Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
100. Teman Lama


__ADS_3

Saat melihat Nathan menoleh kearahnya, wanita itu tampak gugup. Ia pun membuang tatapannya kearah lain.


Nathan pun berdehem untuk menetralisir perasaannya. Saat pintu lift terbuka wanita itu bergegas keluar. Ia menganggukkan kepala kearah Nathan sebelum keluar lift, dan dibalas Nathan dengan anggukan kepala.


Sebelum pintu lift tertutup, Nathan masih bisa melihat punggung wanita itu masuk ke sebuah ruangan.


"Jadi dia karyawati di Divisi Marketing," gumam Nathan sambil menganggukkan kepala.


Setelah keluar dari lift Nathan pun bergegas masuk ke dalam ruangannya. Bahkan saking tergesa-gesanya Nathan mengabaikan salam yang diucapkan para karyawan.


"Kenapa tuh Pak Nathan, kok salam Kita ga dijawab ?" tanya salah satu karyawan.


"Lagi pusing kali. Maklum lah, kan calon pengantin. Pasti banyak yang harus dia urus," sahut karyawan lain.


Beberapa karyawan pun mengangguk lalu melanjutkan langkah mereka menuju meja kerja masing-masing.


Di ruangannya Nathan nampak membuka file tentang data karyawan di perusahaan ayahnya itu. Ia mencari foto karyawati di divisi marketing yang ditemuinya tadi.


"Oh namanya Rosiana," gumam Nathan sambil menatap lekat foto wanita yang ditemuinya di lift tadi.


Setelah berhasil menemukan data pribadi wanita itu, Nathan nampak menyandarkan tubuhmya di sandaran kursi.


"Kenapa Gue malah penasaran sama cewek ini ya. Apa Gue tertarik sama dia. Jujur dia emang cantik, tapi selama ini kan Gue ga pernah peduli sama cewek lain selain Mia. Kok sama dia beda ya. Ada apa nih ?" tanya Nathan dalam hati sambil mengusap wajahnya.


Karena tak juga menemukan jawaban. Akhirnya Nathan mengakhiri pencariannya. Ia kembali fokus bekerja dan mulai mempelajari materi ujian kelayakan karyawan yang akan digelar beberapa hari ke depan.


\=\=\=\=\=


Sore itu Nathan dan Mia nampak berjalan bergandengan tangan di salah satu mall terbesar di ibukota. Keduanya nampak serasi. Yang pria tampan, yang wanita cantik. Hingga wajar saja keduanya menjadi pusat perhatian orang-orang di sepanjang jalan yang mereka lalui.


Nathan dan Mia masuk ke sebuah butik. Di sana mereka pun nampak antusias melihat beberapa contoh pakaian pengantin yang dipakaikan di manekin.


"Bagus banget ya Sayang," kata Mia dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Iya. Kalo Kamu suka, Kita bisa pake out fit couple ini untuk acara pernikahan Kita nanti," kata Nathan.


"Tapi yang lain juga bagus-bagus. Gimana dong ?" tanya Mia bingung.


"Kamu harus pilih satu atau dua aja Sayang. Bukan karena harganya, tapi kapan Kamu make semua gaun itu. Sedangkan acaranya kan hanya seharian," kata Nathan sambil mengusap kepala Mia dengan sayang.


"Iya juga sih," sahut Mia sambil tersenyum.


Mia dan Nathan menoleh saat karyawati butik memanggil mereka. Rupanya pakaian yang akan mereka kenakan di acara lamaran lusa telah siap. Karyawati tersebut mempersilakan Nathan dan Mia mencobanya.


Di saat Nathan dan Mia sedang sibuk mematut diri di depan cermin, sepasang mata nampak mengamati pergerakan mereka.


Pemilik sepasang mata itu adalah Rosiana. Dia nampak memyeringai menyaksikan kebahagiaan Nathan dan Mia.


"Sebentar lagi kebahagiaan Kalian akan segera berakhir. Aku ga akan biarkan Kalian terus tersenyum bahagia seperti itu. Sekarang Kalian nikmati saja kebahagiaan semu ini karena ssbentar lagi senyum Kalian akan berganti ratapan dan isak tangis," gumam Rosiana sambil mengepalkan tangannya.


Di dalam butik Nathan merasa hawa dingin yang aneh menyeruak menerpa tubuhnya. Ia sedikit bergidik. Kemudian Nathan menoleh kearah jendela karena merasa ada seseorang yang mengamatinya dari balik jendela.


