Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
60. Berita Buruk


__ADS_3

Sementara itu di sebuah kamar tak jauh dari rumah kost yang Nathan tempati.


Seorang wanita tampak mengerang kesakitan di dalam selimut. Tubuhnya nampak bergetar hebat dan basah dengan keringat. Tak seorang pun yang bisa membantunya karena wanita itu hanya seorang diri di sana. Apalagi kondisi kamar dalam keadaan gelap gulita.


Beberapa saat kemudian getaran tubuh wanita itu terhenti. Hanya gerakan normal layaknya manusia bernafas yang terlihat.


Perlahan selimut pun tersibak memperlihatkan sosok seorang wanita cantik yang tersenyum puas. Ia bangkit lalu mengusap wajahnya yang berkeringat itu dengan selimut yang dipegangnya. Kemudian wanita itu melangkah menuju jendela. Ia menyibak gorden jendela agar bisa menatap keluar rumah. Suasana saat itu masih gelap karena memang masih dini hari.


Sesaat kemudian terdengar jeritan seorang wanita membahana di kejauhan hingga membuat wanita itu terkejut. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri mencoba mencari sumber suara namun gagal. Karena letak kamarnya yang terhalang dinding rumah tetangga menyebabkan ia tak bisa leluasa mengamati sekelilingnya.


Dan wanita itu pun segera keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi.


\=\=\=\=\=


Pagi itu Nicko absen dari sarapan bersama yang biasa dilakukan para penghuni kost. Rupanya ia kelelahan dan melanjutkan tidur usai menunaikan sholat Subuh tadi. Hanya Nathan yang terlihat duduk sambil menikmati sarapan yang disediakan pemilik kost setiap harinya.


Pemilik kost memang memahami jika para penghuni kost adalah mahasiswa perantau yang tak memiliki banyak uang lebih. Karenanya pemilik kost menyediakan sarapan pagi secara cuma-cuma dengan menu berbeda tiap harinya untuk membantu meringankan pengeluaran para penghuni kost. Selain itu pemilik kost berharap, dengan sarapan lebih dulu di rumah bisa membantu para mahasiswa konsentrasi dalam belajar nanti.


Hal itu lah yang membuat para penghuni kost termasuk Nathan merasa betah dan enggan mencari tempat lain.


Meski pun hari libur, pemilik kost tetap menyediakan sarapan gratis seperti hari ini. Nicko yang merupakan tamu di tempat itu juga mendapatkan jatah sarapan yang sama. Nicko senang karena itu artinya kehadirannya tak memberatkan pemilik kost.


"Pulang jam berapa semalam Nat ?" tanya Ferdi.


"Jam dua," sahut Nathan sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.


"Seru banget ya sampe pulang larut gitu ?" tanya Mario.


"Banget. Ke tiga tempat yang biasa Kita datangin pagi sampe sore hari itu ternyata lebih seru saat dilakukan malam hari," sahut Nathan sambil tersenyum.


"Masa sih. Emang Kalian kemana aja semalam ?" tanya Ferdi penasaran.

__ADS_1


"Cuma ke Lawang Sewu, Tugu Muda sama Kota Lama," sahut Nathan cepat.


"Waaahh ... kereeen dong !. Bener juga kata Nathan. Biar pun itu tempat yang biasa Kita datengin, tapi emang jadi luar biasa karena dilakukan di waktu yang ga biasa," kata Mario antusias.


Ucapan Mario membuat semua orang yang duduk di ruang makan pun tertawa. Namun tawa mereka terhenti saat Ferdi mengabarkan sesuatu.


"Eh sebentar. Jadi Kalian udah tau belom siapa yang menjerit semalam ?" tanya Ferdi sambil menatap semua orang satu per satu.


Sebelumnya Ferdi dan beberapa temannya terbangun saat mendengar jeritan seorang wanita yang memecah malam. Mereka bergegas keluar dari kamar dan berdiri di ambang pintu kamar masing-masing sambil saling menatap. Saat itu Nathan yang baru saja masuk ke dalam kamar pun ikut mendengarnya. Namun ia tak keluar kamar seperti yang lain karena tahu apa yang terjadi.


Setelah melihat penampakan kuyang itu bersama Nicko tadi, Nathan yakin jika akan ada kabar buruk nanti. Dan itu terbukti tak lama setelah ia masuk kamar.


Melihat semua orang terdiam mendengar pertanyaan Ferdi tadi, Nathan pun bertanya untuk mewakili teman-temannya.


"Emang ada yang jerit-jerit semalam ?" tanya Nathan pura-pura tak tahu.


"Ada Nat. Sekitar jam dua juga kok. Mungkin Lo baru masuk kamar dan tidur jadi ga denger apa-apa," sahut Ferdi.


