Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
78. Tak Punya Hubungan


__ADS_3

Dan diantara mereka yang shock mengetahui kematian Ira yang tragis itu adalah Ferdi dan Mario.


Mereka tak menyangka jika Ira adalah jelmaan kuyang yang diduga telah membunuh Diana juga. Padahal di kesehariannya Ira menunjukkan sikap santun dan welas asih. Berbeda jauh dengan saat ketika ia menjelma jadi kuyang yang jahat dan bengis.


"Jadi ini alasannya kenapa semalam Gue ngerasa kenal sama kepala kuyang yamg dibakar di rumahnya Yulia. Ternyata kuyang itu Ira. Pantesan dia natap Gue lama banget. Berarti saat itu dia emang butuh bantuan Gue. Iya kan Fer ?" tanya Mario gusar.


"Mungkin Iya mungkin juga ga. Setelah Kita tau kalo Ira itu jelmaan kuyang, apa Kita masih harus mengasihani dia. Ira itu jahat. Dia membunuh wanita hamil dan mengambil janin di rahim mereka untuk memenuhi hasratnya. Gue memang menyesali kematian Ira. Tapi itu lebih karena mengetahui orang yang Kita anggap baik ternyata siluman yang gemar menyakiti manusia," sahut Ferdi sambil menggelengkan kepalanya.


Ucapan Ferdi membuat Mario dan teman-temannya membisu lalu menundukkan kepala masing-masing.


"Terus gimana kalo Polisi tiba-tiba nanyain Ira sama Kita Fer ?" tanya Mario cemas.


"Ya jawab aja sejujurnya dan seadanya. Kenapa bingung sih," sahut Ferdi santai.


"Kalo itu Gue juga tau. Maksud Gue, kalo Polisi nanya apa hubungannya Ira sama kepala kuyang yang dibakar Ayahnya Yulia semalam gimana ?" tanya Mario setengah berbisik.


"Polisi ga akan tau kalo ga ada yang cerita. Bukannya kuyang itu sejenis siluman yang keberadaannya masih diragukan. Apalagi di kota besar kaya gini. Jadi Gue pikir ga ada gunanya nyeritain soal kepala kuyang itu. Biar aja Polisi menganggap Ira meninggal karena dibunuh dan menyelidiki kematiannya dengan cara mereka sendiri. Lagian Lo juga ga mau kan dituduh terlibat dengan kematian Ira ?. Bisa aja Lo malah jadi tersangka karena dianggap membiarkan penganiayaan Ira terjadi di depan mata Lo," sahut Ferdi.


Penjelasan Ferdi yang panjang itu mau tak mau membuat Mario dan teman-temannya gentar. Mereka memutuskan menutup rapat tentang kehadiran kuyang yang menyerang Yulia kemarin malam.


\=\=\=\=\=


Di saat yang sama di rumah Yulia.


Setelah mengetahui Ira sebagai jelmaan kuyang yang berniat mencelakai Yulia kemarin malam, keluarga Yulia segera pergi meninggalkan rumah. Mereka berniat menjauh untuk sementara waktu karena tak ingin dikaitkan dengan kematian Ira yang tak wajar itu.


Sebelumnya adik laki-laki Yulia baru saja kembali dari rumah Ira, ia menceritakan apa yang dilihatnya tadi.

__ADS_1


"Kak Ira ditemukan meninggal di kamarnya dalam kondisi tanpa kepala Yah !" kata adik Yulia.


Laporan adik laki-laki Yulia mengejutkan semua keluarganya yang masih bertahan di sana usai pesta semalam.


"Inna Lillahi wainna ilaihi roji'uun. Ya Allah, jadi kuyang itu Ira ?!" tanya ayah Yulia tak percaya.


"Aku ga percaya kalo ga membuktikannya sendiri. Sekarang Aku mau ke rumahnya Ira Mas," kata Yulia tiba-tiba.


"Ga perlu Dek. Kamu jangan ke sana. Ingat Kamu lagi hamil, Aku ga mau Kamu kenapa-kenapa setelah ngeliat jasad temenmu yang tanpa kepala itu !" kata suami Yulia.


"Tapi Mas ....,"


"Dengerin ucapan Suamimu Yulia. Kamu memang ga perlu ke sana !" kata ayah Yulia membenarkan ucapan menantunya itu.


"Iya Yah," sahut Yulia pasrah.


Yulia dan keluarganya pun saling menatap sejenak lalu mengangguk. Kemudian mereka segera berkemas dan pergi dari rumah itu.


