
Feby tersenyum miris mendengar ucapan Chandra baru saja. sedalam itukah Chandra mencintainya hingga rela terluka demi perempuan yang dicintainya.
“Kenapa kamu diam? Apa kamu masih meragukan ketulusanku selama ini, Feb?”
“Maaf, Chan! Aku hanya-“
Belum sempat Feby menyelesaikan ucapannya, terdengar deringan cukup nyaring dari ponselnya dan juga ponsel Chandra. Kedua ayah mereka sama-sama sedang menghubungi anaknya. Chandra dan Feby hanya menganggukkan kepala mendengar ucapan Ayah mereka.
“Siapa yang menghubungimu?” tanya Chandra.
“Papa. Papa memintaku agar pergi ke salah satu villa yang ada di puncak bersamamu. Sebentar lagi Papa akan datang kesana.” Jawab Feby.
Feby hanya menjawab itu saja, selebihnya dia tidak memberitahu Chandra kalau baru saja mantan mertuanya menemui Papanya untuk mencari Feby. Entahlah perasaan Feby semakin cemas. Takut jika terjadi sesuatu dengan keluarganya.
“Ayahku juga baru saja mengatakan hal yang sama. Ya sudah ayo kita buruan pergi!” ajaknya kemduian.
Feby mengangguk. Sedangkan Chandra menghubungi temannya kalau ia akan pergi hari ini juga.
Beberapa saat kemudian Chandra dan Feby segera bersiap pergi ke villa milik Kenzo. villa yang diyakini tidak akan mudah dijangkau oleh anak buah Tuan Ibra.
Feby mengeratkan pelukannya saat Chandra melajukan motornya dengan kecepatan penuh. Dia berusaha menyelami perasaannya yang sesungguhnya dengan Chandra. Laki-laki yang sudah dua tahun ini selalu bersamanya dan juga melindunginya. Pantaskah dirinya bersanding dengan Chandra. Sosok laki-laki yang menurut Feby sangat sempurna.
Sedangkan Chandra saat ini bisa merasakan kegundahan hati Feby. Memang tidak mudah bagi Feby berada dalam posisi ini. dan Chandra juga sangat yakin kalau hanya dirinyalah yang mampu membuat Feby selalu merasa nyaman.
Tiga puluh menit kemudian motor Chandra sudah berhenti di depan villa milik Kenzo. villa yang cukup besar dengan penjagaan yang super ketat. Mereka berdua dipersilakan masuk sambil menunggu Kenzo dan Sean datang.
__ADS_1
Feby meminta Chandra untuk beristirahat dulu. Sedangkan dirinya juga butuh waktu untuk memikirkan perintah Papanya.
“Apa kamu baik-baik saja, Feb?” taya Chandra khawatir.
“Aku baik-baik saja. kamu jangan khawatir, Chan!” jawab Feby lalu terlebih dulu masuk ke kamar.
Chandra menghembuskan nafasnya kasar melihat ssikap Feby yang sepertinya menghindar. Dia juga tidak bisa berbuat banyak. Untuk saat ini lebih baik menunggu kedatangan ayahnya saja sambil melihat perkembangan perusahaan Tuan Ibra.
Chandra masuk ke salah satu kamar. dia membuka ponselnya. Chandra mempunyai banyak koneksi yang tersambung di perusahaan Tuan Ibra. Dan setelah akun jebakannya yang berupa aplikasi proteksi keamanan data perusahaan disetujui, ternyata salah satu anak buah Tuan Ibra sudah mengetahuinya. Chandra cukup puas melihatnya. Karena saat ini Tuan Ibra tidak bisa mengambil lagi perusahaan cabang milik Kenzo. selain itu Chandra juga mempermainkan nilai saham perusahaan pusat milik Tuan Ibra.
Tak lama kemudian Chandra mengerutkan keningnya saat melihat rekam jejak Tuan Ibra beberapa saat lalu yang mendatangi kediaman Kenzo. jari-jari Chandra bergerak cepat untuk melihat apa yang dilakukan tua bangka itu.
“Maafkan kesalahan Reza, Ken! dia benar-benar menyesali perbuatannya. Aku baru saja mendapat pesan dari Reza kalau dia ingin memperbaiki kesalahannya pada Feby dengan menjalin rumah tangga kembali. Semua itu hanya salah paham.” Ucap Tuan Ibra pada Kenzo.
Mendengar ucapan Tuan Ibra kalau Reza menyesali perbuatannya dan ingin kembali dengan Feby, membuat Chandra semakin emosi. Chandra yakin itu hanya akal-akalan Tuan Ibra demi mendapatkan perusahaan Kenzo.
Lalu Chandra kembali mendengar rekaman itu. Kali ini Kenzo yang bicara. Dalam rekaman itu Kenzo tidak memberikan jawaban pasti pada Tuan Ibra. Hanya mengatakan kalau akan bicara dulu pada Feby. Lalu Tuan Ibra berpamitan pulang dan menunggu kabar selanjutnya.
“Tidak mungkin Om Kenzo membujuk Feby agar kembali dengan mantan suaminya.” gumam Chandra sangat yakin.
Beberapa saat kemudian Sean dan Kenzo sudah datang. Chandra pun mengetuk pintu kamar Feby agar keluar.
Feby langsung berhambur ke pelukan Papanya. Perempuan dua puluh delapan tahun itu menangis terisak dalam dekapan Papanya. Kenzo merasa sangat bersalah pada anak sulungnya yang menjadi korban atas kebusukan mantan besannya.
“Maafkan Papa, Sayang!” ucap Kenzo sambil mengusap pipi Feby yang basah.
__ADS_1
Sedangkan Sean dan Chandra hanya menyaksikan keharuan anak ayah di hadapannya itu. Lalu tak lama kemudian Kenzo mengajak Feby duduk bergabung dengan Sean dan Chandra.
“Feby, Sayang! Sekarang lebih baik kamu pergi dari negara ini. Tuan Ibra masih berusaha mencari kamu.”
“Baik, Pa! Feby akan pergi secepatnya. Tapi maaf, biarkan Feby yang pergi sendiri tanpa melibatkan orang lain.” Jawabnya sambil melirik Chandra.
“Feby, Om yakin dengan kamu pergi bersama Chandra, kamu pasti aman.” Kali ini Sean yang berbicara.
Feby masih diam. Begitu juga dengan Kenzo yang masih menunggu jawaban anaknya.
“Maaf Pa, Om Sean! Feby tidak bisa. Dan kamu, Chan, masa depan kamu masih panjang. Kamu bisa menemukan wanita lain yang lebih sempurna dari aku. kamu tahu bukan kalau aku ini sudah pernah menikah. Kamu tidak pantas-“
“Aku tidak peduli! Status tidak penting bagiku, Feb.” jawab Chandra lalu menjeda sebentar kalimatnya.
“Om Kenzo, ijinkan Chandra meminang putri Om!”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1