
Ternyata cerita tentang hantu Diana tak hanya menyebar di rumah kost. Ira sebagai anak pemilik kost pun mengetahui hal itu. Tentu saja cerita itu membuatnya tak nyaman sekaligus takut. Apalagi belakangan Ira kerap pulang malam karena harus mengerjakan tugas kelompok bersama teman-temannya.
Ira adalah mahasiswi tingkat satu, dua tahun di bawah Nathan. Selain mengerjakan tugas kelompok, Ira juga sibuk membuka usaha bersama temannya berupa warung sembako yang buka dari siang hingga sore hari.
Warung yang terletak di garasi rumah temannya terbilang ramai. Apalagi promosi yang Ira dan teman-temannya lakukan berhasil menarik minat para pembeli yang sebagian besar adalah tetangga itu hingga membuat mereka sibuk.
Setelah warung tutup, biasanya Ira dan teman-temannya akan menghitung pendapatan mereka hari itu. Kemudian mereka akan membagi keuntungan sama besar, lalu membelanjakan modal awal lagi agar warung bisa terus berjalan.
Jika gilirannya berbelanja tiba, maka Ira akan pulang lebih malam. Itu karena Ira harus belanja ke pasar induk dulu untuk mendapatkan harga yang jauh lebih murah.
Ibu Ira yang khawatir pun mengingatkan Ira agar pulang tak sendiri atau memberitahu lebih dulu agar dijemput di pinggir jalan nanti.
"Ga usah Bu, Ira berani kok," kata Ira.
"Ga usah sok berani Ra. Wong semua orang aja takut, lah Kamu malah ngomong begitu. Itu nantangin namanya. Ntar kalo hantu Diana denger terus ngetes Kamu gimana ?" tanya ibu Ira.
"Ngetes apa sih maksud Ibu ?" tanya Ira tak mengerti.
"Ya ngetes keberanian Kamu Nduk. Gimana kalo dia nongol di depan Kamu dengan penampilannya yang kata Mbok Siti sama Kusno menyeramkan itu. Dan kalo itu kejadian, jangankan untuk lari, untuk jerit minta tolong aja Kamu ga bakal bisa lho Nduk !" kata ibu Ira gusar.
Ucapan sang ibu membuat Ira tertawa. Ia menggelengkan kepala karena tak menyangka sang ibu percaya dengan cerita tentang hantu Diana yang gentayangan itu. Bukan tanpa alasan Ira menganggap seperti itu. Karena selama Diana meninggal dunia, tak sekali pun Ira ditemui hantu berwujud Diana itu.
"Kok malah ketawa sih. Ibu nih serius Ira !" kata Ibu Ira kesal.
"Iya, Aku tau. Lagian hantu Diana ga bakal nemuin Aku karena Kami kan ga saling kenal Bu. Kan katanya hantu Diana datang dengan kondisi mengenaskan yang berdarah-darah itu untuk minta tolong. Jadi mana mungkin dia nemuin Aku yang ga dikenalnya sama sekali," kata Ira setelah tawanya mereda.
"Kamu emang ga kenal sama Diana tapi dia kan tau kalo Kamu Anak Ibu !" kata Ibu Ira bersikeras.
Ira kembali tertawa. Ia mengabaikan ucapan sang ibu dan memilih pergi ke kampus dengan segera. Ibu Ira tersenyum melepas kepergian Ira. Dalam hati ia bangga dengan Ira yang pemberani itu.
\=\=\=\=\=
Malam itu lagi-lagi Ira harus pulang terlambat. Jika sebelumnya dia menuruti permintaan ibunya untuk mengabari sebelum pulang, kali ini Ira benar-benar lupa.
__ADS_1
Saat turun di pinggir jalan raya, Ira baru ingat pesan sang ibu. Sayangnya saat Ira meraih ponselnya dan bermaksud menghubungi ibunya, ponsel itu mati karena kehabisan daya. Ira pun berdecak sebal.
Dengan terpaksa Ira mengayunkan langkahnya menyusuri jalan menuju ke rumah. Ia juga terpaksa melewati rumah kost khusus wanita yang pernah dihuni Diana.
Beruntung saat Ira sedang dicekam rasa takut karena teringat cerita sang ibu dan Mbok Ti, Ira melihat Iis yang baru saja turun dari Taxi. Iis yang juga melihat Ira pun tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Iraaa !" panggil Iis.
"Eh, Mbak Iis. Kebetulan banget sih ketemu di sini," sahut Ira.
"Kok kebetulan, kan Aku emang tinggal di sini Ra," kata Iis sambil tertawa.
"Oh Iya, Aku lupa. Abis Aku tegang banget Mbak," sahut Ira malu.
"Tegang atau takut ?" goda Iis sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ira hingga gadis itu terkejut lalu memundurkan wajahnya.
Dan belum sempat Ira menjawab pertanyaan Iis, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara jeritan dari dalam kost berwarna oranye itu. Ira dan Iis saling menatap sejenak kemudian segera menghambur masuk ke dalam area kost.
