Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
119. Dimana Anakmu ?


__ADS_3

Karena ingin mengetahui dimana anak dari kembaran ayahnya berada, Nathan pun berusaha mencari tahu dimana Mak Ejah tinggal sekarang. Beruntung Rosiana bersedia memberi tahu dimana sang ibu tinggal selama ia dipenjara.


"Makasih Rosiana," kata Nathan sambil bangkit dari duduknya.


"Maaf kalo Saya lancang. Kenapa Pak Nathan mencari Ibu Saya ?. Apa ... Pak Nathan ingin melibatkan Mak dalam masalah ini. Apakah belum cukup melihat Saya dipenjara untuk menebus kesalahan Saya ?" tanya Rosiana gusar.


"Kamu salah paham Rosiana. Ada hal yang penting yang perlu Saya bicarakan dengan Mak Ejah. Ini bisa berkaitan denganmu atau justru tidak sama sekali. Maaf kalo membuatmu bingung. Tetapi terima kasih sekali lagi," kata Nathan sambil melangkah meninggalkan Rosiana di ruang besuk tahanan.


Kemudian Nathan, Bayan dan Jojo pergi ke alamat yang diberikan Rosiana.


Nathan nampak mengerutkan keningnya saat menyadari jalan yang mereka lalui sama dengan jalan ke rumah kontrakan Fikri dulu.


"Kenapa Nath ?" tanya Bayan.


"Gapapa Yah. Aku cuma merasa kalo jalan ke rumah Mak Ejah sama persis kaya jalan menuju kontrakan lamanya Bang Fikri," sahut Nathan cepat.


Bayan pun mengangguk lalu kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


Tak lama kemudian mereka tiba di rumah kontrakan Mak Ejah. Nathan pun mengetuk pintu beberapa kali sambil mengucap salam.


"Assalamualaikum Mak ..., Mak Ejah !" panggil Nathan.


"Wa alaikumsalam. Siapa ya ?" tanya Mak Ejah sambil membuka pintu.


Untuk sejenak tubuh Mak Ejah membeku saat menyaksikan Bayan, Jojo dan Nathan ada di hadapannya.


"Ka-Kalian. Ma-mau apa ke sini ?" tanya Mak Ejah gugup.


"Kami datang untuk bertemu dengan Kamu Ejah !" sahut Jojo sambil menatap Mak Ejah lekat.

__ADS_1


"Saya ga kenal Kalian. Sebaiknya Kalian pergi !" kata Mak Ejah sambil berusaha menutup pintu.


Usaha Mak Ejah terhalang karena kaki Nathan menahan daun pintu agar tak bisa ditutup dengan rapat. Mak Ejah nampak mendengus kesal lalu kembali membuka pintu.


"Apa mau Kalian sebenarnya ?. Dan Kamu, kenapa baru sekarang datang mencari Aku ?!" kata mak Ejah sambil menatap marah kearah Bayan.


"Jadi Kamu berharap Saya datang mencari Kamu ?. Kita ga punya hubungan apa pun. Kenapa Saya harus mencari Kamu ?" tanya Bayan tak mengerti.


Ucapan Bayan membuat Mak Ejah kesal. Ia merasa Bayan tak menghargai hubungan mereka dulu.


"Kamu bilang Kita ga punya hubungan ?. Terus apa artinya pernikahan Kita dan mana janji manis yang Kamu ucapkan dulu Bayan?!" kata Mak Ejah histeris sambil menitikkan air mata.


Jeritan Mak Ejah menarik perhatian warga. Beberapa tetangga Mak Ejah pun datang untuk melihat apa yang terjadi. Nathan mengatakan kepada mereka jika mak Ejah adalah keluarganya. Dan kehadirannya di sana untuk menjemput mak Ejah pulang. Warga percaya ucapan Nathan karena melihat tiga pria yang bertamu ke rumah mak Ejah bersikap santun dan tak memaksa masuk ke dalam rumah.


"Kamu salah Ejah !. Bukan Bayan yang Kamu nikahi tapi Alan !" sela Jojo hingga mengejutkan Mak Ejah.


"A-apa ini. Alan siapa yang Kau maksud Jo ?!. Jelas-jelas dia yang menikahi Aku dulu!" kata Mak Ejah gusar.


Ucapan Jojo membuat Mak Ejah termenung. Ia percaya ucapan Jojo karena ia memang melihat tanda yang dimaksud di tubuh suaminya. Apalagi Bayan juga menunjukkan luka parut di pundaknya sebagai bukti jika dia bukan lah suami mak Ejah.


