Suami Kedua

Suami Kedua
Pengakuan Aslan


__ADS_3

Selesai dengan meeting nya Aslan langsung mengisi perut dengan makanan yang di berikan sang istri tadi.


"Tumben bawa bekal"


"Kalau sudah punya istri ya begini,perut kenyang terus" ujar Aslan bangga


"Ck... sombong mentang-mentang sudah punya istri"


"Siapa yang punya istri?" tanya mama Ranti saat masuk keruangan anak nya.


Aslan terdiam sedangkan Bayu gugup bukan main melihat mama Aslan masuk kedalam ruangan bos nya itu.


"Itu....Pak bo-s,eh itu rencana nya saya mau nik-ah" jawab Bayu gugup,Aslan memberikan kode agar Bayu segera keluar dia juga akan bercerita pada mama nya tentang pernikahan nya itu.


Bayu segera pergi,dia tidak mau jadi kambing hitam dalam masalah bos nya.


"Siapa yang punya istri Lan?" tanya mama Ranti lagi


"Aku ma"


"Kamu? Ngaco kamu Lan"

__ADS_1


"Ya ma aku sudah menikah"aku Aslan menunduk kan kepala nya tak berani menatap sang mama.


"Kamu gila Lan, menikah tanpa memberitahu mama! Apa mama ini tidak penting lagi untuk kamu?" marah Mama Ranti


"Bukan begitu ma,ak-u,Aku hanya-"


"Dengan siapa kamu menikah?"potong mama Ranti dengan nada tinggi.


"Janda ma" jawab Aslan jujur


"Janda! Punya anak?"


"Kamu benar-benar Lan, menikah tanpa persetujuan dan restu mama,mau jadi anak durhaka kamu"


"Bukan begitu ma,aku hanya takut mama tidak setuju" alasan Aslan karena tidak mungkin dia bercerita tentang alasan sesungguhnya ingin tau dulukarakter sang istri.


"Lan, berapa kali mama meminta kamu menikah! Hampir tiap hari Lan,kenapa kamu bisa berpikir demikian, apa kamu sudah tidak menganggap mama ada? Sejahat-jahat nya ibu tidak akan memakan anak nya!" omel mama Ranti lagi


"Ma posisi nya berbeda,dia janda anak satu"


"Status tidak penting buat mama Lan yang penting dia baik dan bisa mengurus kamu, datang dari keluarga baik-baik,kalau mama tau kamu menikah kan tidak mungkin mama menjodohkan kamu dengan Dina, sekarang bagaimana Lan,Dina sudah berharap banyak pada kamu"

__ADS_1


"Mama bisa jelaskan ma kalau aku tidak menyukai Dina"


"Kamu benar-benar ya,bikin mama pusing, seharusnya kamu tu bilang kalau sudah ada calon nya jadi nya nggak rumit begini,ya kalau Dina terima kalau nggak bisa rusak hubungan persaudaraan kita" oceh mama Ranti


"Maaf ma,jadi bagaimana? Apa mama terima istri ku?"


"Ya mana mungkin mama menolak orang sudah kamu nikahi,mama juga masih punya hati Lan, nggak mungkin membuat anak orang jadi janda lagi"


"Makasih ya ma,mama memang yang terbaik"puji Aslan memeluk sang mama,dia sedikit lega permasalahan perjodohan nya selesai.


"Kamu harus kenalkan pada mama Lan dan untuk Dina kamu coba bicara pada dia langsung"


"Ya ma, tapi tidak sekarang karena pernikahan kami hanya Siri,aku harus bicara dulu pada nya jika dia sudah siap untuk bertemu mama akan aku bawa ke rumah mama"


"Astaga Lan,kamu ya! Segera resmikan pernikahan kamu dan bawa dia pada mama"


Aslan mengangguk patuh kini dia harus memikirkan cara jujur pada Nayla tentang status nya, semoga saja Nayla tidak berubah.


Mama Ranti segera pulang tadi nya dia datang ke kantor Aslan untuk membujuk sang anak makan malam di rumah sekaligus membicarakan pertunangan dengan Dina tapi semua nya harus batal karena pengakuan Aslan yang sudah memiliki istri,kini mama Ranti sedikit lega karena Aslan Sudah mau menikah tinggal dia menjelaskan dengan baik saja pada Dina.


"Semoga keluarga Dina mengerti" batin nya.

__ADS_1


__ADS_2