
Bulan ini genap satu tahun Nathan bekerja di perusahaan swasta milik rekan bisnis ayahnya. Pemilik perusahaan yang bernama Marco tak tahu sama sekali jika salah satu karyawannya adalah anak dari rekan bisnisnya.
Marco senang melihat kinerja Nathan yang cekatan itu. Sebagai asisten Manager, Nathan dinilai cakap mewakili sang manager di saat genting. Nathan kerap tampil mewakili atasannya untuk mempresentasikan produk unggulan milik perusahaan.
Setiap kali Nathan selesai mempresentasikan keunggulan dan visi misi yang dimiliki perusahaan, maka para investor dengan senang hati ikut bergabung dengan perusahaan. Tentu saja hal itu membuat Marko bahagia. Karenanya Marco berniat mengangkat Nathan sebagai manager pemasaran yang baru menggantikan Haris.
Tanpa Marco sadari, niatnya itu justru menimbulkan keretakan antara Nathan dan Haris.
Haris yang semula terlihat tenang pun mulai gelisah. Ia khawatir posisinya sebagai manager digantikan oleh Nathan yang usia dan pengalamannya masih jauh di bawah Haris.
Haris pun mulai mengupayakan berbagai cara untuk menjatuhkan Nathan di depan Marco. Dan itu membuat Nathan kesal. Apalagi upaya itu dilakukan terang-terangan hingga membuat rasa hormat Nathan pada Haris perlahan mulai luntur.
Suatu hari Marco kedatangan tamu yang ingin menjalin kerja sama dengan perusahaannya. Sayangnya tamu tersebut sedikit tak sopan karena mengajukan syarat yang tak masuk akal.
Rupanya tamu yang bernama Dasir itu menginginkan putri Marco sebagai imbalan dari sejumlah uang yang akan ia investasikan di perusahaan Marco. Tentu saja Marco menolak. Apalagi tamu tersebut sudah lumayan berumur dan lebih layak menjadi Kakek dari anak perempuannya yang bernama Mia.
Nathan dan Haris yang ikut hadir dalam pertemuan itu nampak berusaha menahan marah. Jika tak melihat kehadiran Marco sebagai atasan sekaligus pemilik perusahaan, rasanya sudah sejak tadi mereka melayangkan pukulan kearah Dasir.
"Maafkan Saya jika tak tertarik dengan tawaran Anda. Meski pun tawaran Anda sangat menggiurkan, namun Saya tak pernah ingin menukar harga diri Anak Saya dengan uang Anda !" kata Marco tegas.
"Apa Anda tak ingin berpikir dulu. Di luar sana banyak lho pengusaha yang menawarkan Anak gadisnya untuk Saya nikahi, tapi Saya tolak. Tapi khusus untuk Pak Marco justru Saya yang meminta untuk dijadikan menantu," kata Dasir dengan angkuh.
Marco menggelengkan kepalanya lalu berdiri.
"Saya bilang tidak, ya tidak !. Sebaiknya Anda keluar sekarang juga !" kata Marco lantang sambil memberi isyarat pada Nathan dan Haris agar mengusir pria mesum itu.
Dengan sigap Nathan dan Haris bangkit lalu menyeret Dasir keluar dari ruangan. Pria itu marah lalu memaki Nathan dan Haris. Dia juga mengancam akan membuat perhitungan.
__ADS_1
"Kalian liat saja apa yang akan Saya lakukan nanti. Dan Kamu, Anak muda sombong. Kamu pikir siapa Kamu berani ikut campur dalam urusan Saya !" kata Dasir lantang sambil menatap Nathan dengan marah.
"Terserah Bapak mau bilang apa, Saya hanya menjalankan tugas. Sebaiknya Bapak pergi dari sini. Ga usah mimpi mau menikahi Anak gadis Pak Marco. Harusnya orang seusia Anda ini sudah ga memikirkan syahw*t tapi fokus sama ibadah. Apa Anda ga takut kalo Allah memanggil Anda sewaktu-waktu tapi Anda masih sibuk dengan dunia tapi lupa akherat ?!" kata Nathan kesal.
Ucapan Nathan mengejutkan semua orang. Sebagian tertawa karena melihat ekspresi wajah Dasir yang terkejut itu. Sebagian lain bertepuk tangan sambil menyoraki Dasir.
Dengan geram Dasir meninggalkan perusahaan Marco diiringi tatapan kesal Nathan, Haris dan semua karyawan perusahaan Marco.
\=\=\=\=\=
Dua hari setelah kedatangan Dasir, Marco menerima berita buruk. Anak gadisnya yang bernama Mia ternyata hilang. Bukan karena pergi meninggalkan rumah tapi karena diculik. Dan Marco menduga jika Dasir adalah dalang dari penculikan anak gadisnya.
Marco bergerak cepat. Bukan hanya menghubungi pihak kepolisian tapi dia juga mengerahkan sebagian karyawannya untuk mencari Mia. Marco khawatir jika nafs* bej*t Dasir membuat anak gadisnya celaka.
