Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
54. Ke Semarang


__ADS_3

Acara lamaran sekaligus pernikahan Yumi dan Yunus berjalan dramatis. Itu karena mantan suami Yumi datang dan mengamuk. Rupanya pria itu tak terima saat mengetahui Yumi akan menikah lagi.


"Kamu ga punya hak melarang Yumi menikah. Kamu kan bukan Suaminya lagi dan Kamu juga udah nikah sama orang lain !" kata Anna marah sambil berkacak pinggang.


Bukan tanpa alasan Anna berdiri melindungi Yumi. Ia tahu betul seperti apa kehidupan Yumi sebelum menjadi asisten rumah tangganya dulu.


Yumi dihina dan direndahkan hanya karena belum bisa hamil dan melahirkan anak. Saat Yumi mencoba bersabar menerima pengkhianatan suaminya, Yumi juga masih harus mencari nafkah karena sejak menikahi wanita lain suaminya tak lagi menafkahinya.


Tak hanya itu, kadang laki-laki itu datang meminta uang pada Yumi meski pun mereka telah bercerai. Dan Yumi baru berhasil menghindarinya saat ia ikut Anna dan tinggal bersamanya selama sembilan tahun.


Kini Bayan, Anna dan Yunus mengerti mengapa Yumi minta lamaran dan pernikahan dilakukan di hari yang sama. Rupanya Yumi tak ingin kembali ke tempat dimana ia harus kembali mengingat masa kelamnya itu.


Entah siapa yang telah membocorkan rencana pernikahannya, hingga mantan suami Yumi datang untuk mengacau. Mantan suami Yumi berniat memfitnah Yumi dan meminta sejumlah uang agar ia tutup mulut. Namun rencananya gagal. Bahkan ia harus menerima bogem mentah dari Yunus yang berusia lebih muda dengan fisik yang lebih gagah dibanding dirinya.


Ternyata Yunus yang sejak tadi diam pun tak lagi kuasa menahan amarahnya. Sesaat setelah ia resmi menjadi suami Yumi, Yunus menghajar mantan suami Yumi itu hingga terjengkang di tanah dan terluka.


"Kalo Lo pikir Yumi ga punya siapa-siapa untuk membelanya, Lo salah. Sekarang ada Gue, Suaminya !. Gue ga bakal biarin Lo menyentuhnya walau cuma seujung kuku. Lo denger kan ?. Sekarang Lo pergi atau Gue bisa lakuin yang lebih parah dari ini !" kata Yunus lantang hingga mengejutkan semua orang.


Awalnya Yunus memang hanya diam menyaksikan keributan yang dibuat mantan suami Yumi karena merasa tak punya hak. Namun setelah melaksanakan ijab Kabul, Yunus pun bangkit membela Yumi yang sekarang berstatus istrinya itu.


Sadar jika Yunus bukan lawannya, mantan suami Yumi pun lari kocar-kacir meninggalkan rumah Yumi diiringi sorakan para tamu.


Yumi yang ketakutan pun tak kuasa menahan tangis. la menghambur memeluk Yunus hingga membuat suasana jadi mengharu biru.


"Udah ga usah nangis lagi ya. Jangan takut, ada Aku di sini. Aku ga bakal biarin siapa pun nyakitin Kamu," kata Yunus sambil mengusap air mata di wajah Yumi.


"Iya, makasih," sahut Yumi sambil tersenyum.


"Cuma makasih doang nih. Ga dikasih kiss atau apa Kek gitu," gurau Yunus namun berhasil membuat suasana yang semula hening menjadi riuh dengan gelak tawa.


Yumi nampak tersipu malu mendengar permintaan Yunus. Namun karena tak ingin menolak permintaan pria yang kini telah sah menjadi suaminya itu, Yumi pun mendaratkan kecupan mesra di bibir Yunus.


Aksi Yumi mau tak mau membuat para tamu kembali bersorak gembira. Bayan dan Anna yang ada diantara para tamu pun tak lagi kuasa menahan tawa melihat aksi Yumi dan Yunus.

__ADS_1


"Semoga bahagia sampe akhir hayat ya Yum," doa Anna dalam hati sambil tersenyum.


\=\=\=\=\=


Setelah cuti beberapa hari, Yumi dan Yunus datang menghadap Bayan. Ternyata Yumi bersikeras tinggal di rumah Bayan seperti dulu dan menolak tinggal di rumah Yunus. Rupanya Kakak perempuan Yunus memutuskan memboyong anak dan suaminya untuk tinggal bersama sang ibu. Itu membuat Yumi tak nyaman karena khawatir akan ada perselisihan nanti.


Sedangkan untuk mengontrak rumah Yumi merasa belum perlu. Bayan dan Anna yang paham dengan jalan pikiran Yumi pun setuju jika Yumi tetap tinggal bersama mereka.


