
Bayan pun menghubungi Marco dan mengatakan jika kedua anak mereka telah sepakat untuk membawa hubungan mereka ke tingkat yang lebih serius. Dalam kesempatan itu Bayan juga meminta waktu untuk bertemu guna membahas pernikahan Nathan dan Mia.
Marco yang menerima kabar itu pun dengan antusias menerima maksud baik Bayan. Ia berjanji akan segera memberitahukan waktu yang tepat untuk dua keluarga bertemu.
"Saya tunggu kapan siapnya ya Pak Marco," kata Bayan.
"Tentu Pak Bayan. Saya akan segera rembukan dengan keluarga besar Kami untuk menentukan kapan hari yang tepat kedua keluarga bertemu," sahut Marco dari seberang telephon.
Setelah pembicaraan berakhir, Marco nampak tersenyum lebar hingga membuat sang istri bingung.
"Ada apa Pa ?. Kenapa senyum-senyum begitu ?" tanya istri Marco.
"Papa baru dapat kabar bagus Ma," sahut Marco.
"Kabar apa Pa ?" tanya istri Marco penasaran.
"Sekarang Mia lagi di rumah Pak Bayan. Dan katanya dia baru aja nerima lamaran Nathan. Baru lamaran antar personal aja ya Ma, belum yang resmi. Terus barusan Pak Bayan minta waktu untuk mempertemukan dua keluarga karena akan melamar Mia secara resmi," sahut Marco.
Ucapan Marco membuat sang istri terharu. Kedua matanya berkaca-kaca. Namun sesaat kemudian dia mengerutkan keningnya karena merasa tak terima anaknya dilamar tanpa sepengetahuannya.
"Tapi kenapa Nathan ngelamar Mia di rumahnya. Artinya Pak Bayan sama Bu Anna nyaksiin semuanya dong. Kok bisa-bisanya Aku ga diajak," kata istri Marco kesal.
"Udah dong Ma. Ga usah membesar-besarkan masalah itu. Intinya Anak Kita udah dilamar secara personal sama Nathan. Pak Bayan dan istrinya juga kaget kok ngeliat Nathan meminta Mia jadi istri di depan mereka. Pak Bayan juga sempet protes karena khawatir jadi salah paham sama Kita. Tapi Papa udah bilang kalo Papa ga masalahin itu tadi. Nah sekarang tugas Kita adalah mengabarkan sama keluarga besar tentang niat Pak Bayan dan keluarganya untuk melamar Mia secara resmi," kata Marco bijak.
Istri Marco pun mengangguk mengiyakan permintaan suaminya. Nampaknya dia tak ingin membuat kekacauan yang membuat hubungan Marco dan Bayan memburuk.
\=\=\=\=\=
Sambil mempersiapkan lamaran untuk Mia, Bayan meminta Nathan untuk mulai bekerja di perusahaan miliknya. Nathan pun setuju karena memang telah berjanji pada kedua orangtuanya untuk terjun langsung di perusahaan sang ayah.
__ADS_1
Di hari pertama Nathan masuk ke perusahaan ayahnya, Nathan langsung ditunjujuk sebagai Manager Personalia. Nathan tak keberatan karena itu artinya dia bisa mengenal semua karyawan melalui data yang ia miliki.
Sambutan hangat diterima Nathan saat Bayan memperkenalkannya pada semua karyawannya. Bukan sebagai anak tapi sebagai manager personalia. Rama dan Riko yang ikut mendampingi juga tampak tersenyum bangga melihat bagaimana Nathan memberi kata sambutan sebagai salam perkenalan.
"Mohon bimbingan dan kerja samanya dari semua yang hadir di sini. Jika Saya salah, jangan sungkan untuk menegur. Tapi mohon lakukan dengan cara yang baik dan bukan dengan cara yang arogan. Insya Allah ke depannya Saya akan berusaha bekerja sebaik mungkin agar perusahaan memiliki tenaga profesional yang tepat guna. Misalnya karyawan yang memiliki kemampuan di bidang keuangan harus ada di divisi keuangan dan bukan jadi cleaning servis. Hal ini berlaku juga untuk semua divisi. Tapi untuk bisa menentukan siapa saja yang bisa menempati posisi yang tepat, Kami akan mengadakan serangkaian tes. Siapa pun berhak mengikuti tes itu. Dan hasil akhir yang akan menentukan posisi. Ada yang akan bertahan di tempat atau justru bergeser ke tempat lain. Tapi apa pun itu, Saya tak akan menzholimi Kalian dengan bertindak semena-mena," kata Nathan panjang lebar.
