Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
53. Mau Melamar


__ADS_3

Ternyata di rumah pun Anna sengaja tak menyiapkan acara apa pun untuk merayakan ulang tahun anak bungsunya. Ia merasa bukan waktu yang tepat untuk merayakan ulang tahun karena saat ini formasi keluarga mereka belum lengkap. Anna berniat mengajak Nicko keluar untuk membeli mainan kesukaannya untuk mengganti moment perayaan pertambahan umur Nicko.


Selama diungsikan ke rumah Riko, Bayan memang melarang Anna dan Nicko untuk menemui Nathan. Itu karena Bayan khawatir aroma tubuh yang ditinggalkan Nathan saat mereka bertemu dan berpelukan akan kembali terendus oleh makhluk kepala tanpa tubuh itu. Bayan tak ingin usahanya menjauhkan Nathan sia-sia karena makhluk itu masih bisa mengendus aroma tubuh Nathan dan akan kembali mengekori Nathan.


Saat Nicko keluar dari kamar usai membersihkan diri, ia disambut sang bunda dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Selamat ulang tahun Anak Bunda. Semoga panjang umur, jadi anak sholeh, sehat selalu, tambah pinter, banyak rezeqi, bahagia dunia dan akherat. Aamiin ...," kata Anna sambil memeluk Nicko dengan erat.


Wajah Nicko dalam pelukan Anna nampak merona. Ia bahagia sekaligus malu. Rupanya Nicko tahu dirinya ulang tahun hari itu karena teman-teman di kelasnya sudah memberinya selamat tadi.


"Aamiin, makasih Bund," sahut Nicko saat Anna mengurai pelukannya.


"Maafin Bunda sama Ayah ya Nak. Kami belum bisa kasih pesta ulang tahun yang meriah karena kondisi Kita memang ga memungkinkan untuk melakukan itu sekarang," kata Anna sambil merapikan anak rambut di kening Nicko.


"Iya gapapa Bund. Aku juga ga mau ngerayain ulang tahun tanpa Abang," sahut Nicko.


Ucapan Nicko membuat Anna terharu. Hati kecilnya merasa bahagia karena anak bungsunya tumbuh menjadi anak yang baik dan penuh pengertian. Bahkan di saat anak seusianya masih menuntut ini dan itu, Nicko hampir tak pernah melakukannya. Apalagi sejak Nathan tak tinggal bersama mereka lagi.


"Kalo gitu, gimana kalo Kita keluar buat beli mainan baru. Anggap aja itu hadiah ulang tahun Nicko dari Bunda," kata Anna.


"Beneran Bund ?" tanya Nicko.


"Iya," sahut Anna cepat hingga membuat Nicko bersorak gembira.


Kemudian Anna dan Nicko keluar dari rumah sambil berpelukan. Di teras rumah mereka berpapasan dengan Yunus yang baru saja tiba.


"Saya pergi dulu sama Nicko ke mini market depan sebentar ya Nus," kata Anna.


"Iya Bu," sahut Yunus sambil tersenyum.


Setelah Anna dan Nicko berlalu, Yunus pun menutup pintu pagar lalu duduk di teras rumah seperti biasa. Yunus tersenyum saat melihat segelas kopi dan sepiring singkong goreng di atas meja. Yunus tahu siapa yang menyediakan itu untuknya.


"Makasih ya Mbak Yumi !" kata Yunus lantang.

__ADS_1


"Iya, sama-sama !" sahut Yumi dari dalam rumah.


Yunus tersenyum lalu meraih gelas berisi kopi dan meneguknya perlahan.


\=\=\=\=\=


Anna dan Nicko kembali ke rumah menjelang Isya. Nicko nampak bahagia karena baru saja membeli mainan baru. Tak hanya itu, bahkan sang bunda juga menuruti semua keinginannya untuk main di taman sebentar tadi.


Namun tawa Nicko terhenti saat melihat rumah dalam keadaan gelap gulita. Ia menatap sang bunda yang saat itu juga tengah mengerutkan keningnya.


"Kok gelap Bund ?" tanya Nicko.


"Iya, kenapa ya. Jangan-jangan Bi Yumi lupa nyalain lampu. Tapi ga mungkin, Bi Yumi itu takut gelap. Ini juga pagar kenapa ga dikunci ya. Kemana Mas Yunus, kok ceroboh banget sih," kata Anna sambil mendorong pintu pagar perlahan.


Melihat situasi yang gelap, Anna pun mulai khawatir. Ia meraih ponselnya lalu berusaha menghubungi Bayan, Yunus dan Yumi. Namun sayangnya usaha Anna tak membuahkan hasil. Tak satu pun diantara mereka yang merespon panggilannya.


Saat sedang kebingungan, tiba-tiba ada suara terompet yang menggema dari pinggir halaman. Rupanya Bayan dan teman-temannya juga Yunus dan Yumi yang melakukannya dan jelas itu membuat Anna dan Nicko terkejut bukan kepalang. Bahkan Nicko terlonjak kaget hingga memeluk ibunya saking terkejutnya.


