Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
74. Cinta Jadi Benci


__ADS_3

Nathan berlari cepat meninggalkan kebun kosong dimana tubuh Ira berada. Sambil berlari Nathan melucuti semua pakaiannya kemudian membuangnya ke sembarang arah. Rupanya Nathan tak ingin Ira mengendus keberadaannya melalui pakaian yang ia kenakan.


Dan Nathan melucuti pakaian terakhir yang menutupi organ vitalnya tepat dimana tasnya berada. Setelah mengenakan pakaian baru, Nathan melumuri pakaian dalamnya dengan bawang putih yang telah dilumat halus. Nathan juga melumuri sebagian tubuh dan pakaian yang ia kenakan dengan bawang putih agar Ira kehilangan jejak.


Setelahnya Nathan menstarter motor yang ia pinjam dari temannya lalu meninggalkan tempat itu.


Nathan terus memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Jantungnya berdenyut nyeri saat ia mengingat betapa garangnya Ira saat menyerangnya tadi.


"Jadi dia lebih menginginkan kematian Gue daripada bertobat," gumam Nathan sambil tersenyum getir.


Saat mengetahui Ira tak lagi mempertimbangkan perasaannya saat menyerangnya tadi, saat itu lah Nathan pun sadar jika sia-sia ia mempertahankan Ira selama ini. Nathan bahkan berani menentang ayahnya hanya untuk membela wanita siluman.


"Maafin Aku Ayah. Aku janji ga akan menentang Ayah lagi dalam urusan wanita," gumam Nathan dengan mata berkaca-kaca.


Kemudian Nathan menambah kecepatan motornya untuk membelah jalan raya di malam yang gelap dan dingin itu.


\=\=\=\=\=


Ira tersentak kaget saat merasakan tubuhnya diguncang dan wajahnya ditepuk-tepuk. Ira pun membuka mata dan terkejut melihat beberapa orang tengah mengerumuni dirinya.


Dengan sigap Ira pun bangkit untuk duduk. Ira meringis saat merasa nyeri di kepalanya.


"Alhamdulillah, akhirnya bangun juga,"


"Kamu Gapapa kan Mbak ?"


"Ngapain tidur di sini ?"


"Kok bisa-bisanya tidur di sini ?"


Beberapa pertanyaan yang datang bertubi-tubi membuat Ira kebingungan. Ia menatap semua orang satu per satu lalu menatap ke sekelilingnya. Saat itu lah Ira tahu jika dirinya tengah berada di sebuah kebun kosong. Disebut kosong karena pohon di sana tak lagi berbuah sejak beberapa tahun belakangan. Warga membiarkannya tumbuh hanya supaya lahan tak terlihat kosong dan terkesan tanpa pemilik.

__ADS_1


"Sa-Saya gapapa," sahut Ira sambil bangkit lalu mengibas pakaiannya.


Warga pun memapahnya berjalan beberapa meter. Setelah yakin Ira bisa berdiri dengan baik mereka pun melepaskannya.


"Udah Saya panggilin Taxi buat nganterin Mbak pulang. Dan Mbak ga perlu mikirin ongkosnya karena Saya udah bayar ongkosnya tadi," kata seorang pria.


"Makasih Pak, makasih semuanya. Maaf udah merepotkan ...," kata Ira sambil tersenyum.


"Gapapa Mbak, ga repot kok. Kami cuma kaget dan khawatir ngeliat perempuan berbaring di bawah pohon. Tapi ngeliat kondisi Mbaknya baik-baik aja Kami jadi lega. Kami harap Mbak ga mengalami pelecehan se*ual atau pun kekerasan lainnya ya," sahut seorang wanita seusia ibu Ira.


"Iya Bu. Saya cuma kecapean jalan tadi malam. Karena gelap Saya juga ga tau kalo nyasar di kebun orang. Sekali lagi maaf dan terima kasih," kata Ira.


"Sama-sama, hati-hati di jalan ya. Lain kali ga usah kabur dari rumah lagi. Bahaya lho," kata seorang warga saat Ira masuk ke dalam Taxi.


Ira menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangan saat Taxi mulai bergerak meninggalkan kebun kosong itu.