"Terus Saya gimana Pak ?, masa Saya tinggal sendirian," kata Yunus gusar.


"Kamu bisa tinggal di sini Nus. Tinggal sama Yumi di kamarnya, kan Kalian Suami Istri sekarang," sahut Bayan sambil tersenyum.


"Emang boleh Pak ?" tanya Yunus ragu.


"Boleh. Udah ga usah banyak pikiran. Kamu boleh tinggal di sini dan kerja seperti biasa," sahut Bayan yang diangguki Anna.


"Alhamdulillah, makasih Pak Bu. Saya juga bakal ngisi waktu buat jadi ojol kaya biasanya. Terus sore sampe paginya Saya jaga di depan. Masya Allah, ternyata menikah bikin semuanya jadi gampang. Saya ga perlu khawatir lagi karena Istri Saya ada di tempat yang nyaman," kata Yunus antusias sambil memeluk Yumi erat.


\=\=\=\=\=


Beberapa tahun kemudian.


Nathan dan Nicko tumbuh dengan cepat. Kini Nathan sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Semarang. Tahun ini adalah tahun ketiga ia mengenyam pendidikannya. Sedangkan Nicko baru saja lulus dari SMA. Dan kini Nicko sedang berada di dalam perjalanan menuju kota Semarang.


Sebelumnya Nicko sudah mengabari sang kakak jika ia akan mampir saat berkunjung ke Semarang nanti. Rupanya Nicko akan mengikuti lomba melukis yang digelar oleh sebuah perusahaan swasta di Semarang. Hadiah yang ditawarkan lumayan menggiurkan. Yaitu berupa uang belasan juta rupiah dan tiket perjalanan wisata malam di Semarang.


Meski hadiah yang ditawarkan terdengar 'ganjil' Nicko tak peduli. Kecintaannya pada seni lukis telah mengakar kuat hingga tak memikirkan apa pun selain melukis.


Anna yang paham sifat sang anak hanya bisa menghela nafas melihat antusias Nicko menyiapkan semuanya.


"Jangan lupa jaketnya," kata Anna mengingatkan.


"Iya Bund," sahut Nicko.

__ADS_1


"Vitamin," kata Anna lagi.


"Udah Bund," sahut Nicko.


Saat Anna akan membuka mulut lagi untuk mengatakan sesuatu guna mengingatkan sang anak, Nicko justru memperlihatkan isi tasnya kepada sang bunda. Perlengkapan melukis, vitamin, jaket, salep untuk gatal, obat mata dan uang.


Anna pun tertawa melihat tingkah sang anak. Bayan yang baru saja tiba dan melihat aksi Nicko tadi pun ikut tertawa.


"Lagian Bunda juga sih yang salah, Nicko ini kan udah dewasa, masa masih diperlakukan kaya anak kecil," sindir Bayan sambil merengkuh bahu istrinya.


"Iya iya, Bunda emang salah. Bunda lupa kalo Nicko udah dewasa dan bukan anak-anak lagi. Tapi sebenernya sedewasa apa pun Kamu dan Nathan, Kalian tuh tetep Anak Bunda tau ga ?!" kata Anna ketus.


"Anak Ayah juga dong Bund," sela Nicko mengingatkan hingga membuat Anna melotot sedangkan Bayan makin keras tertawa.


Setelah selesai berkemas, Nicko pun pamit pada kedua orangtuanya. Anna dan Nicko terpaksa melepas kepergian Nicko karena mereka tahu tak mungkin menghalangi sang anak.


Nicko tersenyum saat mengingat sikap kedua orangtuanya saat melepasnya tadi. Jika Bayan terlihat tenang, Anna justru terlihat gelisah meski pun berusaha menutupinya dengan senyum.


Senyum Nicko makin mengembang saat melihat Nathan menyambutnya di depan rumah.


Nicko bergegas turun dari mobil travel yang ditumpanginya lalu menghambur memeluk sang kakak.


"Wuiiihh ... udah gede banget sekarang. Kayanya Abang kalah tinggi nih sama Kamu," kata Nathan sambil menepuk punggung Nicko dengan sayang.


"Kalah ganteng juga yang pasti," sahut Nicko sambil menaik turunkan alisnya hingga membuat Nathan tertawa.


Setelahnya Nathan mengajak Nicko masuk ke dalam rumah kost yang ia tempati selama ini. Nicko nampak mengedarkan pandangan ke segala penjuru dan tertarik saat melihat sebuah lukisan antik di sudut ruangan.


"Ntar aja nanyanya. Dasar pelukis, ga boleh banget liat lukisan antik," kata Nathan saat dilihatnya Nicko hendak membuka mulut untuk bertanya.


Nicko pun mengangguk. Ia kembali tersenyum saat Nathan memperkenalkannya dengan teman satu kostnya.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2