Diantara sebagian karyawan yang mendapat perintah langsung dari Marco untuk mencari Mia adalah Nathan dan Haris. Mau tak mau keduanya harus mengesampingkan masalah pribadi diantara mereka dan bekerja sama untuk mencari Mia.
Tak butuh waktu lama polisi berhasil menemukan Mia. Saat itu Mia ditemukan dalam kondisi linglung dan terikat di sebuah gudang.
Sore itu Nathan baru saja keluar dari kantor menggunakan motor. Karena jalan raya sangat padat di sore hari, Nathan pun berinisiatif mencari jalan lain yaitu jalan di belakang perusahaan yang merupakan gang kecil. Jalan itu akan bermuara di jalan utama. Dan dari sana hanya butuh waktu sepuluh menit agar bisa tiba di rumah. Nathan sering melintas di jalan itu saat pulang bekerja.
Saat Nathan sedang melintas dengan tenang di jalan itu ia melihat seorang gadis tengah dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil. Kondisi jalan yang memang selalu sepi membuat para pelaku leluasa melakukan aksinya.
Nathan menghentikan motornya lalu bergegas membantu saat wanita itu menjerit minta tolong.
Perkelahian tak seimbang pun terjadi. Nathan harus menghadapi empat orang pria sekaligus. Namun tak butuh waktu lama Nathan berhasil mengalahkan empat orang tersebut. Mereka kabur setelah gadis yang akan mereka culik mengatakan telah menghubungi polisi.
"Gue ga main-main !. Kalian dengar kan sirine Polisi itu ?!" tanya gadis itu lantang.
__ADS_1
Empat orang pria itu panik saat mendengar sirine mobil polisi di kejauhan. Mereka bergegas masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Alhamdulillah, pergi juga akhirnya. Kamu Gapapa, ada yang luka ga ?" tanya Nathan.
"Cuma lecet aja. Makasih udah nolongin Saya. Kenalin Saya Mia, Anak pemilik PT MM," kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya.
"Jadi Kamu Mia anaknya Pak Marco ?!" tanya Nathan.
Rupanya selama ini Nathan belum pernah bertemu langsung dengan Mia. Itu karena Mia jarang datang ke perusahaan ayahnya meski pun Marco kerap memintanya datang untuk membantu.
"Iya, Kamu ...," ucapan Mia terputus karena Nathan memotong cepat.
"Saya Nathan, salah satu karyawan Pak Marco," kata Nathan hingga membuat Mia tersenyum.
Kemudian Nathan menawarkan diri untuk mengantar Mia. Dengan senang hati Mia menerima tawaran itu.
"Kenapa Kamu lewat sini Mia ?. Kamu tau kan di sini sepi dan jauh dari jalan utama. Bahaya lho buat cewek kaya Kamu. Apalagi Kamu kan habis diculik, apa Kamu ga takut kalo diculik lagi ?" tanya Nathan sambil melajukan motornya.
"Justru karena takut, Saya lewat sini. Saya memang lagi berusaha menghindar dari orang yang menguntit Saya. Saya pikir mereka ga tau kalo ada jalan kecil di sini, tapi ternyata Saya salah," sahut Mia sambil tersenyum kecut.
"Pak Marco bilang udah bayar body guard buat jagain Kamu. Dimana dia sekarang ?, kok ga keliatan saat Kamu dalam bahaya ?" tanya Nathan tak mengerti.
"Saya yang lari dari pengawalan. Body guard yang disewa Papa Saya terlalu mencolok, berdiri menjaga dengan tampang ga ramah dan kaku. Itu bikin Saya ga nyaman. Makanya Saya kabur tadi. Untung ada Kamu yang bantuin, kalo ga pasti Saya udah diculik lagi kaya tempo hari. Makasih ya Nathan," kata Mia dengan tulus.
"Sama-sama, insya Allah Saya bakal lakukan hal yang sama meski pun orang itu bukan Kamu," sahut Nathan sambil tersenyum.
Saat tiba di rumah Mia, Nathan bertemu Marco yang bingung melihat kebersamaan mereka. Mia langsung menceritakan apa yang terjadi dan kemudian Marco meminta Nathan mengawal putrinya kemana pun gadis itu pergi. Mia nampak senang dengan keputusan ayahnya, sedangkan Nathan hanya bisa mengangguk karena tak bisa menolak perintah bosnya itu.
__ADS_1
Saat mengetahui Nathan dipilih langsung oleh Marco untuk mengawal Mia, tentu saja membuat Haris iri. Padahal selama ini Haris selalu berusaha dekat dengan Mia. Haris berharap bisa menikahi Mia dan masuk menjadi bagian keluarga Marco. Dengan begitu posisinya di perusahaan itu akan aman dan tak mungkin tergeser.
\=\=\=\=\=