Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
64. Kuyang Senior ?


__ADS_3

Kematian Diana yang diduga karena dibunuh perampok menimbulkan kepanikan warga. Mereka berniat mengaktifkan kembali Siskamling di wilayah tempat tinggal mereka karena khawatir rumah mereka disatroni perampok.


Sedangkan pemilik kost yang terkejut melihat jasad Diana yang 'tak wajar' itu pun akhirnya memilih melaporkan kematian Diana ke Polisi. Dalam waktu singkat rumah kost khusus wanita itu dipadati Polisi dan warga yang penasaran dengan kematian Diana.


Sebagian warga yang berkerumun di depan rumah kost membicarakan kemalangan yang menimpa almarhumah Diana.


"Kasian banget ya Mbak Diana. Padahal orangnya baik, ramah. Kok bisa ya meninggal dengan cara tragis kaya gini," kata salah seorang warga.


"Iya. Jangan-jangan perampoknya ga normal. Masa iya tega membunuh cewek secantik Diana," sela warga lainnya.


"Bukan perampoknya yang ga normal Mas. Tapi Mbak Diananya yang apes karena punya wajah cantik. Siapa tau justru yang membunuh dia juga cewek yang jelous sama kelebihan yang dimiliki Mbak Diana," sahut seorang pria berumur dengan kumis yang melintang lebat di atas bibirnya itu.


Ucapan pria itu mau tak mau membuat suasana di sekitar rumah kost yang ditempati Diana makin panas.


Tak lama kemudian warga pun menepi saat sebuah Ambulans datang dan masuk ke area rumah kost khusus wanita itu. Diantara para warga yang menepi terlihat Nathan bersama adik dan teman-teman kostnya. Mereka berdiri mengamati lalu segera kembali ke rumah saat jasad Diana dibawa dengan Ambulans untuk diautopsi di Rumah Sakit.


Di dalam perjalanan menuju ke rumah mereka terus membicarakan Diana.


"Belom seminggu kehilangan bayinya, sekarang meninggal dalam kondisi mengenaskan. Kasian banget ya Diana," kata Mario mengawali percakapan.


"Iya. Setan yang katanya ngambil bayinya Diana aja belum ketemu, eh Diana malah udah terlanjur meninggal," kata Ferdi prihatin.


"Mungkin ga sih kalo kematian Diana sama hilangnya bayi yang dilahirkan Diana itu saling berkaitan ?" tanya Nathan tiba-tiba.


Pertanyaan Nathan yang di luar pikiran masyarakat pada umumnya pun mengejutkan teman-teman kostnya termasuk Nicko. Mereka berhenti melangkah lalu semuanya menatap Nathan dengan tatapan yang sulit dibaca.


"Kenapa ngeliatin Gue kaya gitu. Ada yang aneh di muka Gue ya ?" tanya Nathan sambil mengusap wajah dan kepalanya bergantian.


"Ga ada apa-apa di muka dan kepala Lo. Kita cuma bingung sama jalan pikiran Lo barusan. Kok bisa-bisanya Lo mikir kejadian yang dialami Diana itu saling berkaitan ?" tanya Mario penasaran.

__ADS_1


"Oh itu. Sederhana aja sih, kan kata warga Diana selalu bilang bayinya hilang digondol setan. Diana tetap konsisten jawab kaya gitu sampe sebelum ditemuin meninggal dunia. Jangan-jangan setan yang dijadiin kambing hitam sama Diana marah terus menyakiti dia. Mengingat kondisi Diana yang masih lemah karena baru aja pulang dari rumah sakit, ditambah harus ngeliat penampakan yang pasti serem. Menurut Gue sih masuk akal kan kalo Diana kaget, kena serangan jantung terus meninggal dunia. Soalnya kasak-kusuk Polisi yang ga sengaja Gue denger tadi bilang kalo ga ada jejak apa pun di jendela atau sidik jari asing di sana. Itu artinya kematian Diana itu misterius kan," kata Nathan panjang lebar.


Ucapan Nathan membuat semuanya terdiam sambil berpikir. Sesaat kemudian mereka mengangguk lalu kembali melanjutkan langkah mereka karena bingung harus memberi respon seperti apa pada komentar Nathan tadi.


"Apa pun dan bagaimana pun cara Diana meninggal dunia, buat Gue Diana adalah salah satu wanita istimewa yang pernah Gue kenal. Walau Gue ga bisa jadi pacarnya karena dia nolak Gue, tapi doa tulus Gue semoga Diana tenang di alam sana," kata Ferdi saat mereka tiba di teras rumah.


" Aamiin ...."


"Setuju Fer. Gue juga sependapat sama Lo. Dan di moment ini, ayo Kita akhiri permusuhan Kita gara-gara bersaing ga sehat memperebutkan cinta Diana. Sekarang Diana udah meninggal, udah waktunya Kita berdamai. Gimana Fer ?. Lo mau kan Maafin Gue ?" tanya Mario sambil mengulurkan tangannya.