Suara tawa pun menggema melihat reaksi Nicko tadi. Dan saat lampu rumah menyala, terlihat lah wajah-wajah penuh tawa di sana. Nicko dan Anna pun ikut tertawa. Namun keduanya menjerit saat melihat Nathan ada diantara mereka sambil membawa kue tart dengan lilin berbentuk angka sepuluh yang menyala.


Ketiganya nampak saling memeluk setelah Nathan menyerahkan kue yang dibawanya kepada Mona.


Dan malam itu berlalu penuh tawa bahagia. Kepulangan Nathan yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya membuat Nicko tak henti bersyukur dalam hati. Ia bahagia. Saking bahagianya Nicko pun menangis diam-diam. Ia segera mengusap matanya yang basah saat sadar Alika tengah menatapnya dengan bingung.


\=\=\=\=\=


Kehidupan Bayan dan keluarganya kembali normal sejak Nathan kembali ke tengah mereka. Dan kini mereka tengah disibukkan dengan persiapan pernikahan Yumi dan Yunus. Ternyata kedekatan keduanya selama hampir delapan tahun telah menumbuhkan benih cinta diantara mereka.


Awalnya Bayan tak percaya saat Yunus memintanya melamarkan seorang wanita untuknya. Yunus beralasan tak punya kakak laki-laki dan Ayahnya telah lama meninggal dunia. Satu-satunya orang yang ia anggap layak mewakili keluarganya adalah Bayan.


"Ok, Saya siap. Kapan Kita pergi ke Rumah pacarmu itu ?" tanya Bayan.


"Insya Allah lusa Pak," sahut Yunus.

__ADS_1


"Sayangnya Yumi ga bisa ikut. Kalo Kamu bilang lebih awal dia pasti bisa menyempatkan waktu sebelum pulang ke rumah orangtuanya Nus," kata Bayan.


"Ehm, maaf Pak. Justru Kita kan mau ke rumah Mbak Yumi. Karena yang mau Saya lamar ya Mbak Yumi Pak," kata Yunus malu-malu.


Yunus sengaja memberitahu sejak awal karena tak ingin membuat Bayan dan Anna terkejut nanti. Toh pengakuan Yunus tetap saja membuat Bayan dan Anna terkejut.


"Kamu serius Nus ?!" tanya Bayan.


"Iya Pak," sahut Yunus mantap.


"Sejak kapan Kalian dekat. Kok Saya ga tau ?" tanya Anna bingung.


"Kami emang ga pacaran kaya Anak ABG Bu. Kami cuma ngobrol kalo ada waktu luang tentang visi dan misi untuk masa depan Kami. Saya merasa cocok dan ga mau nunda lagi. Jadi setelah Mbak Yumi bersedia jadi Istri Saya, Saya mulai menyiapkan segalanya," sahut Yunus.


"Mmm ... tapi Kamu udah tau kan kalo Yumi itu pernah menikah. Dan usianya juga lebih tua dari Kamu," kata Anna hati-hati.


"Saya tau Bu. Dan Saya ga masalah kok sama itu. Yang Saya liat Mbak Yumi yang sekarang bukan yang dulu. Saya yakin Mbak Yumi bakal jadi Istri dan Ibu yang baik nanti," sahut Yunus sambil tersenyum.


Anna pun nampak menghela nafas lega mendengar jawaban Yunus.


"Tapi setelah menikah Yumi masih boleh kerja di sini kan Nus ?" tanya Anna.


"Oh tentu Bu. Cuma Saya bakal ajak Mbak Yumi tinggal di rumah Saya nanti," sahut Yunus.


"Ok, soal tempat tinggal bisa Kita bicarakan nanti. Sekarang apa Kamu udah siapin barang-barang yang harus Kamu bawa untuk lamaran besok Nus. Jangan malu-maluin Saya ya !" gurau Bayan sambil melotot.


"Siap Pak. Semua udah siap. Ibu Saya yang biasanya sakit aja sekarang juga keliatan sehat. Katanya Ibu ga sabar mau liat Saya menikah," sahut Yunus hingga membuat Bayan dan Anna tertawa geli.


Dan di hari yang telah ditentukan Bayan dan keluarganya sudah berada di rumah Yunus. Rupanya lamaran kali ini akan langsung dilanjutkan dengan pernikahan.


"Mbak Yumi yang minta Pak. Saya sih ngikutin aja apa maunya. Lagian sekarang atau nanti, toh sama aja," kata Yunus saat Bayan menanyakan apa yang terjadi.


Bayan dan Anna hanya bisa saling menatap takjub. Namun keduanya mengerti mengapa Yumi melakukan itu. Mungkin sesuatu telah terjadi dan Yumi ingin segera mengakhirinya dengan menikahi Yunus.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2