"Kalian kenal Diana kan ?" tanya Ferdi.


Semua mengangguk sambil saling menatap bingung. Bagaimana tidak, Diana yang disebut Ferdi tadi adalah seorang mahasiswi cantik yang menghuni rumah kost khusus wanita di ujung jalan besar sana. Kecantikannya membuat para mahasiswa terpikat dan beberapa diantaranya berlomba untuk menarik perhatian gadis itu.


"Kenapa sama Diana ?" tanya Mario tak sabar.


"Ternyata yang menjerit semalam ya Diana. Dia baru aja melahirkan di kamar mandi dan bayinya raib dibawa setan," sahut Ferdi cepat.


"Apa ... ?!" tanya Nathan dan teman-temannya bersamaan.


Tentu saja berita itu mengejutkan. Mereka tak percaya jika Diana melahirkan. Karena yang mereka tahu Diana adalah gadis lajang yang tak memiliki kekasih. Jadi mana mungkin Diana hamil dan melahirkan.


"Jangan nyebar gosip deh Fer. Kasian Diana," kata Mario mengingatkan.

__ADS_1


"Gue ga gosip kok !. Ini fakta. Kalo ga percaya Kalian tanya aja sama Mbok Ti !" sahut Ferdi kesal.


"Yang bener Fer. Kirain gara-gara Lo pernah ditolak sama Diana Lo kesel terus memfitnah dia," kata Mario sambil tersenyum penuh makna.


"Gue emang kesel karena ditolak sama Diana. Tapi Gue ga sepicik itu ya. Ngapain juga nyebar gosip murahan kaya gini, ga ada untungnya juga buat Gue. Tapi di sini bukan cuma Gue kok yang pernah ditolak sama Diana. Lo juga kan ?" tanya Ferdi sambil menatap dengan tatapan mengejek kearah Mario.


Ucapan Ferdi membuat Mario berdecak sebal. Ia membanting sendok di atas piring lalu bergegas pergi meninggalkan ruang makan dan sarapan yang belum selesai. Sikap Mario membuat semua orang terkejut namun Ferdi nampak tersenyum penuh kemenangan.


"Ngatain orang mau, dikatain balik ngambek. Dasar egois," gerutu Ferdi dalam hati sambil melanjutkan makannya yang sempat terhenti tadi.


Suasana dalam ruang makan jadi hening sejenak setelah kepergian Mario. Namun kembali ramai saat asisten rumah tangga pemilik kost datang.


"Nah kebetulan Mbok Ti datang tuh. Kita tanya aja sama dia apa yang terjadi sebenernya," kata salah seorang penghuni kost yang diangguki Nathan dan teman-temannya.


Tak butuh waktu lama informasi yang dibutuhkan para penghuni kost pun terpenuhi dengan cerita mbok Ti. Wanita bertubuh subur itu nampak antusias menceritakan apa yang ia ketahui karena ia memang melihat langsung ke lokasi penemuan Diana tadi.


Mbok Ti mengatakan jika Diana ditemukan terkapar di kamar mandi dengan darah yang menggenangi tubuhnya. Yang lebih mengejutkan adalah karena saat ditelusuri darah itu berasal dari organ int*m Diana.


Semua orang awalnya mengira jika Diana keguguran, namun mereka salah. Diana mengaku jika ia baru saja melahirkan seorang bayi namun bayinya dibawa pergi oleh sosok hantu kepala tanpa tubuh yang melesat masuk ke dalam kamar mandi itu. Setelah berhasil 'menggondol' bayinya, makhluk itu pergi dengan cepat melalui lubang di kamar mandi.


Cerita Diana sempat membuat warga bingung. Sebagian percaya, sebagian lainnya menganggap Diana hanya mengarang cerita.


Namun lepas dari semua cerita horror yang menimpa Diana, warga pun akhirnya tahu siapa Diana sebenarnya.


Ternyata Diana menjadi wanita panggilan yang memuaskan hasrat para pria hidung belang. Meski pun Diana hanya mau melayani pria berdasi dan kaya raya, toh profesi Diana telah menghancurkan image baik yang selama ini dibangunnya. Warga tak menyangka jika Diana mampu menyembunyikan profesinya dari semua orang dengan penampilannya yang santun dan sederhana itu.


Mendengar apa profesi sampingan Diana membuat para penghuni kost yang merupakan pengagum Diana kesal bukan kepalang. Mereka marah karena merasa dibohongi oleh Diana.


Sedangkan Nathan nampak terdiam di tempat setelah mengetahui dugaannya terbukti tepat. Hanya satu yang tersisa di benak Nathan, siapa kah kuyang itu sebenarnya ?.


Dan pertanyaan itu terus mengganggu Nathan hingga beberapa waktu ke depan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


__ADS_2