Titisan Kuyang

Titisan Kuyang
36. Sudah Ditandai


__ADS_3

Setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit, Dita pun diperbolehkan pulang. Saat itu kondisi fisik Dita memang terlihat baik-baik saja tapi tidak mentalnya. Dita hanya diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri saat orang di sekitarnya sibuk bicara.


Rama pun datang menjemput sang istri setelah memenuhi panggilan kepolisian untuk melengkapi laporan anak hilang yang ia buat.


Wajah Rama saat itu terlihat tegang. Ayah Dita yang tahu jika menantunya tak baik-baik saja pun mencoba mengajak bicara.


"Gimana Ram, apa kata Polisi ?" tanya ayah Dita.


Rama nampak menghela nafas panjang ssbelum menjawab pertanyaan mertuanya.


"Polisi bilang belum ada kabar baik dari kasus hilangnya Kayla Pak. Sama kaya Dita bilang, Kayla hilang misterius. Makanya Saya disuruh bersabar dan banyak berdoa. Bahkan Polisi minta Saya untuk mengikhlaskan Kayla karena anak seusia Kayla yang hilang tanpa jejak bakal sulit dilacak," sahut Rama lirih.


Ucapan Rama mengejutkan kedua mertuanya juga Dita. Bahkan Dita tampak kembali menangis saat mengetahui Kayla sulit ditemukan.


\=\=\=\=\=


Setelah renovasi rumahnya selesai, Bayan segera memboyong anak dan istrinya pulang ke rumah.


Saat melihat suasana rumah yang jauh berbeda membuat Nathan bersorak gembira. Ia berlarian ke sana kemari sambil mengamati dekorasi rumah. Ia juga dibuat takjub dengan ruang bermain yang dibuat sang ayah di depan kamar tidurnya. Anna nampak tersenyum menyaksikan tingkah Nathan.


"Kamu buatin Nicko kamar juga Yah ?" tanya Anna saat ia melihat ruangan lain di dekat kamar Nathan.


"Iya Bund, sekalian buat aja. Bisa ditempatin kalo Nicko sudah besar nanti. Untuk sementara bisa buat naro lemari pakaian Kita dan Anak-anak. Gapapa kan ?" tanya Bayan sambil menimang Nicko.


"Gapapa Yah. Dekorasinya juga bagus, Aku suka. Makasih ya Ayah," kata Anna sambil mendaratkan kecupan di pipi sang suami.


"Sama-sama Bund," sahut Bayan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Terus rencana Ayah apa setelah ini ?" tanya Anna.


"Kita adain pengajian di rumah sekalian aqiqahannya Nicko Bund," sahut Bayan yang diangguki Anna.


\=\=\=\=\=


Acara pengajian tasyakuran rumah dan aqiqah Nicko berjalan lancar. Banyak tamu yang hadir untuk memberi doa restu, diantaranya ustadz Mustafa dan Mirza. Meski pun tak memimpin acara, namun Bayan meminta ustadz Mustafa mendoakan mereka juga.


Bayan dan Anna mengaminkan doa sang ustadz dengan khusu. Dalam hati mereka berharap terror yang mengintai keluarganya segera berlalu.


Anna pun teringat dengan Rama dan Riko, sahabat Bayan yang selalu hadir dalam setiap acara yang mereka gelar. Hari itu Anna tak melihat mereka sama sekali. Saat bertanya pada sang suami, Bayan justru memberi jawaban yang mengejutkan.


"Riko ga bisa datang karena harus nganter Mona check up ke Rumah Sakit. Walau luka akibat kecelakaan kerjanya udah sembuh, tapi perlu dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan ga ada luka lanjutan yang membahayakan Mona nanti. Kalo Rama ga bisa datang karena lagi sibuk mondar-mandir ke kantor Polisi ngurus laporan Anak hilang," sahut Bayan cepat.


"Maksud Kamu Kayla hilang ?" tanya Anna tak percaya.


Setelah acara pengajian berakhir, Anna dan Bayan masih harus mendengarkan petuah bijak ustadz Mustafa. Beruntung Nathan dan Nicko sudah diamankan oleh Arti dan Yumi hingga tak mengganggu kedua orangtuanya.


Dalam kesempatan itu ustadz Mustafa berpesan agar Bayan dan Anna menjaga keluarga mereka dengan baik. Ustadz Mustafa juga mengingatkan agar Bayan dan Anna menjaga sholat, dzikir dan membaca Al Qur'an yang selama ini rutin mereka lakukan.


"Amalan baik yang Saya sebutkan tadi selain bisa mendatangkan pahala, juga bisa membuat makhluk tak kasat mata merasa tak nyaman dan enggan masuk ke rumah ini," kata ustadz Mustafa.