\=\=\=\=\=


Awan duka menyelimuti rumah Ira. Kedua orangtua Ira nampak terpukul dengan kematian anak semata wayangnya itu. Apalagi berhembus kabar jika kematian Ira berkaitan dengan tertangkapnya kuyang di rumah Yulia.


Malam itu diadakan acara pengajian untuk mendoakan almarhumah Ira. Mario, Ferdi dan teman-temannya hadir. Selain membantu persiapan pengajian, mereka juga turut serta mendoakan Ira.


Seorang ulama dipanggil untuk memimpin doa. Dan saat pengajian digelar, terkuak lah sebuah cerita tentang siapa Ira sebenarnya. Cerita itu didengar langsung oleh Ferdi dan Mario dari mulut Mbok Ti sang asisten rumah tangga kepercayaan keluarga Ira.


"Kematian Ira aja udah bikin Bapak sama Ibu shock. Ditambah tuduhan warga yang bilang kalo Ira adalah jelmaan kuyang, itu bikin mereka sangat terpukul sekaligus malu. Itu sama aja warga menuduh Bapak dan Ibu sebagai turunan iblis. Padahal mereka juga ga tau sama sekali kalo Ira adalah siluman kuyang," kata Mbok Ti membuka percakapan.

__ADS_1


Ucapan Mbok Ti membuat Ferdi dan Mario saling menatap bingung.


"Maksudnya gimana ya Mbok ?" tanya Mario tak mengerti.


"Maksud Saya, Bapak sama Ibu kan ga tau apa-apa karena mereka ga punya hubungan darah sama Ira. Asal Kalian tau ya, Ira itu cuma Anak angkat alias Anak adopsi," sahut Mbok Ti sambil berbisik.


"Oh gitu. Tapi Bapak sama Ibu tau kan siapa orangtua kandung Ira ?" tanya Ferdi.


"Sayangnya mereka juga ga kenal siapa orangtua kandung Ira," sahut mbok Ti.


Kemudian mengalir lah cerita dari mulut wanita bertubuh subur itu.


Saat itu ada bencana alam di desa tempat Ira tinggal. Akibat gunung meletus menyebabkan warga di beberapa desa harus kehilangan tempat tinggal. Selain tempat tinggal, warga juga harus kehilangan keluarganya termasuk Ira.


"Bapak sama Ibu waktu itu jadi salah satu donatur yang kebetulan mengunjungi pengungsian. Saat melihat Ira pertama kali, mereka tertarik sama Ira. Kemudian mereka mengambil Ira untuk diasuh sambil menunggu kedua orangtuanya ditemukan. Bapak sama Ibu juga ninggalin alamat kok supaya saat kedua orangtua Ira ditemukan bisa langsung menghubungi mereka. Sayangnya setelah setahun diasuh, orangtua Ira ga ditemukan juga. Ga ada kabar tentang mereka sehingga pemerintah menyerahkan Ira untuk diasuh. Saat itu mereka langsung membuat surat adopsi supaya mereka punya kekuatan hukum untuk mengasuh Ira," kata Mbok Ti.


Ucapan Mbok Ti membuat Mario dan Ferdi mengerti mengapa Ira diam saja saat dimarahi ibunya tempo hari. Nampaknya Ira tahu jika dirinya bukan anak kandung pemilik kost. Untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya Ira memilih diam dan tak membantah ucapan ibunya waktu itu.


"Ternyata Ira masih punya hati. Ira tau gimana harus bersikap sama orang yang telah menyelamatkan hidupnya. Tau begini kok malah bikin Gue terharu ya Fer," kata Mario sambil mengusap matanya yang basah.


"Iya. Ternyata Ira sengaja diam karena ga mau melukai perasaan Ibu kost yang emang lagi emosi berat waktu itu," sahut Ferdi.


Kemudian Ferdi dan Mario kembali larut dalam pembacaan doa yang dipimpin sang ustadz.


Meski pun jasad Ira belum dikembalikan oleh pihak kepolisian karena masih harus menjalani autopsi, pengajian tetap digelar hingga hari ke empat puluh kematian Ira.


Asal usul Ira memang tak akan bisa dilacak karena kedua orantuanya raib ditelan bencana. Termasuk darimana Ira mendapatkan ilmu hitam untuk melukai ibu hamil dan bayi itu. Tapi keyakinan warga jika Ira adalah jelmaan kuyang terlanjur mengakar kuat di benak mereka.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2