Tiba di teras rumah mereka melihat beberapa penghuni kost yang semuanya wanita sedang berkumpul sambil menatap ke dalam rumah dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Ada apa, kenapa Gue denger ada jeritan tadi ?!" tanya Iis lantang.
"A-ada hantu Mbak Iis. Hantunya Diana !" sahut salah seorang penghuni kost cepat.
"Hantu ?" tanya Iis dan Ira bersamaan.
"Iya," sahut semua penghuni kost bersamaan.
Lalu semua orang termasuk Iis dan Ira menoleh ke dalam rumah. Dari dalam.rumah terlibat Atik yang juga berwajah pucat keluar dari kamar yang pernah ditempati Diana.
Melihat Atik keluar dari kamar yang tak berpenghuni itu membuat Iis mengerutkan keningnya. Ia menatap Atik dengan tatapan curiga.
"Ngapain Lo di kamarnya Diana Tik ?. Apa Lo yang udah bikin kegaduhan dan pura-pura nyamar jadi hantunya Diana biar semua ketakutan ?!" kata Iis galak.
__ADS_1
"Ga usah nuduh kalo ga ada bukti Is. Gue juga sama kaya Lo, kaget waktu denger mereka jerit tadi. Karena mereka bilang ada hantu Diana, makanya Gue coba masuk ke kamarnya dan ngeliat apa ada hantu atau ga di sana," sahut Atik santai.
"Terus ...?!" tanya semua orang tak sabar.
"Ga ada apa-apa di kamar Diana. Justru Gue curiga sama Kalian. Jangan-jangan ada satu diantara Kalian yang iseng dan kepo lalu berusaha masuk ke kamar almarhumah Diana. Ayo ngaku !" kata Atik sambil menatap teman-temannya.
Semua terdiam. Iis yang tahu jika salah satu teman kostnya melakukan apa yang dituduhkan Atik pun berusaha melerai.
"Udah ga usah saling nuduh," kata Iis.
"Ga bisa Is. Gue tau semua orang di rumah ini ga ada yang suka sama Diana karena dia cantik dan disukai banyak orang. Tapi itu kan bukan salahnya. Bukan kemauannya terlahir cantik dan disukai lawan jenis kan ?" tanya Atik gusar.
"Itu emang bukan salahnya. Salah Diana cuma satu yaitu suka tebar pesona sama cowok-cowok. Itu yang bikin Kita semua kesel sama dia !" sahut salah seorang penghuni kost.
"Dia ga tebar pesona kok !" kata Atik lantang.
"Lo bilang begitu karena Lo temennya. Coba kalo Lo jadi Kita yang cowoknya minta putus gara-gara kepincut sama Diana, pasti Lo juga benci sama dia !" kata penghuni lainnya dengan marah.
Atik terkejut lalu terdiam sejenak.
"Tapi itu kan dulu. Sekarang Diana udah meninggal. Masa Kalian masih ga bisa maafin dia. Lagian asal Kalian tau, Diana ga pernah nerima mantan cowok Kalian yang nyoba deketin dia. Cowok Kalian mutusin Kalian karena sikap Kalian bukan karena Diana !" kata Atik cepat.
Ucapan Atik membuat semua penghuni kost kesal termasuk Iis. Namun saat mereka hendak membalas ucapan Atik, tiba-tiba pintu kamar Diana terbuka dengan sendirinya. Daun pintu yang terbuka itu terhempas dengan keras hingga mengejutkan semua orang.
Semua orang menatap ke kamar Diana yang gelap itu. Lalu mereka menjerit saat melihat penampakan mirip Diana melayang keluar dari dalam kamar. Hantu Diana saat itu tampil dengan pakaian terakhir yang ia kenakan. Bagian bawah tubuhnya tampak berwarna merah karena dikotori oleh darah yang juga menetes di lantai.
Perlahan hantu Diana berhenti di depan pintu kamarnya. Ia menatap kearah teman-temannya yang berkerumun di teras dengan tatapan sedih. Kemudian Diana memutar kepalanya. Dan saat tatapannya membentur Iis dan Ira, hantu Diana nampak terkejut lalu lenyap begitu saja.
Semua penghuni kost menghela nafas lega saat hantu Diana lenyap. Bersamaan dengan itu beberapa warga berdatangan karena mendengar jeritan mereka tadi. Iis dan Atik pun tampil mewakili teman-temannya untuk menjawab pertanyaan warga. Mereka sengaja berbohong agar warga tak curiga.
Dan setelah warga pergi, semua penghuni kost kembali ke kamar masing-masing. Atik yang masih berdiri di teras rumah pun menatap Iis dan Ira bergantian. Dalam hati ia bertanya-tanya mengapa hantu Diana sangat ketakutan saat melihat kedua wanita itu tadi.
Merasa tak memiliki urusan di rumah itu, Ira pun bergegas pergi. Di depan rumah kost itu ia bertemu dengan Nathan yang sengaja ingin menjemputnya. Kemudian Ira dan Nathan berjalan berdampingan meninggalkan rumah kost khusus wanita itu.
__ADS_1
Sambil melangkah Ira menoleh ke teras rumah dan melihat Atik masih berdiri di sana sambil menatapnya lekat.
\=\=\=\=\=