"Tapi kalo makhluk itu wujudnya jelas gimana Ustadz ?" tanya Anna.


Ucapan Anna membuat ustadz Mustafa, Mirza dan Bayan saling menatap sejenak kemudian tersenyum.


"Maksud Kamu apa Nak ?" tanya ustadz Mustafa pura-pura tak mengerti.

__ADS_1


"Mmm ... belum lama ini Saya ngeliat penampakan menyeramkan Ustadz. Waktu itu Saya sedang kesakitan karena mengalami kontraksi. Saat nunggu Ayahnya Nathan pulang, Saya ngeliat gumpalan hitam seperti rambut berbentuk bola atau mirip bola ada di lubang ventilasi sana Ustadz. Bola hitam itu bukan menggelinding tapi melayang bolak balik dari sana ke sana," kata Anna sambil menunjuk ventilasi dimana ia melihat penampakan gumpalan hitam itu.


Ustadz Mustafa, Mirza dan Bayan pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Anna. Mereka tahu jika yang dilihat Anna bukan lah halusinasi melainkan wujud lain makhluk malam yang menyukai darah bayi dan wanita hamil.


"Sampe sekarang Saya masih sering merinding kalo inget wujudnya Ustadz. Saya yakin makhluk itu lagi ngincer bayi yang ada dalam rahim Saya waktu itu," kata Anna gusar.


"Kamu ga perlu khawatir Anna. Suamimu udah menyiapkan perlindungan khusus untuk menjaga Kamu dan Anak-anakmu," sahut ustadz Mustafa sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, syukur lah kalo gitu. Mudah-mudahan itu terakhir kali Saya bersinggungan sama sesuatu yang menyeramkan," kata Anna penuh harap.


Saat Anna hendak bertanya mengenai hubungan kehadiran makhluk itu dengan hilangnya anak Rama, suara tangis Nicko pun terdengar melengking. Anna pun terpaksa pamit undur diri untuk menyusui anaknya.


Setelah Anna menjauh, gantian Bayan yang bertanya pada ustadz Mustafa. Mirza nampak mengerutkan keningnya karena tak menyangka jika Bayan yang mapan, sukses dan modis itu percaya pada hal ghaib yang ada di sekitar mereka. Bayan juga bertanya tentang hubungan raibnya Kayla dengan makhluk malam yang mengintai keluarganya.


"Maaf kalo lancang. Apa Mas Bayan pernah punya pengalaman buruk bersinggungan sama makhluk halus sejenis kuyang atau semacamnya ?" tanya Mirza dengan mimik wajah serius.


Bayan menatap ustadz Mustafa seolah meminta persetujuannya untuk menceritakan semuanya. Ustadz Mustafa nampak mengangguk dan berusaha meyakinkan Bayan jika ia bisa mempercayai Mirza. Bayan pun menceritakan sebagian kisah masa lalunya yang kelam itu.


"Iya Mas Mirza. Dulu, sekitar sepuluh tahun lalu, Saya pernah kenal dengan sosok wanita yang menjelma jadi kuyang. Saat pagi hingga sore hari dia berwujud manusia biasa yang hidup normal seperti Kita. Tapi saat malam hari dia berubah jadi kuyang yang memangsa manusia lain khususnya Ibu hamil dan bayi," sahut Bayan lirih.


Ucapan Bayan mengejutkan Mirza. Ia menatap sang ayah sejenak lalu mengatakan sesuatu yang membuat Bayan khawatir.


"Itu artinya tubuh Mas Bayan sudah ditandai oleh kuyang itu. Dengan tanda itu, kuyang lain bisa menghirup aroma Mas Bayan dari jarak ratusan meter. Itu membuat mereka tertarik karena mereka merasa memiliki pelindung yang bisa membuat mereka aman menjalankan aksinya. Jadi jika suatu saat aksi mereka terdeteksi warga, mereka akan menyelinap mencari perlindungan Mas Bayan. Sayangnya saat mereka sedang mencari sosok pelindung bertepatan dengan kondisi Mbak Anna yang sedang hamil. Dan itu membangkitkan naluri alamiah mereka yang memang selalu memburu wanita hamil dan bayi untuk mereka ambil darahnya. Ga heran kalo Mbak Anna merasa diikuti makhluk hitam berwujud rambut itu Mas. Bisa jadi itu wujud lain dari kuyang yang menyamar jadi bola rambut karena dia tertarik dengan darah bayi dalam tubuh Mbak Anna waktu itu," kata Mirza panjang lebar.


Penjelasan Mirza membuat persendian di tubuh Bayan melemah. Jika itu yang terjadi, Bayan merasa kesulitan melindungi Anna dan anak mereka karena makhluk malam itu akan selalu mengikuti kemana pun ia pergi.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2