Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
63. Diana


__ADS_3

Kini Diana sedang duduk di kamarnya seorang diri. Diana nampak menatap ke sekelilingnya dengan tatapan cemas.


Atik yang tahu jika Diana masih tak nyaman berada di rumah itu pun mencoba menghiburnya namun gagal. Bahkan Diana menolak saat Atik ingin menemaninya tadi.


"Gue gapapa kok Tik, Lo tenang aja. Ntar kalo Gue butuh sesuatu, orang pertama yang bakal Gue panggil pasti Lo," kata Diana.


"Ok deh. Kalo gitu Gue ke kamar dulu ya Di. Tolong jangan kunci pintunya supaya Gue bisa tetep ngeliat keadaan Lo nanti," pinta Atik sungguh-sungguh.


"Iya, cerewet banget sih Tik !" kata Diana pura-pura marah.


Atik pun tertawa lalu keluar dari kamar. Tak lupa ia menutup pintu kamar Diana agar wanita itu bisa istirahat dengan nyaman.


Diana menghela nafas panjang lalu mencoba berbaring. Ia nampak sedikit meringis saat rasa nyeri itu datang lagi. Dan tiap kali rasa nyeri di bagian int*mnya datang, Diana kembali sedih karena teringat dengan peristiwa memilukan malam itu.


Diana menyentuh perutnya lalu bergeser sedikit ke bagian bawah. Sebelumnya Diana selalu merasa perutnya berdenyut pertanda ada kehidupan di sana. Diana ingat bagaimana antusiasnya dia saat pertama kali menyadari dirinya hamil. Meski pun itu akibat hubungan terlarang antara dia dengan bosnya, Diana tetap bahagia.


Jika wanita lain akan panik dan depresi saat mengandung buah cinta yang hadir tanpa ikatan resmi dan restu keluarga, namun Diana berbeda. Dia bahkan menangis bahagia saat mengetahui dirinya hamil. Bukan tanpa sebab Diana seperti itu.


Sebelumnya Diana divonis sulit hamil bahkan ditebak akan mandul seumur hidup. Karenanya saat ia melakukan hubungan int*m dengan bosnya yang sudah berkeluarga itu, Diana sama sekali tak menggunakan pengaman.


Setelah mengetahui dirinya hamil pun Diana sama sekali tak panik atau berusaha menggugurkan bayinya. Ia juga tak berniat menjadikan bayinya sebagai alat agar ia dinikahi atau diberi status yang pasti oleh bosnya itu. Bahkan Diana menjalani hari-harinya dengan bahagia, optimis dan suka cita.


Namun saat kehamilannya memasuki bulan ke enam Diana harus kecewa. Ternyata bayi Diana tak tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya. Awalnya Diana curiga karena kehamilannya yang berusia enam bulan itu tak terlihat. Tubuh Diana masih terlihat langsing dan cantik seperti bulan sebelumnya. Karena penasaran Diana memeriksakan kehamilannya ke klinik bersalin. Di sana Diana akhirnya tahu jika janin dalam rahimnya tak berkembang normal. Bahkan dokter menyarankan agar Diana melakukan kuretase.


Diana terkejut dan sangat terpukul dengan kenyataan itu. Bayi yang ia harapkan dapat menjadi simbol keberhasilannya sebagai wanita sempurna ternyata harus digugurkan. Diana pun tak mengiyakan saran dokter. Ia meminta waktu untuk berpikir dan dokter mengangguk.


Namun rupanya Diana tetap bersikeras melahirkan bayinya. Ia tak kembali ke klinik itu dan memilih mencari pengobatan alternatif agar bayinya bisa bertahan.

__ADS_1


Setelah menjalani serangkaian pengobatan alternatif, bayi dalam rahim Diana pun mulai memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Meski terlambat tapi masih ada peluang sang bayi selamat dan bisa dilahirkan secara normal.


Namun rupanya bos yang menjadikan Diana simpanan akhirnya menyadari kehamilan Diana. Pria itu menolak bayi Diana yang notabene adalah anaknya itu dengan keras karena beralasan tak ingin punya anak lain selain dua anaknya di rumah.


Diana tak punya pilihan. Mau tak mau ia harus menuruti keinginan bosnya jika ingin karir dan masa depannya terjamin. Akhirnya Diana meminum obat agar bayinya bisa lahir lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Diana juga berniat membuang bayinya nanti.


