
Nathan baru saja kembali ke rumah kost usai membeli keperluan pribadinya. Saat itu dia bersama Nicko. Meski pun Nicko bukan anak balita tapi tingkahnya mirip seperti balita yang suka merengek. Dan itu ia lakukan pada sang kakak dengan meminta Nathan membelikannya es krim.
Saat bangun tidur Nicko merasa lapar. Nathan menyodorkan jatah sarapan yang telah dingin padanya. Nicko memang memakannya dengan lahap. Namun setelahnya Nicko mengeluh karena merasa kurang dengan apa yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.
"Punya roti ga Bang ?" tanya Nicko.
"Ga punya. Emang buat apaan ?" tanya Nathan.
"Ya dimakan lah Bang. Apalagi emangnya," sahut Nicko cepat namun membuat Nathan membulatkan matanya.
"Makan ?!" tanya Nathan tak percaya.
"Iya. Kenapa melotot gitu sih Bang. Emang ada yang aneh ?" tanya Nicko sambil mengamati dirinya sendiri.
"Ya ampun Nicko. Kamu kan baru aja makan sepiring nasi plus lauk lengkap. Belum ada lima menit lho. Kok udah mau makan lagi. Kamu cacingan ya ?!" tanya Nathan sambil tertawa.
"Ish, apaan sih Abang. Emang kalo lapar artinya cacingan ?" tanya Nicko sewot.
Namun pertanyaan Nicko justru membuat Nathan tertawa geli. Nathan menggelengkan kepala tak percaya jika adiknya kembali merasa lapar setelah menghabiskan sepiring nasi.
"Beneran lapar Nick ?. Kalo emang masih lapar, ayo Kita keluar cari makan," ajak Nathan akhirnya.
Tentu saja ucapan Nathan membuat Nicko bahagia. Ia pun mengangguk lalu bergegas membasuh wajahnya di kamar mandi. Setelahnya ia menyusul sang kakak yang menunggunya di teras rumah.
Di teras Nicko melihat sang kakak sedang bicara dengan Mario. Saat melihat Nicko keluar dari dalam rumah Mario pun tersenyum. Rupanya ia baru saja diberitahu oleh Nathan jika ia akan mengajak Nicko keluar mencari makanan.
"Jadi masih laper ya Nick ?" goda Mario sambil tersenyum.
"Iya Mas," sahut Nicko malu-malu.
"Wajar lah. Badan Kamu kan lebih tinggi dari Nathan. Jadi lambungnya lebih luas dan sepiring nasi ga bakal cukup buat mengisi lambung Kamu yang lega itu," gurau Mario hingga membuat Nathan dan Nicko tertawa.
"Kalo gitu Gue jalan dulu ya. Mau nitip ga ?" tanya Nathan.
__ADS_1
"Rokok aja Nath. Talangin dulu ya, ntar Gue ganti. Lagi males gerak nih," kata Mario.
"Siiippp lah," sahut Nathan sambil melangkah menyusul Nicko.
Kemudian Nathan dan Nicko berjalan kaki menuju mini market yang dimaksud Nathan tadi. Di sana Nicko 'mengamuk'. Ia membeli banyak makanan ringan dan juga es krim yang langsung dimakannya saat keluar dari mini market.
Setelah menghabiskan dua es krim yang dibelinya tadi, Nicko baru bersedia diajak pulang.
Ternyata Nicko juga mengajak Nathan mampir di warung nasi saat perjalanan pulang menuju ke rumah kost. Ia makan sepiring nasi ditambah ayam goreng plus sambal lagi di sana. Nathan hanya bisa menggelengkan kepala melihat adiknya yang makan dengan lahap seolah tak pernah makan berhari-hari.
"Santai aja Nick, ntar keselek lho," kata Nathan mengingatkan.
"Hmmm ...," sahut Nicko cuek.
Nathan pun meraih ponselnya dan berniat menghubungi sang kekasih. Namun saat itu tak sengaja Nathan melihat Ira yang melintas di depan warung nasi dengan sepedanya. Nathan pun mengurungkan niatnya karena tahu jika Ira sedang sibuk membantu ibunya yang juga pemilik kost yang ia tempati.
Saat Nathan menoleh kearah Nicko, ia melihat sang adik telah menghabiskan makanannya. Kini Nicko sedang duduk sambil bersandar karena kekenyangan.
"Iya," sahut Nicko sambil mengangguk cepat.