Saat Nathan menoleh kearah jendela, saat itu pula Rosiana segera menyembunyikan tubuhnya di balik dinding. Ia tetap di sana hingga Nathan mengalihkan tatapannya kearah lain.


"Ya Allah ...!" kata Mia setengah menjerit.


"Ma-maaf Mbak. Sa-Saya ga sengaja," kata Rosiana panik sambil pura-pura membantu Mia.


"Oh gapapa Mbak. Saya juga yang salah karena jalan ga liat kiri kanan," sahut Mia sambil tersenyum.


"Iya maaf. Apa ada yang luka Mbak ?" tanya Rosiana sambil mendongakkan kepalanya setelah menyerahkan paper bag milik Mia yang terjatuh tadi.


"Oci ?!. Kamu Oci kan ?. Oci Rosiana ?!" tanya Mia lantang.


"Iya. Mbak kenal Saya ?" tanya Rosiana sambil mengamati Mia.


"Masa lupa sih sama Gue. Gue Mia, Almia !" kata Mia sambil mengguncang lengan Rosiana.

__ADS_1


"Oh, Almia yang pacarnya Thomas ya ?!" kata Rosiana.


"Ck, ga usah pake bawa yang itu bisa ga sih. Ga enak nih sama Calon Suami Gue," kata Mia sambil mengerucutkan bibirnya.


Seolah baru tersadar jika ada Nathan di sana. Rosiana pun menoleh dan menganggukkan kepalanya. Namun sedetik kemudian Rosiana nampak membelalakkan matanya karena terkejut.


"Lho, ini kan Pak Nathan !" kata Rosiana sambil menutup mulutnya.


"Lo kenal sama calon Suami Gue Ci ?. Kamu juga kenal sama temen Aku ini Sayang ?" tanya Mia sambil menatap Rosiana dan Nathan bergantian.


Kemudian terjadi lah perbincangan akrab diantara Rosiana dan Mia. Nathan pun mengajak kedua wanita itu bicara di sebuah kafe agar lebih leluasa.


Mia pun setuju lalu mengajak Rosiana melangkah lebih dulu meninggalkan Nathan sendiri. Nathan nampak menggelengkan kepala melihat sang kekasih mengabaikannya karena bertemu Rosiana yang merupakan teman lama.


Nathan sengaja duduk memisahkan diri karena tak ingin mengganggu obrolan Mia dan Rosiana yang terlihat seru itu. Dari tempat duduknya Nathan bisa mendengar kedua wanita itu membicarakan masa lalu. Nathan pun tersenyum mengetahui kekasihnya adalah salah satu gadis terpopuler di sekolahnya dulu.


Tiba-tiba Mia memanggil Nathan dan memintanya bergabung.


"Nathan ini calon Suami Gue Ci. Dunia ini sempit banget ya. Ternyata Lo juga kerja di perusahaan calon mertua Gue," kata Mia sambil tersenyum.


Rosiana pun ikut tersenyum.


"Jadi kapan pernikahannya Mi ?" tanya Rosiana.


"Pernikahan masih akan dibicarakan lagi nanti. Keluarga Kami memutuskan agar Kami bertunangan aja dulu karena saat ini Kami benar-benar sibuk meniti karir. Nathan baru mulai bergabung di perusahaan Ayahnya, sedangkan Gue juga masih harus nemenin Bokap keliling nemuin rekan bisnisnya di berbagai daerah," sahut Mia.


"Wah sayang banget Mi. Apa Lo ga takut calon Suami Lo ini kepincut cewek lain ?. Kan di luar sana banyak cewek yang suka mengganggu hubungan orang alias jadi pelakor. Walau mereka ga secantik Lo, tapi mereka punya jurus mematikan yang bisa membuat cowok bertekuk lutut," kata Rosiana.


Ucapan Rosiana tentu saja membuat Nathan dan Mia tak nyaman. Nathan merasa jika Rosiana ini tengah menyindirnya. Padahal mereka berdua sama sekali tak saling mengenal sebelumnya.


"Insya Allah Gue percaya sama Nathan kok. Dia pasti bisa menjaga mata dan hatinya cuma untuk Gue," kata Mia kemudian sambil menatap Nathan dengan tatapan lembut.


Nathan pun tersenyum mendengar pembelaan sang kekasih. Sedangkan di bawah meja tangan Rosiana nampak terkepal kuat karena rupanya Rosiana sedang menahan amarah karena gagal memprovokasi Mia.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2