Di dalam Taxi Ira mengamati kebun kosong dengan seksama. Ia bahkan menurunkan jendela Taxi sebentar agar bisa mengendus aroma Nathan. Namun Ira bergegas menutup jendela Taxi saat aroma bawang putih merebak di sela angin yang berhembus. Ira mengepalkan tangannya saat sadar dirinya kehilangan jejak Nathan.


"Keliatannya Nathan emang udah nyiapin semuanya. Buktinya dia juga melumuri diri dengan bawang putih usai membuatku pingsan semalam. Awas kalo ketemu lagi nanti, Aku ga bakal kasih ampun," batin Ira kesal.


Ira pun turun dari Taxi dan disambut omelan sang ibu di depan pintu. Ira tak menyangka jika sang ibu memarahinya di luar rumah saat kakinya baru saja menginjak teras.


"Darimana aja Kamu Ra ?. Jam segini kok baru pulang. Mulai belajar liar ya ?!" tanya sang ibu lantang sambil berkacak pinggang.


Suara lantang sang ibu membuat orang yang melintas di depan rumah dan para penghuni kost pria menoleh kearahnya. Ira pun malu dan berusaha menyembunyikan wajahnya namun sia-sia. Toh semua orang juga tahu kalo yang dimarahi adalah Ira, anak semata wayang pemilik kost.


"Udah Bu, Aku malu," kata Ira menghiba.


"Kalo tau malu harusnya jangan bikin ulah dong. Gampang kan ?!" kata ibu Ira sambil mendahului masuk ke dalam rumah.


Ira pun menghela nafas panjang sambil menatap punggung sang ibu yang menjauh. Dengan langkah gontai ia masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu rapat-rapat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Sejak Nathan berhasil melumpuhkan Ira di kebun kosong itu, sejak saat itu lah Nathan tak lagi berkunjung ke rumah kost milik ibu Ira. Jika rindu pada teman-teman lamanya, Nathan akan menghubungi salah satu diantara mereka untuk membuat janji bertemu.


Dan kini Nathan sedang berada di salah satu tempat makan bersama Ferdi, Mario dan teman-teman mereka. Pertemuan mereka yang selalu ramai dengan canda tawa itu membuat Nathan bahagia.


Namun saat Mario menyebut nama Ira, tawa Nathan pun sontak terhenti. Teman-teman mereka pun terkejut lalu saling menatap dengan tatapan bingung.


"Ada apa Nath, kenapa muka Lo kaya ga seneng gitu waktu Gue nyebut nama Ira ?" tanya Mario.


"Gapapa kok. Cuma bisa kan kalo Kita ga usah bahas tentang dia lagi," pinta Nathan.


"Lo lagi marahan sama Ira ?" tanya Ferdi mewakili rasa penasaran teman-temannya.


"Bukan cuma marahan, tapi Nathan udah putus sama Ira," sela Mario.


Ferdi dan teman-temannya pun terkejut lalu mengangguk paham.


"Biar pun hubungan Kalian sebagai sepasang kekasih udah berakhir, Kalian kan tetep bisa jadi teman baik," kata Ferdi.


"Gue ga bisa !" sahut Nathan cepat.


"Kenapa ?" tanya salah seorang teman mereka.


"Kalo Gue bilang ga bisa ya ga bisa. Kalo boleh diulang, mungkin Gue ga bakal mau pacaran sama Ira. Sorry kalo Gue ga bisa kasih tau alasannya," sahut Nathan cepat.


"Ok gapapa Nath. Bukan cuma Lo yang musuhan setelah putus. Di luar sana banyak juga pasangan yang awalnya saling cinta alias bucin abis, tapi pas putus justru jadi musuh abadi. Bahkan kalo bisa sampe ke Anak Cucu musuhannya !" kata Ferdi santai namun disambut tawa teman-temannya.


"Istilahnya cinta jadi benci ya Fer !" sela Mario.


"Betul. Sama kaya yang sekarang menimpa Nathan," sahut Ferdi sambil tertawa.

__ADS_1


Gurauan teman-temannya membuat Nathan ikut tertawa. Namun jauh di lubuk hatinya Nathan serius dengan apa yang ia ucapkan tadi. Ia memang tak ingin lagi mendengar berita tentang Ira apalagi bertemu dengannya. Bagi Nathan kisah tentang Ira telah benar-benar berakhir sejak Ira berniat menghabisi nyawanya.


\=\=\=\=\=


__ADS_2