Dan kini air mata Diana kembali menganak sungai saat ia sadar betapa jahatnya dia pada darah dagingnya itu.


Karena lelah menangis akhirnya Diana pun tertidur. Saat Atik mengintipnya melalui celah pintu, Atik tersenyum lega melihat Diana tidur dengan nyenyak.


"Apa Diana tidur ?" tanya salah seorang wanita yang juga penghuni kost bernama Iis.


"Iya," sahut Atik cepat.


"Dia gila ya. Setelah membunuh bayinya, eh dia masih bisa tidur nyenyak," kata Iis dengan sinis.


"Diana emang ga membunuh bayinya. Tapi Diana berusaha menyingkirkan bayinya. Buktinya dia memilih kamar mandi belakang seolah sengaja menghilangkan jejak !" kata Iis dengan ketus sambil berlalu.


Atik pun terdiam karena malas berdebat. Meski pun tindakan Diana salah, namun Atik tahu jika Diana melakukannya dalam kondisi tertekan.


\=\=\=\=\=


Malam itu dilalui Atik dengan gelisah. Setelah mendengar cerita tentang makhluk yang memangsa bayi Diana, Atik merasa sangat takut. Atik juga kesal karena Diana menolak untuk ditemani hingga Atik harus bolak-balik menjenguknya.


Atik menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi. Ia baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Karena haus, Atik pun keluar dari kamar untuk mengambil minum di dapur.


Saat di luar kamar, Atik melihat beberapa teman kostnya termasuk Iis nampak sedang bicara dengan suara rendah. Atik tahu jika mereka tengah membicarakan Diana. Namun karena lelah dan malas berdebat untuk yang ke sekian kalinya, Atik pun cuek.

__ADS_1


Setelah kembali dari dapur Atik mampir ke kamar Diana. Atik membuka sedikit pintu kamar dan tersenyum saat melihat Diana tidur dengan nyaman.


Melihat Atik yang begitu intens menjaga Diana, membuat para penghuni kost tak nyaman lalu membubarkan diri satu per satu.


Saat melintas di depan kamar Diana, tak sengaja Iis menabrak Atik. Keduanya saling menatap dengan tajam seolah menunggu siapa yang akan meledak lebih dulu. Atik pun mengalah. Ia menutup pintu kamar Diana lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Iis yang masih menatapnya.


Atik tetap berada di kamarnya untuk beberapa waktu. Untuk membuang rasa gelisahnya, Atik pun berniat mengecek kondisi Diana sekali lagi.


"Cek Diana dulu sekali lagi, abis itu giliran Gue yang tidur," gumam Atik sambil menguap.


Atik pun tersenyum saat melihat rumah yang sepi karena semua penghuni kost telah masuk ke kamar masing-masing. Dengan langkah pasti Atik pun melangkah ke kamar Diana lalu membuka pintu kamar perlahan.


Alangkah terkejutnya Atik saat mendapati Diana terkapar di lantai. Karena khawatir Atik pun membangunkan penghuni kost yang berada tepat di samping kamar Diana untuk meminta bantuan. Atik lupa jika itu adalah kamar Iis. Saat Iis keluar dengan wajah kesal, Atik pun terkejut.


"Ada apaan sih Tik, udah malam nih. Ganggu aja !" kata Iis kesal.


"Maaf. To-tolong bantuin mindahin Diana ke atas tempat tidur. Dia ... dia jatuh di lantai," kata Atik gugup sambil menunjuk Diana yang terbaring di lantai.


Rupanya suara gaduh Atik dan Iis membuat para penghuni kost lainnya terbangun dan keluar dari kamar. Setelah Atik memberitahu kondisi Diana, mereka pun tergerak membantu.


Namun mereka terkejut saat mendapati Diana telah meninggal dunia. Yang mengejutkan karena Diana meninggal dengan mata terbelalak. Dari bagian bawah tubuhnya terlihat darah segar mengalir. Dan saat diamati darah itu berasal dari organ int*m Diana yang masih terluka akibat melahirkan beberapa hari yang lalu.


Di saat semua penghuni kost masih terkesima dengan kondisi Diana, tiba-tiba berhembus angin kencang yang berasal dari jendela kamar Diana yang terbuka lebar.


Atik, Iis dan semua penghuni kost itu pun menjerit karena mereka mengira ada penjahat yang masuk ke dalam rumah dan membunuh Diana lalu kabur melalui jendela kamar.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2