"Tapi kenapa Alan pake nama Bayan saat menikahi Aku ?. Kenapa dia membohongi Aku. Dimana dia sekarang, kenapa ga ikut bersama Kalian ?" tanya Mak Ejah bingung.


"Alan sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu Jah. Dia mengalami kecelakaan karena mengemudi dalam kondisi mabuk berat," sahut Jojo hingga mengejutkan Mak Ejah.


Air mata nampak membasahi wajah Mak Ejah. Sejak lama ia mempersiapkan diri jika suaminya telah meninggal dunia. Tapi saat mendengar langsung kematian Alan membuatnya sedih.


Mak Ejah juga mengingat pertemuannya dengan Bayan yang ia kira Alan itu. Entah mengapa, melihat Bayan yang hidup senang tanpa dirinya membuat Mak Ejah marah.


"Jadi sudah sejak lama Aku kehilangan dia," gumam Mak Ejah dengan suara bergetar.

__ADS_1


Untuk sejenak suasana diantara mereka menjadi hening. Bayan pun kembali bicara untuk menjelaskan kesalah pahaman itu.


"Ini sedikit rumit. Hubungan Kami, maksudnya Saya dan Alan memang kurang harmonis. Meski pun Kami kembar, tapi Kami memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Alan itu sosok yang hangat dan supel, beda sama Saya yang sedikit tertutup dan pemilih. Kalo Alan mudah membuat wanita jatuh hati, beda dengan Saya," kata Bayan.


"Dengan kata lain Alan itu play boy tapi Bayan kuper dalam urusan lawan jenis," sela Jojo tak sabar.


Ucapan Jojo membuat Bayan mendelik kesal namun membuat Nathan tersenyum. Sedangkan Mak Ejah nampak mulai mengerti kemana arah pembicaraan Bayan.


"Orangtua Kami tak suka dengan sikap Alan yang sering tebar pesona sama perempuan. Selain itu Alan pemalas dan boros. Saat orangtua Kami memberi modal untuk usaha, Alan justru menghabiskannya untuk berfoya-foya. Dia marah saat melihat Saya berhasil mengembangkan bisnis. Dia menuduh orangtua Kami pilih kasih padahal Kami diberi modal dalam jumlah yang sama besar," kata Bayan sambil mengingat pertengkaran terakhirnya dengan Alan.


"Alan pergi dengan marah. Kami tau dia menikahi Kamu. Mungkin dia ingin menghancurkan Bayan dan Kamu secara bersamaan. Makanya Alan pake nama Bayan saat menikahimu. Tujuannya cuma satu. Saat dia meninggalkan Kamu, maka Kamu akan mencari Bayan dan mempermalukan Bayan," kata Jojo menambahkan.


Mendengar penjelasan Bayan dan Jojo membuat Mak Ejah sakit hati.


"Bukan dia yang pergi tapi Aku. Aku yang meninggalkan dia Jo," kata Mak Ejah lirih.


"Iya Jah. Aku tau. Terus dimana Anak Alan ?, dia pernah bilang Kamu pergi saat hamil besar," kata Jojo.


"Dia ..., Bapak membawanya pergi beberapa jam setelah Aku melahirkan Jo. Bapak menyerahkan Anakku untuk diadopsi orang lain," sahut Mak Ejah sambil mengusap matanya yang basah.


"Apa dia Rosiana ?" tanya Bayan tapi disambut gelengan kepala oleh Mak Ejah.


"Anakku laki-laki. Aku memberinya nama Saba. Aku udah bilang sama Bapak agar menyematkan nama itu nanti. Keliatannya Bapak lupa dan Aku ga tau dimana Anakku sekarang," sahut Mak Ejah berbohong.


Jawaban Mak Ejah mengakhiri pembicaraan mereka. Dengan langkah gontai Bayan, Jojo dan Nathan pun pergi meninggalkan rumah kontrakan Mak Ejah. Mereka berharap bisa menemukan anak Alan yang hilang itu cepat atau lambat.


Sementara itu Mak Ejah nampak terduduk di lantai sambil menangis. Ia menangisi kebodohannya yang percaya mulut manis Alan dulu.


"Dasar bajing*n. Membusuk lah di neraka!. Bersyukur lah Kau karena sudah mati. Andai masih hidup, Aku akan menyiksamu sepanjang sisa hidupmu sia*an !" gumam Mak Ejah kesal sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Setelah puas menangis, Mak Ejah pun masuk ke dalam kamar untuk berkemas. Nampaknya Mak Ejah tak tahan lagi tinggal di sana. Ia memutuskan pergi untuk memulai kehidupan yang baru.


\=\=\=\=\=


__ADS_2