"Kalo gitu Kita balik sekarang ya," ajak Nathan.
"Sebentar lagi ya Bang. Perutku penuh banget nih. Kayanya susah dibawa jalan. Kecuali Abang mau gendong Aku," sahut Nicko sambil menaik turunkan alisnya.
"Ck, apaan sih Kamu. Ga terbalik ya. Harusnya Kamu yang gendong Abang, kan Abang yang capek dan badanmu lebih besar dari Abang. Kalo Abang gendong Kamu malah keliatan kaya monyet gendong gorila, tau ga ?!" kata Nathan pura-pura marah.
Ucapan Nathan mau tak mau membuat Nicko tertawa geli. Bahkan pelayan di warung nasi itu pun ikut tertawa mendengar ucapan Nathan.
Setelah membayar makanan yang dimakan sang adik, Nathan pun bergegas keluar dari warung nasi itu. Nicko pun mengikuti Nathan sambil terus tertawa.
Namun tawa Nicko terhenti saat melihat Ira keluar dari sebuah rumah.
"Eh, itu kan Kak Ira Bang !" kata Nicko.
__ADS_1
"Iya. Ngapain dia di sana ?" tanya Nathan sambil mengerutkan keningnya.
Nathan pun mendekati Ira yang sedang menuntun sepedanya keluar dari halaman rumah itu. Dan pertanyaan Nathan pun terjawab saat Ira menjelaskan mengapa ia berada di tempat itu.
Rupanya tempat yang baru saja didatangi Ira adalah rumah kost tempat Diana tinggal. Dan Nathan tahu jika Ira tak suka dengan Diana karena alasan tertentu.
"Ngapain Kamu di sana Ra, bukannya Kamu bilang anti datang ke sana?" tanya Nathan.
"Abis mau gimana lagi. Ibu yang nyuruh Aku nganterin titipan untuk Mbak Iis tadi. Ibu kan abis dari Jogja dua hari yang lalu. Nah di sana ketemu sama Eyangnya Mbak Iis. Beliau nitip sesuatu untuk Mbak Iis. Karena Mbak Iis juga baru pulang dari tugas dan ga mungkin ke rumah, jadi Aku yang disuruh sama Ibu buat nganterin. Ibu bilang ga enak megang titipan orang lama-lama," kata Ira menjelaskan.
"Oh gitu. Terus kenapa Kamu ngeliat ke belakang terus dari tadi ?" tanya Nathan.
"Aku penasaran mau ngeliat Diana. Tapi kok ga ketemu. Denger-denger kan dia abis melahirkan di kamar mandi semalam," sahut Ira setengah berbisik.
"Kok penasaran. Bukannya Kamu ga suka ya sama Diana ?" tanya Nathan tak mengerti.
"Aku emang ga suka sama Diana karena dia genit, suka tebar pesona sama cowok-cowok, pura-pura tampil lugu padahal liar," sahut Ira kesal.
"Sssttt... jangan keras-keras ngomongnya. Ntar kalo ada yang denger terus disampein ke Diana kan ga enak," kata Nathan sambil menyilangkan jari telunjuk di depan bibirnya.
"Biarin aja !. Tapi semua orang juga akhirnya tau kan gimana aslinya Diana. Cewek yang selama ini dianggap peri ternyata cuma perempuan murah*n yang hamil di luar nikah," sahut Ira sambil mencibir.
Nathan dan Nicko saling menatap sambil menggelengkan kepala karena terkejut dengan ucapan Ira. Sadar jika sikapnya keterlaluan, Ira pun mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Terus Kamu sama Nicko darimana, kok bisa-bisanya berhenti di depan sini ?" tanya Ira sambil menatap Nathan dengan tatapan curiga.
"Jangan mulai lagi deh. Kamu tau kan kalo Aku ga kenal sama Diana dan ga suka sama dia. Aku berhenti di sini ya karena ngeliat Kamu," kata Nathan sambil mencubit pipi Ira dengan gemas.
Jawaban Nathan membuat Nicko tertawa sedangkan Ira nampak tersipu malu. Ira pun bergabung dengan Nathan dan Nicko. Kemudian ketiganya nampak mulai melangkah perlahan meninggalkan tempat itu.
Namun sebelum melangkah, Nathan tak sengaja melihat sosok wanita mengintip dari balik gorden jendela. Ia tak mengenali wanita itu dan mengira wanita itu adalah salah satu penghuni kost khusus wanita itu.
\=\=\=\=\=
__ADS_1