
Keluarnya Feby dari ruangan itu membuat kedua pria paruh baya itu merasa heran. Namun Chandra segera mengalihkan perhatiannya dan menjelsakan semua kejadian baru saja.
Sesuai ucapan Feby, kini yang menemani Chandra adalah Kenzo. sedangkan Sean menuju ruangan kerja Kenzo dimana saat ini ada Feby dan Fico.
Chandra berusaha fokus dengan pekerjaannya saat ini dan sejenak melupakan kejadian yang baru saja ia alami bersama Feby. Ya, walau sampai saat ini Chandra masih bisa merasakan sisa manis ciumannya dengan Feby.
“Apa kamu siap melakukannya sekarang, Chan?” tanya Kenzo membuyarkan lamunan Chandra.
“Baik, Om. Chan akan memulihkan rekaman cctv yang sepertinya ada seseorang yang sengaja meretasnya. Chan yakin kalau orang itu mengetahui rencana kita.”
Kenzo hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia menyerahkan semua urusannya pada Chandra. Kenzo sudah sangta yakin dengan kemampuan yang dimiliki Chandra.
Benar saja ada orang lain yang sudah mengetahui rencana Kenzo. namun Chandra sulit mengenali orang asing itu. Karena wajahnya tertutup masker dan kepalanya memakai topi. Kenzo juga melihat rekaman cctv itu. Ini adalah tugasnya untuk mencari siapa pelaku itu. Dan sekarang yang terpenting adalah Chandra harus secepatnya mengganti kata sandi untuk data penting perusahaan.
Sementara di ruang kerja Kenzo tampak Sean dan Feby sedang duduk berdekatan. Mereka berdua juga sedang memantau layar laptop. Feby yang tidak begitu paham, hanya diam saja tak banyak bicara maupun bertanya. Karena sampai saat ini dia masih ingat dengan kejadian yang baru saja ia lakukan dengan Chandra.
Kurang lebih selama dua jam Chandra baru menyelesaikan pekerjaannya. Kenzo bisa bernafas lega setelah kata sandi data perusahaannya sudah aman. Tinggal langkah selanjutnya saja yaitu menunggu salinan data pribadi semua karyawan dari bagian Hengky.
Tepat pukul sebelas malam mereka sudah keluar dari kantor. Kenzo sudah berpesan pada satpam agar semakin memperketat penjagaan. Karena kedatangan orang asing tadi benar-benar lolos dari pantauan satpam.
Feby sejak tadi selau menghindar dari tatapan Chandra. Bahkan saat keluar dari kantor Papanya, perempuan itu berjalan lebih dulu menuju basement dan langsung masuk ke mobil. Sedangkan Chandra yang melihat Feby diam, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin nanti dia akan menghubungi perempuan itu saat sudah tiba di rumah.
“Terima kasih banyak, Chan! Besok Om tunggu kedatangan kamu.” Pungkas Kenzo sebelum pergi.
__ADS_1
Sean dan Chandra hanya mengangguk samar lalu mereka berdua juga segera masuk ke dalam mobilnya kemudian pulang.
Sesampainya di rumah, Chandra langsung masuk kamarnya. Dia segera menghubungi Feby. Chandra benar-benar takut jika Feby marah padanya setelah dia lancang menciumnya tadi.
Beberapa kali melakukan panggilan, namun Feby tak kunjung menjawabnya. Mengirim pesan pun Feby juga tidak membacanya. Chandra menghela nafasnya pelan. Mungkin saat ini Feby sedang tidak ingin diganggu. Besok saja dia meminta maaf secara langsung saat berada di kantor.
Sementara itu Feby yang sedang berada dalam kamarnya sejak tadi melihat ponselnya berdering. Dia tahu panggilan itu dari Chandra. Feby sengaja tidak mengangkatnya karena masih teringat ciumannya dengan Chandra tadi.
“Astaga! Bagaimana mungkin ciuman pertamaku aku berikan pada cowok seusia adikku sendiri. Dan… kenapa rasanya seperti ini? apakah Chandra sering melakukannya dengan wanita lain. Dia terlihat begitu pandai.” Gumam Feby sambil memegangi bibirnya sambil sesekali menggelengkan kepalanya.
Feby segera mengganti pakaiannya dan langsung tidur. Bahkan perempuan itu sampai melupakan satu hal, yaitu mencuci mukanya sebelum tidur. Apakah Feby benar-benar lupa atau sengaja tidak mencuci mukanya agar bekas ciumannya dengan Chandra bisa ia raasakan sampai matanya tertidur lelap.
Nyatanya memang seperti itu. Sebelum matanya tertutup rapat, Feby sempat memegangi kembali bibirnya sambil tersenyum tipis.
“Tumben banget anak Mama pagi-pagi sudah menebar senyuman.” Gurau Pelangi.
“Habis mimpi dicium actor korea kali, Ma!” sahut Fico yang saat ini sudah menyantap makanannya terlebih dulu.
Feby menatap wajah adiknya dengan sengit. Diingatkan dengan kata ciuman, membuatnya teringat dengan Chandra. Terlebih dengan ciumannya semalam.
Fico justru tergelak melihat wajah seram kakaknya yang menurutnya semakin terlihat lucu. Lalu dia segera menghabiskan makanannya dan segera pergi dari ruang makan.
“Kak, hari ini mobilnya aku bawa ya!” teriak Fico tanpa peduli Feby setuju atau tidak.
__ADS_1
Pelangi hanya menggelengkan kepalanya saat melihat kedua anaknya yang selalu bertengkar. Kemudian dia segera duduk dan bergabung untuk sarapan bersama.
“Papa kemana, Ma?” tanya Feby.
“Masih di ruang kerjanya bersama Chandra.” Jawab Pelangi.
Uhukkk
“Pelan-pelan dong, Sayang!”
Feby mengambil air putih lalu segera meminumnya. Tak lama kemudian Kenzo masuk ke ruang makan. Pria itu tampak terburu-buru lalu mengecup kening istrinya.
“Feb, pagi ini Papa buru-buru karena ada meeting. Tadi Fico sudah ijin minta bawa mobil. Dan kamu pergi sama Chandra saja ke kantornya.” Ucap Kenzo dan segera pergi.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1