Suasana hening melingkupi teras untuk sejenak. Namun segera dipenuhi canda tawa saat Ferdi menyambut uluran tangan Mario. Keduanya nampak saling berpelukan sambil tertawa-tawa. Semua pun ikut tertawa sambil bertepuk tangan merayakan moment 'perdamaian' Mario dan Ferdi.


Tiba-tiba suara lantang seorang wanita menghentikan tawa mereka. Bahkan mereka menatap kearah sumber suara dengan tatapan khawatir.


"Kalian nih Apa-apaan sih !. Udah tau ada orang lagi berduka, eh Kalian malah tepuk tangan sambil ketawa-ketawa. Bisa ga sih direm sedikit. Kalo ga bisa, di dalam rumah aja ketawanya. Jangan lupa tutup pintu dan jendela rapat-rapat biar suara Kalian ga kedengaran sampe luar !" kata pemilik kost sambil menatap kesal kearah para penghuni kost.


Saat itu pemilik kost nampak berdiri sambil berkacak pinggang di ambang pintu pagar. Wajahnya merah padam pertanda dia sangat marah. Nyali Nathan dan teman-temannya pun mendadak ciut karena selama ini mereka belum pernah melihat penampilan sang ibu kost semarah itu.


"Baik. Jangan diulangi lagi !" kata pemilik kost sambil membalikkan tubuhnya.


Setelah pemilik kost yang juga ibu kandung Ira berlalu, Nathan pun langsung memerintahkan semua temannya masuk ke dalam rumah.


"Adik Lo ga disuruh masuk juga ?" tanya Ferdi sambil melirik kearah Nicko.


"Dia bakal masuk terakhir bareng Gue !" sahut Nathan lantang.


Ferdi nampak berdecak sebal mendengar jawaban Nathan dan itu membuat Nicko tak kuasa menahan tawa.


Namun sesaat kemudian Nicko menghentikan tawanya saat menyadari tatapan Nathan dan semua teman kostnya terarah padanya. Nicko nampak berdehem beberapa kali. Setelah berhasil menguasai diri, Nicko pun bergegas masuk ke dalam kamar sang kakak dan tetap di sana hingga pagi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Setelah sepuluh hari lebih mengunjungi sang kakak, tiba waktunya Nicko kembali ke Jakarta. Nathan dan teman-temannya dengan berat hati melepas kepergian Nicko di teras rumah.


"Maaf ya Nick. Gue ga bisa nungguin sampe mobil travelnya datang karena harus berangkat kerja," kata Ferdi mewakili beberapa temannya.


"Iya gapapa Mas. Kan masih ada Bang Nathan di sini yang bakal nemenin Aku sampe mobil travel datang menjemput nanti," sahut Nicko sambil tersenyum.


"Padahal seru ngobrol sama Lo Nick. Sayang cuma sebentar sih Lo di sini," kata Mario sambil merengkuh bahu Nicko erat.


"Insya Allah kapan-kapan Aku main ke sini lagi deh Mas," janji Nicko.


"Kapan dan mau ngapain ke sini. Kan Nathan juga udah ga di sini. Tahun depan dia lulus. Mungkin bakal dapat tawaran kerja atau justru nyari kerja di tempat lain nanti," kata Mario cepat.


"Iya juga sih. Tapi gapapa, Kita masih bisa sempetin datang untuk reunian. Iya kan Bang ?" tanya Nicko sambil menatap sang kakak.


"Insya Allah iya Nick," sahut Nathan sambil tersenyum.


Dan setelah memeluk Nicko bergantian, teman-teman kost Nathan pun meninggalkan rumah satu per satu menyisakan Nathan dan Nicko.


Setelah memastikan tak ada orang lain di sana, Nicko pun mulai membicarakan sesuatu yang mengganjal pikirannya.


"Jadi Kak Diana meninggal kenapa Bang ?" tanya Nicko penasaran.


"Kalo Abang ga salah tebak keliatannya dia juga jadi korban kebuasan kuyang yang tempo hari Kita liat Nick. Setelah memangsa Anaknya, kuyang itu kembali untuk menyerang Diana. Kan Diana saat itu lagi nifas alias pendarahan usai melahirkan. Seperti Kita tau kalo kuyang itu mengonsumsi darah bayi dan ibu hamil. Nah, Diana yang masih mengalami nifas juga bukan pengecualian," sahut Nathan hati-hati.


"Hiiiyy ... serem banget ya Bang. Tapi seinget Aku kuyang yang ngikutin Abang dulu tuh ga serem-serem amat. Beda banget sama penampakan kuyang yang Kita liat tempo hari. Jangan-jangan kuyang itu termasuk golongan kuyang tua alias senior ya Bang," kata Nicko sambil bergidik.


Ucapan Nicko membuat Nathan tertawa geli. Nathan baru berhenti tertawa saat mobil travel datang menjemput Nicko. Kedua kakak beradik itu saling memeluk sejenak. Dan saat mobil melaju perlahan meninggalkan rumah kost, Nicko dan Nathan saling melambaikan tangan sambil tersenyum.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2