Ucapan Nathan disambut tepuk tangan para karyawan. Sebagian merasa apa yang Nathan ucapkan memberi angin segar alias peluang memperbaiki diri, karena mereka merasa kemampuan mereka tak 'dianggap' selama ini. Namun tak sedikit yang khawatir posisinya tergeser karena posisi tersebut diperoleh dengan jalur KKN.
Setelah acara ramah tamah berakhir, semua karyawan kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Sedangkan Bayan, Nathan, Rama dan Riko masuk ke ruangan komisaris.
"Om bangga sama Kamu Nath. Ternyata ga sia-sia Kamu kuliah jauh-jauh keluar negeri. Ide Kamu tuh brilian banget," kata Riko sambil menepuk bahu Nathan.
"Betul. Secara ga langsung Kita bisa menyingkirkan orang-orang yang ga berkompeten yang hanya mengandalkan koneksi untuk menduduki jabatan penting di perusahaan," kata Rama menambahkan.
"Sebenernya ide ini udah ada sejak Aku lulus S1 Om. Cuma Aku bisa merealisasikannya sekarang," sahut Nathan.
"Aku ga punya cukup bekal untuk melawan seseorang yang ada di balik ini semua kan Om. Makanya Aku harus membekali diri supaya oknum yang Aku tuju ga bisa berkutik karena Aku punya amunisi yang lebih lengkap dari yang dia miliki sekarang," sahut Nathan sambil tersenyum penuh makna.
Rupanya Nathan telah mengetahui jika ada kecurangan di perusahaan ayahnya. Seseorang bisa menduduki jabatan penting meski pun tak punya kemampuan apa pun. Itu terjadi hanya karena mereka kenal dekat dengan orang yang memegang keputusan.
Bayan bukan tak tahu tentang itu. Ia sengaja diam karena tindakan seseorang itu tak berpengaruh besar pada kinerja perusahaan.
Dan saat Nathan bertindak, Bayan pun setuju karena artinya Nathan akan mulai menyeleksi orang-orang yang akan ada di sampingnya nanti.
Jawaban Nathan tadi membuat Bayan, Rama dan Riko saling menatap kemudian mengangguk sambil tersenyum. Mereka bangga karena Nathan mulai menunjukkan taringnya sebagai anak Bayan sang pemilik perusahaan.
\=\=\=\=\=
Pagi itu Nathan baru saja turun dari mobil dan melangkah memasuki loby perusahaan. Nathan menghentikan langkahnya karena ponselnya berdering. Ia tersenyum saat melihat nama sang kekasih di layar ponselnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum. Ada apa Sayang ?" sapa Nathan.
"Wa alaikumsalam. Sore ini bisa Kita ketemuan kan ?" tanya Mia dari seberang telephon.
"Tentu dong. Mau kemana emangnya ?" tanya Nathan sambil menekan tombol lift.
"Masa Kamu lupa sih ?. Kan Kita mau fitting baju buat acara lamaran lusa," sahut Mia.
"Oh, jadi Kita ke butik nanti sore ?" tanya Nathan.
"Iya," sahut Mia cepat.
"Ok Sayang. Insya Allah Aku jemput Kamu nanti ya. Kebetulan hari ini juga Aku ga terlalu sibuk kok," kata Nathan hingga membuat Mia tersenyum senang.
Kemudian Nathan mengakhiri pembicaraannya dengan Mia saat pintu lift terbuka. Saat Nathan melangkah masuk ke dalam lift, tiba-tiba seorang wanita menerobos masuk hingga membuat Nathan terkejut dan hampir tersungkur jatuh.
"Maaf Pak. Saya ga sengaja," kata seorang wanita sambil membungkukkan tubuhnya.
Nathan menghela nafas panjang melihat wanita di hadapannya berdiri dengan gugup. Rupanya wanita itu panik saat mengetahui yang ditabraknya barusan adalah Nathan.
"Ok gapapa. Lain kali hati-hati ya," kata Nathan.
"Baik Pak, makasih," sahut wanita itu sambil tersenyum lega.
Nathan pun mengangguk lalu kembali menatap ke depan.
Perlahan lift mulai bergerak naik. Entah mengapa tiba-tiba Nathan merasa tak nyaman berada di dalam lift itu. Ia melirik ke belakang dan terkejut mendapati wanita itu tengah menatap tajam kearahnya.
\=\=\=\=\=
__ADS_1