilang kalau saya sedang ada meeting di luar. Kalau laki-laki itu ingin mengembalikan sesuatu, Bapak terima saja.” Pesan Mia pada OB.


“Baik, Nona!”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2